33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

41 Pejabat Mangkir Diperikasa

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kendal memanggil 41 Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (30/7). Para pejabat eselon III itu dipanggil untuk dimintai keterangan terkait ketidakhadirannya dalam peringatan HUT ke-413 Kabupaten Kendal. Dari 41 pejabat tersebut, hanya 30 ASN yang hadir.

Pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kendal, Mirna Annisa, yang kecewa terhadap banyaknya pejabat yang mangkir dan membolos pada pelaksanaan HUT Kendal, Sabtu (28/7) lalu. “Kami panggil untuk kami mintai keterangan, sehingga dapat menentukan langkah selanjutnya,” kata Kepala BKPP Kendal, Agus Dwi Lestari, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakan, pada saat HUT Kendal, ada 114 pejabat yang diundang.  Dari 114 undangan tersebut, hanya 73 yang hadir. Sisanya 41 pejabat tersebut mangkir atau mengikuti kegiatan, tapi tidak sampai selesai alias membolos.

Dari 41 pejabat tersebut, 18 di antaranya tidak hadir sama sekali tanpa ada keterangan. Sedangkan 23 lainnya hadir dan mengikuti peringatan HUT Kendal tapi tidak sampai selesai acara. “18 pejabat kami minta keterangan kenapa tidak hadir sama sekali, sedangkan 23 lainnya alasan kenapa meninggalkan acara sebelum selesai,” tandasnya.

Rata-rata, diakuinya, mereka yang tidak hadir lantaran ada tugas kedinasan. Tapi ada juga yang tidak hadir tanpa ada alasan kedinasan alias kepentingan pribadi. “Bagi ASN yang tidak hadir karena tugas kedinasan, harus ada nota dinas atau disposisi dari pimpinan OPD setempat yang menerangkan ada penugasan kedinasan,” jelasnya.

Permintaan keterangan tersebut dilakukan untuk proses klarifikasi. Yakni, sebagai dasar langkah selanjutnya dikoordinasikan dengan Inspektorat Kendal. “Dan laporan kepada pimpinan OPD setempat,” paparnya.

Hasil pemeriksaan juga sebagai acuan untuk menentukan besaran sanksi yang akan diberikan kepada 41 pejabat tersebut. Yakni, dengan mendasarkan pada Peraturan  Pemerintah (PP) Nomor 53  Tahun 2010 tentang disiplin PNS. “Apakah perbuatan tersebut dapat dikategorikan pelanggaran disiplin atau tidak,” tuturnya.

Pembuktian tersebut nantinya BKPP akan menyerahkan tim auditor ataupun Inspektorat Kendal untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika terbukti bersalah, maka sesuai perundangan ada tiga sanksi, yakni ringan, sedang dan berat.

Sanksi ringan, yakni kesalahan dalam lingkup ruang atau unit kerja (OPD setempat). Sanksi sedang dalam lingkup daerah, dan sanksi berat dalam lingkup nasional. “Karena ini menyangkut daerah, jika terbukti bersalah, maka pejabat yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi sedang,” katanya.

Sanksi sedang sendiri ada tiga, yakni berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, penundaan kenaikan pangkat/jabatan selama satu tahun dan penurunan jabatan satu tingkat lebih rendah di bawahnya selama satu tahun.  “Kategori kesalahannya mengabaikan tugas dari pimpinan,” imbuhnya.

Salah seorang pejabat yang mangkir, Sutadi, Sekretaris Disdikbud, mengatakan jika dirinya memang tidak hadir dalam perayaan HUT Kendal. Hal itu lantaran dirinya mendapatkan tugas dari pimpinan untuk dinas luar.

“Saya dapat tugas untuk mengisi materi tentang Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kurikulum Sekolah. Sehingga tidak bisa hadir, kami buktikan dengan nota dinas dari Kepala Disdikbud,” akunya.

Camat Gemuh, M Fatoni, mengaku dirinya hadir, namun tidak sampai selesai. “Saya ikut upacara dan resepesi di pendopo. Cuma setelah setelah acara makan-makan saya tinggal keluar dari pendopo,” kilahnya. (bud/aro)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Polsek Sidak Program ADD Kebonsari

KAJEN-Banyak desa di Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, yang kurang transparan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD). Tentu saja, hal tersebut menimbulkan kecurigaan warga dan...

Komunitas Volvo Club of Indonesia Chapter Semarang

Volvo, mobil ini lekat dengan nuansa aristokrat dan kenegaraan, karena sering dipakai para pejabat pemerintahan serta pimpinan perusahaan. Di Semarang para penggemar mobil jenis...

Akses Wisata Religi Dilebarkan

DEMAK- Jalan wisata religi Kadilangu yang menghubungkan dengan jalan lingkar selatan Kota Demak melalui Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam diperlebar. Jalan yang semula sekitar 4...

Ekspresi Seni Kegiatan Ekstrakurikuler

WONOSOBO – Perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Wonosobo diisi dengan acara pentas seni yang menghadirkan semua wali murid dan siswa di gedung...

Tiga Kendaraan Pemudik Tabrakan

RADARSEMARANG.COM, SLAWI - Kecelakaan dalam satu lajur terjadi tidak jauh dari gerbang tol Kertasari, Kecamatan Suradadi, Senin (11/6), sekitar pukul 04.30 WIB. Meski tidak ada...

Terekam, Pencuri Motor di Pesantren Diringkus

WONOSOBO – Merasa berhasil dalam aksinya yang pertama mencuri motor di Pondok Pesantren Al Assyariah Kalibeber, Sunarto, 48, warga Kalikajar, Wonosobo kembali berulah. Kali...