33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Karyanya Banyak Dipesan Konsumen Mancanegara

Yoga Siratmoko, Perajin Patung Pahat Ukir dari Kayu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Yoga Siratmoko, satu-satunya perajin patung pahat dan ukir berbahan dasar kayu di Kota Magelang. Meski tak mengenyam pendidikan seni rupa secara khusus, ia berhasil membuat ribuan karya yang mengagumkan.

YOGA, panggilan akrabnya. Bapak satu anak ini tinggal di rumah sederhana, di Jalan Sunan Ampel V, RT 2 RW 1, Jurangombo Selatan. Bakat seninya terlihat sejak kecil. Awalnya, Yoga mengasah keterampilannya menjadi seorang pelukis di Jakarta.

Merasa jenuh dan rindu kampung halaman, ia mengadu nasib melamar pekerjaan di salah satu perusahaan kayu lapis di daerah Magelang. Nahas, ia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), karena performa perusahaan menurun.

Ia sempat berkecil hati. Tapi, selama bekerja di kayu, ia kerap mengotak-atik limbah kayu untuk dibuat patung. Pengalaman itu dimulai tahun 2008. Awalnya hanya berbentuk puzzle. Mengingat bahan yang digunakan tidak utuh. “Paling awal sekali, saya bikin gantungan kunci, terus naik bikin patung berupa rangkaian-rangkaian. Setelah sudah cukup mahir, saya coba membuat patung dari kayu utuh,” tuturnya.

Pria kelahiran Magelang, 22 April 1969 itu kerap menemui kegagalan dalam membuat suatu karya. Namun, ia memiliki sifat yang tidak gampang berpuas diri. Justru inilah yang mendorong dirinya terus mencoba hingga banyak yang mengagumi karyanya. Ia pun menerima pesanan dari berbagai daerah. Ada pula pesanan dari mancanegara, seperti Jerman dan Italia. Teman-temannya secara sukarela membantu pemasaran online. “Kadang dari mulut ke mulut, tahu-tahu ada yang datang ke rumah untuk pesan. Alhamdulillah,” ujarnya sembari mengucap syukur.

Suami Kuntiati ini mengenang, almarhum ayahnya berhasil memberikan motivasi kuat untuk memanfaatkan potensi diri, sekalipun keterampilannya otodidak. Ia bercerita, dulu ayahnya seorang perajin kusen di Jepara. “Nek bapakmu wong duwe, kowe  wis tak sekolahke ning Jogja. Pesenku, opo sing iso, ditekuni, (andai ayahmu orang punya, kamu sudah ayah sekolahkan (seni) di Jogjakarta. Pesanku, apa yang kamu bisa, tekunilah, Red),” ucapnya menirukan sang ayah.

Kini, ia menjaga eksistensinya. Tiap minggu, ia bisa menyelesaikan sekitar 5 patung.  Baik untuk memenuhi pesanan, maupun mengisi tokonya yang ada di Salatiga. Mulai dari topeng kayu, patung karakter hewan, hingga karakter tokoh kartun. Karya miliknya, diberi label Yoga Art. “Saya paling suka bikin naga,” ucapnya sembari senyum.

Sementara bahan kayu yang ia gunakan beragam. Kayu waru, albasia, sengon, hingga jati. “Konsumen boleh membawa bahan kayu sendiri dari rumah, atau menggunakan kayu yang sudah saya siapkan,” tambahnya.

Dia juga memiliki mimpi besar untuk membuka toko di kota kelahirannya. Harapan lain, ia ingin anak-anak muda di Kota Sejuta Bunga ada yang tertarik menjadi perajin patung. “Kalau ada yang minat, saya siap bantu sampai bisa,” tuturnya. Ia juga yakin, pemerintah akan sangat terbuka untuk membantu masyarakat, bila serius ingin belajar menjadi perajin kayu, khususnya untuk seni pahat dan ukir.  

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Sri Retno Murtiningsih mengungkapkan, bahwa Disperindag sebagai instansi pembina pelaku kerajinan, sudah beberapa kali memfasilitasi Yoga mengikuti pameran hingga tingkat nasional. Untuk membantu promosi, produk Yoga juga telah dimuat dalam Buku Katalog Kerajinan Kota Magelang. Selain itu, pihaknya pernah mengikutsertakan Yoga pada pelatihan diversifikasi sangkar burung.

“Namun kami sangat mendukung, jika ada masyarakat ingin belajar memahat kayu dan mengukir. Tentunya kami akan memberikan pelatihan bagi pelaku pemula dengan mengandeng Yoga Art dan dalam hal ini kami akan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang,” ungkap Retno. (adv)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tidak Makan Anthony Bourdain

Oleh: Dahlan Iskan Makan apa selama di Lebanon? Saya justru ingin tahu: Anthony Bourdain makan apa di mana? Kalau ia lagi di Beirut?Bourdain kan ahli...

Update Ilmu, Tangani Penularan Virus Hepatitis B

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penularan virus berbahaya Hepatitis B sejauh ini kian tinggi. World Health Organization (WHO) mencatat, Indonesia menempati peringkat ke tujuh di dunia...

Gotong Royong Tak Sebatas Kerja Bakti

RADARSEMARANG.COM, PATI-Waktu belum menunjukkan pukul 06.00. Namun, Desa Margorejo, Kamis (26/4), sudah terlihat ramai. Para siswa dari sekolah dasar (SD) setempat mulai berjajar di sepanjang...

Menjadi Kreatif, Mungkinkah?

RADARSEMARANG.COM - PERNAHKAH mendengar ada orang mengatakan, “Saya kan tidak kreatif, maka jangan berikan tugas ini kepada saya”. Ada orang tua yang selalu mengatakan...

SMK Citra Medika Ingin Mendunia

MAGELANG – SMK Citra Medika Magelang Kota Magelang bekerjasama dengan PT JIPA (Japan Indonesia Program Akademik) dalam menyalurkan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan keperawatan, sekaligus...

Layanan UPTSA DPMPTSP Terkendala OPD

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Rencana Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kendal mengembangkan layanan satu atap mengalami kendala. Lantaran masih ada Organisasi...