33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Droping Air Tak Atasi Kekeringan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Mengantisipasi bencana kekeringan di Jateng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merencanakan program pembuatan sumur dan pipanisasi ke rumah warga daerah terdampak. Sebab, droping air dirasa tidak akan mengatasi persoalan kekeringan yang rutin terjadi setiap tahunnya.

Plh Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana mengatakan bahwa dalam pembuatan sumur pihaknya harus bekerjasama dengan ahli untuk melakukan survei. Hal ini penting dilakukan agar sumur yang dibuat benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Karena akuntabilitas kinerjanya kan harus bisa sampai masuk rumah penduduk. Kalau tidak, berarti proyek asal jalan saja. Jadi benar-benar harus hati-hati dalam pembuatan sumur ini,” imbuhnya.

Mengenai hal ini, pihaknya terus mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar dana siap pakai bisa segera turun. Sementara ini, untuk mengantisipasi bencana kekeringan, BPBD masih melakukan droping air bersih ke tempat yang membutuhkan. Terhitung per 30 Juli total droping air sudah sebanyak 1195 tangki di 93 kecamatan dan 221 desa. ”Kalau kami kalikan jumlah liter, satu tangki kira-kira 5ribu liter. Sudah berapa juta yang didistribusikan,” ujarnya.

Salah satu daerah yang sudah mendapat droping air bersih, disebutkan olehnya, adalah daerah Wonosobo. “Wonosobo sudah. Banjarnegara sebentar lagi akan kami lakukan droping air. Tapi beberapa kabupaten, sepertii Blora malah belum. Grobogan sudah tetapi sedikit,” ujarnya sembari berharap, kemarau di Jateng tidak berlangsung dalam waktu yang panjang.

Dijelaskan pula olehnya, hingga saat ini dana BPBD sebesar Rp 600 juta belum digunakan sama sekali. Hal ini karena, sejumlah daerah kabupaten sudah mulai memanfaatkan sumber mata air di daerahnya dengan dibantu coorporate social responsibility (CSR), terutama dari lembaga perbankan, dunia usaha dan alumni.

“Harapan saya dana kabupaten/kota tidak usah ambil provinsi. Sehingga yang provinsi dikembalikan. Kalau mereka menggunakan dana provinsi, berarti di sana kehabisan dana. Berarti mereka nggak membangun komunikasi dengan CSR,” ujarnya. (sga/mg12/mg14)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kerajinan Tangan Jadi Sumber Pendapatan

BANCAK – Desa Plumutan dikenal sebagai desa penghasil rogo-rege atau hasil kerajinan tangan berupa anyaman dari lidi. Hampir 90 persen warga Desa Plumutan, terutama yang...

Smartfren Siap Pasarkan iPhone 7

SEMARANG - PT Smartfren Telecom, terus melakukan inovasi. Belum lama ini, meluncurkan kartu perdana 4G Gaya Semau Mu (4G GSM+). Produk ini memanjakan pelanggan...

DPU Ajukan Lelang Proyek

DEMAK-Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Demak berupaya keras agar tahapan lelang proyek pembangunan dapat segera diselesaikan. Kini, DPU kembali mengusulkan tahapan lelang tersebut melalui...

Stop Bullying dengan Penguatan Pendidikan Karakter

DEWASA ini kasus bullying masih menjadi isu penting di masyarakat Indonesia. Perilaku yang menyimpang ini bahkan marak di kalangan siswa. Berdasarkan hasil riset yang...

Pemkot Tunggu Surat PSIS

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) masih menunggu pemberitahuan resmi dari manajemen PSIS Semarang terkait kejelasan status...

TKW Asal Pabelan Meninggal di Arab

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Keluarga Purtiyem masih menunggu kedatangan jenazah Tenaga Kerja Wanita (TKW) warga Dusun Randusari Desa Glawan, Kecamatan Pabelan itu yang dikabarkan meninggal...