33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Minta Didoakan Jadi Ustad sampai Mati

Ustad Abdul Somad Masuk Bursa Cawapres

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Sedikitnya 8.000 umat Islam menghadiri Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustad Abdul Somad LC MA (UAS) di Auditorium Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (30/7). Para peserta Tabligh Akbar sangat antusias untuk melihat dan mendengarkan secara langsung tausyiah yang disampaikan ustad yang terkenal menghibur dan mampu memberikan pencerahan batin bagi pendengarnya ini. Apalagi Abdul Somad disebut-sebut masuk bursa salah satu calon wakil presiden (cawapres) dalam Pilpres 2019 mendatang.

Dalam Tabligh Akbar yang mengusung tema Islam Rahmatan Lil Alamin Antara Multikulturalisme, Keislaman, dan Keindonesiaan ini, Ustad Somad sempat memberikan klarifikasi  mengenai isu tawaran dirinya menjadi calon wapres tersebut. Penceramah kondang asal Riau ini meminta didoakan menjadi ustad saja sampai akhir hayatnya. Dia lebih memilih jadi pendakwah ketimbang cawapres.

“Doakan Ustad Somad istikamah jadi ustad sampai mati. Ini ada dunia pendidikan dan dakwah, biarkan Ustad Somad fokus pendidikan dan dakwah saja,” katanya disambut tepuk tangan dari peserta tabligh akbar.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Abdul Somad mengaku terkesan dengan sambutan saat tiba di Kota Semarang karena ternyata disambut oleh kepolisian dan TNI seperti pejabat penting saja sekelas Wakil Presiden.  “Kota Semarang ini luar biasa, yang menyambut TNI dan Polri, disambut seperti calon wakil presiden saja,” kelakarnya yang disambut tawa hadirin, termasuk Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono yang hadir.

Namun, Abdul Somad langsung menegaskan tidak maksud untuk menjadi cawapres, seraya kembali melanjutkan tausiyahnya. Dia justru mengajak generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, yang hadir untuk menggapai cita-citanya yang disebutkannya berpeluang untuk mengisi enam paket jabatan negara.

“Ada anggota legislatif kabupaten, kota, provinsi, pusat, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), presiden, dan wakil presiden. Ada peluang enam paket yang bisa kalian isi,” katanya.

Kalau merasa mampu, kata dia, tidak ada salahnya untuk mencoba peluang tersebut, tetapi jika masih merasa belum mampu, generasi muda masih mempunyai hak pilih yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Kalau mampu, calonkan diri kalian. Kalau tidak mampu, kalian masih punya suara untuk memilih. Nanti, ketika mencoblos kertas pada 2019 (pemilu dan pilpres), ingat kalian sedang memilih pemimpin,” ujarnya.

Tidak hanya Ustad Somad sebagai daya tarik jamaah, tapi juga host Arie Untung yang memandu acara tersebut

“Saya merasa terharu melihat antusias jamaah yang begitu tinggi. Semua berkumpul dalam satu majelis bersama Ustad Somad untuk mencari ridho Allah,” ujar Rektor Unissula, Ir H Prabowo Setiyawan sambil menitikkan air mata haru.

Ketua Panitia Tabligh Akbar, Winanto, mengatakan, saat ini Indonesia kerap kali diterpa isu disintegrasi dan isu intoleransi di kalangan masyarakat. Karena itu, untuk menyambut datangnya tahun baru Hijriyah, pihak panitia mengadakan Tabligh Akbar yang mengundang Ustad Abdul Somad.

“Selama beberapa bulan kami sudah melakukan rekam jejak ke sejumlah calon narasumber, dan hasilnya Ustad Abdul Somad lah yang menurut kami paling cocok untuk mengisi Tabligh Akbar ini, karena dalam setiap ceramahnya beliau selalu menyampaikan substansi yang berutujuan untuk mempersatukan NKRI dengan berbagai keberagaman yang ada di dalamnya,” papar Winanto.

Winanto menambahkan, adanya tuduhan radikalisme yang ditujukan kepada Ustad Abdul Somad yang disampaikan salah satu ormas, merupakan sebuah tindakan yang keliru. Pihaknya menganggap tindakan tersebut terjadi karena minimnya informasi mengenai Ustad Abdul Somad yang mungkin tidak diketahui oleh ormas tersebut.

Majelis Pimpinan Pemuda Pancasila Kota Semarang, Danang Soetadi, menyampaikan adanya penolakan Ustad Abdul Somad di Kota Semarang dari salah satu ormas hanyalah sebuah tindakan untuk mencari sensasi belaka.

“Kalau mau melarang jangan hanya cari sensasi di media sosial saja, tuduhan radikalisme Ustad Abdul Somad nyatanya tidak bisa mereka buktikan hingga sekarang, bahkan dalam ceramah kali ini Ustad Abdul Somad menekankan pentingnya keutuhan NKRI dengan berbagai keberagamanya,” kata Danang.

Seorang peserta Tabligh Akbar, Mutiara Nur, juga ikut mengomentari hal tersebut. Baginya sejumlah tuduhan radikalisme yang ditujukan kepada Ustad Abdul Somad tidak terbukti. Karena saat acara berlangsung, Ustad Abdul Somad justru berbicara banyak mengenai pentingnya toleransi antarumat beragama.

“Tema yang diangkat sangat bagus, ternyata opini sejumlah orang yang menganggap Ustad Abdul Somad seorang radikalisme sangatlah tidak benar, karena beliau justru mengajak umat muslim untuk menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama di Indonesia,” ucap Mutiara.

Selain di Unissula, tadi malam Ustad Abdul Somad juga menghadiri Tabligh Akbar Lapangan Leboh Kelurahan Pedurungan Kidul, dan Selasa (31/7) hari ini di Masjid Jatisari BSB, Mijen.

Sebanyak 400 personil keamanan gabungan yang terdiri atas TNI dan Polri menjaga kelancaran acara tersebut.

Dikatakan Aris, salah satu panitia, penjagaan dilakukan mulai dari SMA Islam Sultan Agung 3, pintu masuk Unissula hingga pintu masuk auditorium.

‘’Kalau jumlahnya kurang tahu. Yang pasti paling banyak ada di SMA Islam Sultan Agung 3,” ujarnya.

Penjagaan juga dilakukan personil Pemuda Pancasila dan Laskar Pembela Islam. Pantauan koran ini, polisi juga menyiapkan mobil baracuda di tempat UAS berceramah.

Sebelum pelaksanaan Tabligh Akbar di Unissula, ditemui di Gedung Berlian usai menghadiri rapat paripurna, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menyampaikan, bahwa Polda Jateng mengerahkan personil untuk melakukan pengamanan sejak kedatangan ustad kelahiran Silo Lama, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 itu, hingga usai menyampaikan ceramahnya yang dimulai sekitar pukul 13.45. Hanya saja, mengenai jumlah, kapolda enggan untuk membeberkan secara rinci. ”Surat tanda terima pemberitahuan tentang kegiatan di Unissula itu tetap kita keluarkan dan kita berikan pengamanan,” kata Condro.

Kabar kegiatan ceramah Ustad Abdul Somad sempat menuai penolakan dari sejumlah ormas Semarang karena dianggap menyebarkan radikalisme dan antikeberagaman dalam ceramahnya. Menanggapi hal ini, kapolda juga mengimbau agar tidak ada yang memaksakan kehendak. Condro juga menjadi salah satu dari ribuan jamaah yang menyimak paparan ceramah dari UAS di Auditorium Unissula.  (cr2/sga/mg12/mg14/mg15/mg21/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Papsmear Gratis Klinik Ruby Medika

RADARSEMARANG.COM - KLINIK Ruby Medika menggelar Deteksi Kanker Servik Sejak Dini, Papsmear gratis, Sabtu (7/4) pukul 07.00 - 12.00 di Klinik Ruby Medika, Jalan...

Siapkan Sarjana untuk Bersaing di Era MEA

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), berbagai pendidikan tinggi kesehatan mulai berlomba memberikan kompetensi tambahan kepada lulusan mereka. Rektor Universitas Ngudi...

Indawati Kusuma, Penggagas Earth Market

Tiga tahun berturut-turut, Indawati Kusuma berhasil jadi jembatan antara para artisan kuliner sehat dan orang yang menerapkan healthy life. Setiap bulan, dia menghadirkan Earth...

Tangkal Komunis, Santri Tonton Film

PURWOREJO—Meski masih menuai pro-kontra, pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI tetap dilaksanakan oleh sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid. Sekitar 1.800 santri...

Nam Air Buka Rute Semarang-Karimunjawa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pesawat Nam Air melakukan penerbangan perdana Semarang-Karimun Jawa, Rabu (1/8) kemarin. Penerbangan reguler charter (sewa reguler) ini, dikelola oleh pihak manajemen Bandara Charter...

Berlayar Bersama Costa NeoRomantica (1)

Costa NeoRomantica memosisikan diri sebagai kapal pesiar keluarga. Tidak hanya fasilitas-fasilitasnya yang ramah segala usia, tapi kru yang melayani para penumpang pun bekerja dengan...