Dua Calhaj Batang Wafat di Tanah Suci

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dua orang calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 keberangkatan dari embarkasi haji Donohudan Solo wafat di tanah suci Makkah.

Dua jamaah tersebut yakni, Siti Aminah, 57, warga Desa Tegalsari RT 06 RW 01 Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang dan Supriyati, 51, warga Dukuh Kalipucang, Desa Kranggan RT 01 RW 07 Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang.

“Dari laporan yang masuk, almarhumah Siti Aminah wafat pada 23 Juli 2018, karena mengidap penyakit cardio vascular. Sedang almarhumah Supriyati meninggal pada 29 Juli 2018, karena mengidap penyakit respiratory,” terang Andi Afifudin, Operator Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Batang Selasa (31/7/2018).

Dijelaskan, Siti Aminah wafat di pemondokan Madinah dan Supriyati wafat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Lanjut Andi, kedua calhaj ini telah dinyatakan istitha’ah (kemampuan melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental dan perbekalan, Red) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), karena telah mengantongi surat istitha’ah sebelum pelunasan haji.

“Dari keterangan pihak keluarga untuk almarhumah Supriyati, diakui memang pernah menderita penyakit stroke dan kanker,” terang Andi.

Sementara itu Surwiyadi perangkat Desa Kranggan mengatakan, bahwa Supriyati dalam kurun waktu satu tahun terakhir memang mengalami sakit sakitan. Almarhumah sering keluar masuk rumah sakit untuk opname maupun sekadar memeriksakan kesehatannya.

“Saya kurang tahu sakit yang diderita Supriyati ini apa. Kemarin pada saat akan pemberangkatan, saya melihat almarhumah dalam keadaan ceria dan sehat-sehat saja,” imbuhnya.

Supriyati, kata Surwiyadi berangkat menunaikan ibadah haji bersama suaminya. Pasangan ini mendaftar haji pada tahun 2011. “Kami belum mendapatkan info lebih lanjut dari Kantor Kemenag Batang, apakah jenazah dipulangkan atau tidak,” ucapnya.

Sedang Imam Khasani, anak almarhumah Supriyati mengatakan, pertama kali mendapatkan kabar wafatnya ibunya langsung dari sang ayah. Ia ditelepon dari Makkah setelah setengah jam ibunda meninggal dunia.

“Sebelumnya, Ibu mempunyai riwayat penyakit vertigo terus menjalar ke jantung ke saraf sampai terakhir ibu sakit stroke. Keluarga mengharap, agar jenazah Ibu bisa dimakamkan di tanah suci Makkah,” tandasnya. (han/lis)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -