Buru Pemasok Upal dari Semarang

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Seorang ibu dan anak diamankan petugas Polsek Kedungwuni, Polres Pekalongan, Minggu (29/7), karena diduga menjadi kurir uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu. Kedua tersangka bernama Sri Yinawati, 47, dan Dio Stefanus, 25, warga Desa Sidorejo, Kabupaten Pemalang.

Bermula dari laporan pedagang Pasar Kedungwuni yang curiga dengan ibu dan anak yang berbelanja dengan uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Berdasarkan laporan, Sat Reskrim Polsek Kedungwuni langsung mencari keduanya. Saat itu tersangka tengah beristirahan di musala depan Terminal Kedungwuni.

Petugas pun menggeledah dua tas yang dibawa Sri dan Dio. Dan ditemukan sebanyak 184 lembar upal pecahan Rp 100 ribu, yang belum sempat dibelanjakan.

Dari hasil penyelidikan di Polsek Kedungwuni, keduanya ternyata hanya sebagai kurir upal yang telah dipesan oleh warga Kedungwuni. Namun uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 184 belum sempat diambil oleh pemesan, keduanya keburu tertangkap oleh petugas.

Saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Senin (30/7) kemarin, Sri pura-pura pingsan untuk menghindari jepretan dan pertanyaan awak media. Petugas pun kemudian memapahnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, menjelaskan bahwa ibu dan anak ini bertugas sebagai kurir, untuk mengantarkan uang palsu kepada pemesan dari kenalannya di Semarang. Setiap kali pengiriman uang palsu diberi upah r Rp 200 ribu uang asli.

Menurutnya, selama di wilayah Kabupaten Pekalongan sendiri, Sri mengaku sudah lima kali mengantarkan upal di satu titik yang sama, yakni di dekat Pasar Kedungwuni.

“Biasanya uangnya sedikit hanya lima juta, namun kali ini jumlahnya cukup banyak hingga 184 lembar pecahan Rp 100 ribu. Pemasoknya dari Semarang, saat ini masih kami buru,” jelas AKBP Wawan.

Keduanya dijerat dengan Pasal 36 (3) UU no 7 th 2011 yo pasal pasal 55 (1) ke 1 KUHP subsider pasal 36 (2)  UU no 7 th 2011 yo pasal 55 (1) ke 1 KUHP ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 50 miliar. (thd/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -