19 M Untuk Rehab 1.708 RTLH

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemkab Pekalongan telah mengalokasikan Rp 19 miliar untuk rehabilitasi 1.708 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pekalongan. Masing-masing unit rumah mendapat bantuan rehab Rp 10 juta sampai Rp 15 juta.

“Uang tersebut jangan digunakan untuk membeli bedak atau rokok, karena uang Rp 15 juta ini merupakan amanat dari pemerintah untuk memperbaiki rumah panjenengan,” jelas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat memulai rehabilitasi RTLH secara simbolis di Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni.

Bupati mengatakan bahwa pembangunan tidak hanya dilihat dari aspek fisiknya saja, melainkan juga pada nilai-nilai spiritualnya, karena tidak semua orang mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Menurutnya, jumlah rumah di Kabupaten Pekalongan sebanyak 189.977 unit. Sementara RTLH sebanyak 39.297 unit. Dari 39.297 rumah ini, menurut pemerintah belum memenuhi standart. “Tahun 2018 ini kita bisa menyelesaikan rehabilitasi 1.708 rumah,” kata Asip.

Sementara itu, Kepala Dinas Permukiman, Trinanto, mengatakan, berdasarkan basis data terpadu (BDT) tahun 2015, jumlah RTLH Kabupaten Pekalongan sebanyak 21.956 unit. Hingga tahun 2017, telah dilaksanakan rehab sebanyak 3.143 unit. Anggaran pembangunannya dari APBN melalui DAK, APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kabupaten Pekalongan, CSR Bank Jateng, Dana Desa minimal 2 unit per desa.

“Pada tahun 2018 ini akan dilaksanakan rehab RTLH sebanyak 1.708 unit dengan total anggaran Rp 19 miliar, yang bersumber dari DAK sebanyak 482 unit senilai Rp Rp 7,2 miliar yang meliputi 4 kecamatan, 4 kelurahan, 10 desa. Dan yang bersumber dari APBD kabupaten sebanyak 410 unit senilai Rp 4,1 miliar. Kemudian dari APBD provinsi melalui bantuan pemerintahan desa, 3 unit per desa senilai Rp 8,1 miliar” papar Trinanto. (thd/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -