Kenalkan Jajanan Khas hingga Tanamkan Kerukunan

Ardiawan Bagus Harisa dkk Ciptakan Board Game Balap Kuliner

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM – Zaman now permainan meja atau board game sudah mulai luntur. Kalah dengan game online maupun aplikasi game di handphone. Ardiawan Bagus Harisa dan empat rekannya mencoba mengembalikan kejayaan board game. Seperti apa?

JOKO SUSANTO

DULU kita mengenal board game seperti Ular Tangga dan Monopoli. Namun belakangan sudah ditinggalkan, dan lebih memilih memainkan gadget. Untuk mengembalikan board game ini, Ardiawan Bagus Harisa membuat inovasi baru. Pria 26 tahun ini bersama empat rekannya berinovasi membuat board game dengan nama “Balap Kuliner”.  Menariknya, permainan konvensional ini dibuat dengan menampilkan jajanan dan situs peninggalan di Kota Semarang.

Keempat rekannya itu, Reza Faiz Atta Rahman dan Reza Akbar Setyawan, keduanya Sarjana Teknik Informatika Udinus, Semarang. Dua lainnya, Dini Marlina, ilustrator buku cerita anak, dan Abigail Tan, ilustrator muda. Keduanya berperan sebagai ilustrator dalam mengerjakan board game Balap Kuliner.

Para perancang board game Balap Kuliner juga menampilkan kerukunan antar manusia yang hidup di sebuah kota meskipun berasal dari ras atau daerah berbeda. Bahkan juga ada pesan moral di dalamnya. Ada pesan untuk mendekatkan interaksi orangtua dan anak dalam sebuah permainan di atas meja. “Permainan ini kami buat memang untuk keluarga, supaya orangtua dan anak lebih banyak waktu untuk saling berkomunikasi lewat game. Apalagi soal makanan. Bisa jadi sambil main, sambil mikirin makanan gitu, pasti enak,”kata Ardiawan Bagus Harisa sambil tersenyum.

Dalam permainan tersebut, kata dia, menceritakan tentang turis lokal hingga mancanegara yang bertemu di festival kuliner di Kota Semarang. Kemudian, para turis berlomba untuk mencicipi roti ganjel rel, manisnya wingko babat, lezatnya bandeng presto, hingga kegurihan lunpia.

Namun untuk mencari jajanan lezat itu, para turis harus bekerja keras untuk mencari jalan tercepat menuju toko-toko jajanan tersebut. Belum lagi mereka akan dihadapkan dengan panasnya cuaca dan hiruk pikuk lalu lintas di pusat kota. Tak hanya itu, mereka juga harus menunggu shuttle bus untuk bisa pulang dan membawa kuliner kota tersebut.

Reza Faiz Atta Rahman menambahkan, permainan tersebut bisa dimainkan 2-4 pemain, dengan usia minimal 10 tahun. Ia menyampaikan, dengan mekanik grid movement dan card, game ini memerlukan waktu 20 menit untuk setiap permainan. Sedangkan komponen game terdiri atas satu papan permainan, dua bidak bus, empat bidak karakter, delapan kartu jajanan, 20 kartu jalur, dan 32 kartu lantas (lalu lintas) atau kartu aksi.  Target utama dari board game bakul adalah keluarga.

“Pada setiap giliran pemain, ada empat tahapan yang harus dilakukan. Pertama, menggunakan kartu di mana pemain dapat menggunakan selanjutnya,” katanya.

Dini Marlina menyebutkan, keuntungan bermain board game adalah dapat lebih banyak berinteraksi secara langsung kepada semua pemain. Sehingga menjadi cara manjur untuk mengurangi kecanduan pada device digital atau gawai.

“Kalau di game online, banyak konten atau percakapan negatif yang susah difilter, karena banyak pemain dengan berbeda-beda latar belakang dan tidak saling mengetahui masing-masing,” ujarnya.

Sejumlah keunggulan permainan ini, dikatakannya, dibutuhkan pemikiran untuk menyusun jalan. Seperti pada permainan monopoli, pemain lebih banyak tergantung pada unsur ketidakpastian, karena langkah pemain tergantung dari dadu. Maka permainan Balap Kuliner meminimalisasi unsur tersebut. Sebagai alternatif, pemain menggunakan kartu aksi di mana pemain dapat memilih sendiri aksi yang diinginkan.

“Permainan Balap Kuliner masih sebatas kami pasarkan melalui toko-toko online. Jika ingin mengerti lebih detail, literasi tentang latar belakang permainan dapat diakses melalui https://balapkuliner-337.mailtrgt.com/,” jelasnya. (*/aro)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

Random News

Taruna Akmil Berlatih Menembak Mortir

KEBUMEN- Sebanyak 228 taruna dan taruni tingkat III Akademi Militer (Akmil) Magelang mengikuti latihan menembak senjata bantuan di lapangan tembak Dinas Penelitian dan Pengembangan...

Begal Berpistol Tembak Wisatawan

TANJUNG MAS - Komplotan begal jalanan di Kota Semarang semakin ganas. Mereka tak hanya beraksi menggunakan senjata parang, tapi juga pistol jenis airsoft gun....

Kapolda Usut Beking Perjudian

KAPOLDA Jateng Irjen Pol Nur Ali tidak memungkiri dalam praktik perjudian biasanya ada aktor intelektualnya, termasuk beking. Terkait dugaan adanya oknum polisi maupun swasta...

Sita Miras dan Ribuan Petasan

DEMAK-Operasi terhadap penyakit masyarakat (pekat) yang dijalankan aparat Polres Demak, polisi berhasil menyita sebanyak 90 liter minuman keras (miras) oplosan, sekitar 300 botol miras,...

More Articles Like This

- Advertisement -