Pedagang Banjarsari Tuntut Sekda Mundur

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pedagang Banjarsari yang tegabung dalam Persatuan Pedagang Kawasan Jalan Mangga Pasar Banjarsari (P2KJMPB) Pekalongan, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkot  Pekalongan, Senin (30/7). Mereka menuntut tempat relokasi yang layak seperti yang dijanjikan Sekretaris Daerah Pemkot Pekalongan Sri Ruminingsih.

Pedagang menilai sekda ingkar janji pada ratusan pedagang Pasar Banjarsari. Karena hingga kini pedagang belum mendapat tempat relokasi yang layak.

Zamrony, salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa pada tanggal 14 Mei 2018 lalu, Sekda Sri Ruminingsih berjanji memberikan pasar darurat yang layak dan bagus dalam waktu cepat. Namun sudah lebih dari 7 bulan, sekda tidak menepati janji. “Kami minta sekda temui kami. Tepati janjinya untu pasar darurat yang layak, atau Sekda Sri mundur dari jabtannya,” teriak Zamrony dalam orasinya.

Zamrony juga mengatakan sekda juga selalu mengatakan tidak akan memindahkan pedagang ke tempat lain, karena telah puluhan tahun berdagang. Namun pada kenyataannya para pedagang harus pindah, ke lokasi pasar darurat di Lapangan Sorogenan. Tempat relokasi tersebut dinilai sangat tidak layak dan sempit, sehingga lebih dari 500 pedagang tidak dapat berjualan, karena tidak adanya lagi lapak yang bisa ditempati.

“Kami kecewa dengan janji manis Sekda Sri, faktanya Jalan Mangga harus segera disterilkan. Kami disuruh pindah ke kawasan Sorogenen yang hanya bisa ditempati oleh 72 pedagang saja, sedangkan seluruh pedagang Jalan Mangga ada 450 orang. Ini menunjukan bahwa sekda tidak pernah ke lapangan dan tidak mengerti permasalahan pedagang korban kebakaran Pasar Banjarsari,” tegas Zamrony.

Sementara itu, Sekda Sri Ruminingsih, ketika dikonfirmasi oleh beberapa awak media tidak bersedia menemui dengan alasan rapat penting. Hingga pukul 12.30 WIB, para demonstran yang berada di lingkungan Pemkot Pekalongan pun bubar dengan sendirinya. (thd/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -