OJK Targetkan 40 Bank Wakaf Mikro

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2018 ini menargetkan 40 Bank Wakaf Mikro berdiri. Hal tersebut sebagai upaya memperluas penyediaan akses keuangangan masyarakat.

Secara nasional, hingga saat ini telah berdiri 26 Bank Wakaf Mikro dengan 5.735 nasabah. Dari jumlah tersebut, total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp 6,05 miliar. Jumlah tersebut termasuk 7 Bank Wakaf Mikro di Jawa Tengah dengan 1.330 nasabah dan jumlah penyaluran pembiayaan mencapai Rp 1,44 miliar.

“Tahun ini kita targetkan bisa capai 40 Bank Wakaf Mikro. Tapi itu bukan target akhir, akan terus usahakan berkembang. Sehingga semua pesantren dapat kesempatan yang sama,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiana di sela peresmian Bank Wakaf Mikro di Pesantren Futuhiyyah, Demak, Jumat (27/7) kemarin.

Menurutnya, kehadiran Bank Wakaf Mikro dengan berbasis Lembaga Keuangan Mikro Syariah ini dapat menjadi salah satu solusi dalam menyediakan akses permodalan bagi masyarakat kecil yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal.

“Tujuannya pemberdayaan umat. Dengan adanya modal, masyarakat semakin produktif, industri berkembang, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Ini akan terus menggulung sehingga perekonomian nasional pun akan tumbuh,” ujarnya.

Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIJ, Bambang Kiswono menambahkan, pembentukan Bank Wakaf Mikro di berbagai daerah dilakukan dengan mengikutsertakan tokoh pengasuh pesantren dan dibantu para donatur dalam bentuk bantuan dana khusus melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Syariah Mandiri.

Skema pembiayaannya tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp 3 juta dan margin bagi hasil yang dikenakan setara 3 persen. Dalam skema pembiayaan ini juga disediakan pendampingan kelompok sehingga akan membantu pemberdayaan masyarakat yang memiliki usaha ultra mikro. (dna/ida)

Previous articleMotor Klasik
Next articleKawin Cerai Ideologi Ekonomi
- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -