33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Pedagang Banjarsari Tuntut Sekda Mundur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pedagang Banjarsari yang tegabung dalam Persatuan Pedagang Kawasan Jalan Mangga Pasar Banjarsari (P2KJMPB) Pekalongan, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkot  Pekalongan, Senin (30/7). Mereka menuntut tempat relokasi yang layak seperti yang dijanjikan Sekretaris Daerah Pemkot Pekalongan Sri Ruminingsih.

Pedagang menilai sekda ingkar janji pada ratusan pedagang Pasar Banjarsari. Karena hingga kini pedagang belum mendapat tempat relokasi yang layak.

Zamrony, salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa pada tanggal 14 Mei 2018 lalu, Sekda Sri Ruminingsih berjanji memberikan pasar darurat yang layak dan bagus dalam waktu cepat. Namun sudah lebih dari 7 bulan, sekda tidak menepati janji. “Kami minta sekda temui kami. Tepati janjinya untu pasar darurat yang layak, atau Sekda Sri mundur dari jabtannya,” teriak Zamrony dalam orasinya.

Zamrony juga mengatakan sekda juga selalu mengatakan tidak akan memindahkan pedagang ke tempat lain, karena telah puluhan tahun berdagang. Namun pada kenyataannya para pedagang harus pindah, ke lokasi pasar darurat di Lapangan Sorogenan. Tempat relokasi tersebut dinilai sangat tidak layak dan sempit, sehingga lebih dari 500 pedagang tidak dapat berjualan, karena tidak adanya lagi lapak yang bisa ditempati.

“Kami kecewa dengan janji manis Sekda Sri, faktanya Jalan Mangga harus segera disterilkan. Kami disuruh pindah ke kawasan Sorogenen yang hanya bisa ditempati oleh 72 pedagang saja, sedangkan seluruh pedagang Jalan Mangga ada 450 orang. Ini menunjukan bahwa sekda tidak pernah ke lapangan dan tidak mengerti permasalahan pedagang korban kebakaran Pasar Banjarsari,” tegas Zamrony.

Sementara itu, Sekda Sri Ruminingsih, ketika dikonfirmasi oleh beberapa awak media tidak bersedia menemui dengan alasan rapat penting. Hingga pukul 12.30 WIB, para demonstran yang berada di lingkungan Pemkot Pekalongan pun bubar dengan sendirinya. (thd/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Fokus pada Trauma Healing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Paska gempa Lombok, Kementerian Kesehatan RI memfokuskan pemulihan trauma/trauma healing. Penanganan dari sisi psikologis menjadi perhatian, mengingat musibah tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi...

Mabuk, 4 Remaja Diciduk

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak empat remaja tanggung asal Dusun Jetak Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang digelandang ke Mako Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota...

Lega Terima Bantuan Kaki Palsu

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Penyandang disabilitas merasa lega mendapat bantuan kaki palsu dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Magelang. Yakni, Haryadi, warga Kiringan, Tidar Utara; Mochammad...

PKL Barito segera Digusur

SEMARANG- Dinas Perdagangan Kota Semarang terus melakukan sosialisasi terhadap keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Barito atau sepanjang tanggul Sungai Banjir Kanal Timur...

Kenalkan Permainan Tradisional pada Anak

SEMARANG - Sebagai upaya pengenalan kembali permainan tradisional kepada anak, Mahasiswa KKN Unnes 2017 menggelar Festival Anak di Kelurahan Kuningan, belum lama ini. Kecenderungan...

Hiburan Sexy Dancer Picu Keprihatinan

RADARSEMARANG.COM, JEPARA – Perayaan ulang tahun salah satu komunitas motor di Jepara disesalkan banyak pihak. Hal ini lantaran menampilkan DJ dan sexy dancer yang...