33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Buru Pemasok Upal dari Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Seorang ibu dan anak diamankan petugas Polsek Kedungwuni, Polres Pekalongan, Minggu (29/7), karena diduga menjadi kurir uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu. Kedua tersangka bernama Sri Yinawati, 47, dan Dio Stefanus, 25, warga Desa Sidorejo, Kabupaten Pemalang.

Bermula dari laporan pedagang Pasar Kedungwuni yang curiga dengan ibu dan anak yang berbelanja dengan uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Berdasarkan laporan, Sat Reskrim Polsek Kedungwuni langsung mencari keduanya. Saat itu tersangka tengah beristirahan di musala depan Terminal Kedungwuni.

Petugas pun menggeledah dua tas yang dibawa Sri dan Dio. Dan ditemukan sebanyak 184 lembar upal pecahan Rp 100 ribu, yang belum sempat dibelanjakan.

Dari hasil penyelidikan di Polsek Kedungwuni, keduanya ternyata hanya sebagai kurir upal yang telah dipesan oleh warga Kedungwuni. Namun uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 184 belum sempat diambil oleh pemesan, keduanya keburu tertangkap oleh petugas.

Saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan, Senin (30/7) kemarin, Sri pura-pura pingsan untuk menghindari jepretan dan pertanyaan awak media. Petugas pun kemudian memapahnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, menjelaskan bahwa ibu dan anak ini bertugas sebagai kurir, untuk mengantarkan uang palsu kepada pemesan dari kenalannya di Semarang. Setiap kali pengiriman uang palsu diberi upah r Rp 200 ribu uang asli.

Menurutnya, selama di wilayah Kabupaten Pekalongan sendiri, Sri mengaku sudah lima kali mengantarkan upal di satu titik yang sama, yakni di dekat Pasar Kedungwuni.

“Biasanya uangnya sedikit hanya lima juta, namun kali ini jumlahnya cukup banyak hingga 184 lembar pecahan Rp 100 ribu. Pemasoknya dari Semarang, saat ini masih kami buru,” jelas AKBP Wawan.

Keduanya dijerat dengan Pasal 36 (3) UU no 7 th 2011 yo pasal pasal 55 (1) ke 1 KUHP subsider pasal 36 (2)  UU no 7 th 2011 yo pasal 55 (1) ke 1 KUHP ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 50 miliar. (thd/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dorong Mahasiswa Perkuat Soft Skill

SEMARANG – Dalam dunia kerja, prestasi akademik ataupun nilai hard skill yang bagus terkadang dinomor duakan. Perusahaan lebih memilih tenaga kerja yang memiliki soft...

Pengedar ’Ganja Cair’ Dibekuk

SEMARANG - Seorang bandar narkoba asal Bergas, Kabupaten Semarang diringkus aparat Polda Jateng. Selain menyita barang bukti narkoba jenis ganja, petugas juga mengamankan berbagai...

Panggil Pengusul Raperda Copy Paste

UNGARAN - Terungkapnya raperda copy paste (copas) yang diajukan Pemkab Semarang dalam Sidang Paripurna DPRD setempat berbuntut panjang. Pimpinan DPRD Kabupaten Semarang berencana memanggil...

Shelter Taman KB Segera Dibongkar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Dinas Perdagangan Kota Semarang meminta agar pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman KB Jalan Menteri Supeno segera persiapan untuk mengosongkan shelter...

Izin Trayek Sudah Habis, Mikrobus Dilarang Operasi

BANJARNEGARA – Tiga unit mikrobus jurusan Banjarnegara – Purwokerto untuk sementara tidak boleh beroperasi. Mikrobus tersebut tidak lolos ketika diperiksa oleh petugas Terminal Induk...

Hari Ini Puncak Haul 

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ponpes Fathul Huda, Dukuh Karanggawang, Desa Sidorejo, Kecamatan Sayung menggelar peringatan Haul Al Masyayikh. Puncak kegiatan yang dilaksanakan Selasa (10/4) hari  ini...