33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Buru Pemasok Upal dari Semarang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Seorang ibu dan anak diamankan petugas Polsek Kedungwuni, Polres Pekalongan, Minggu (29/7), karena diduga menjadi kurir uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu. Kedua tersangka bernama Sri Yinawati, 47, dan Dio Stefanus, 25, warga Desa Sidorejo, Kabupaten Pemalang.

Bermula dari laporan pedagang Pasar Kedungwuni yang curiga dengan ibu dan anak yang berbelanja dengan uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Berdasarkan laporan, Sat Reskrim Polsek Kedungwuni langsung mencari keduanya. Saat itu tersangka tengah beristirahan di musala depan Terminal Kedungwuni.

Petugas pun menggeledah dua tas yang dibawa Sri dan Dio. Dan ditemukan sebanyak 184 lembar upal pecahan Rp 100 ribu, yang belum sempat dibelanjakan.

Dari hasil penyelidikan di Polsek Kedungwuni, keduanya ternyata hanya sebagai kurir upal yang telah dipesan oleh warga Kedungwuni. Namun uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 184 belum sempat diambil oleh pemesan, keduanya keburu tertangkap oleh petugas.

Saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Senin (30/7) kemarin, Sri pura-pura pingsan untuk menghindari jepretan dan pertanyaan awak media. Petugas pun kemudian memapahnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, menjelaskan bahwa ibu dan anak ini bertugas sebagai kurir, untuk mengantarkan uang palsu kepada pemesan dari kenalannya di Semarang. Setiap kali pengiriman uang palsu diberi upah r Rp 200 ribu uang asli.

Menurutnya, selama di wilayah Kabupaten Pekalongan sendiri, Sri mengaku sudah lima kali mengantarkan upal di satu titik yang sama, yakni di dekat Pasar Kedungwuni.

“Biasanya uangnya sedikit hanya lima juta, namun kali ini jumlahnya cukup banyak hingga 184 lembar pecahan Rp 100 ribu. Pemasoknya dari Semarang, saat ini masih kami buru,” jelas AKBP Wawan.

Keduanya dijerat dengan Pasal 36 (3) UU no 7 th 2011 yo pasal pasal 55 (1) ke 1 KUHP subsider pasal 36 (2)  UU no 7 th 2011 yo pasal 55 (1) ke 1 KUHP ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 50 miliar. (thd/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tergolek Sakit di Ranjang, Dikunjungi Staf Presiden

Ny Sri Sukanti, 81, mendadak mencuri perhatian warga Salatiga. Lansia itu rumahnya dikunjungi pejabat Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yakni Imam Prasodjo dan Jaleswari Pramodharwardani,...

Menjadi Aneh di Hussainiah

Kami masih nyamil saat sang imam maju ke tempatnya. Ada 20-an orang di dalam masjid Syiah di San Antonio, Texas ini. Imam duduk bersimpuh di...

Singorojo Optimistis Bisa Bersaing

KENDAL - Sekolah-sekolah di wilayah UPTD Kecamatan Singorojo mungkin belum begitu menonjol dalam hal prestasi bila dibandingkan dengan sekolah lain di Kabupaten Kendal. Namun,...

PT Islam Harus Ikut Tangkal Radikalisasi

WONOSOBO - Asosiasi Pascasarjana Agama Islam Swasta Indonesia (APAISI) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke IV di Universitas Sains Al Quran (Unsiq) Wonosobo. Salah...

Peradi Ajak Siswa Jadi Advokat

SEMARANG - Dari 33 siswa kelas IIIB SD Pangudi Luhur (PL) Bernadus, Kota Semarang, sedikitnya ada 6 siswa termotivasi ingin menjadi seorang advokat. Hal...

Jangkauan Pasar Lebih Luas

SEMARANG – Tren ekonomi digital di Indonesia sudah tidak bisa dibendung lagi, membuat Global Elektronik tetap fokus pada penjualan offine maupun online. Peralihan ke...