33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Tak Henti Berinovasi Hasilkan Menu Berkelas

Prambanan Catering

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Hampir 11 tahun yang lalu, Laela Nur Hidayati memulai bisnis katering. Ia memilih berkreasi di bidang kuliner setelah memutuskan resign sebagai pegawai sebuah bank demi mengurus buah hati. Ternyata, Prambanan Catering miliknya menjadi salah satu jasa katering pilihan masyarakat. Nama Prambanan diambil dari alamat rumahnya, Jalan Prambanan Kota Pekalongan.

“Awalnya sering ditantang pelanggan bikin menu-menu kuliner. Kemudian dilibatkan layanan katering dengan orang, akhirnya suatu waktu ditantang orang untuk melayani katering sendiri tanpa ikut orang, kami sanggupi dan sampai sekarang,” ucapnya saat ditemui di kantornya Jalan Lestari Binagriya Indah Kota Pekalongan, Jumat (27/7).

Perempuan asal Wonosobo ini masih ingat pertama kali dapat pesanan katering, yakni pada 27 November 2007. Bahkan pesanan langsung dalam porsi besar. Dengan penuh semangat, ia bersama tim langsung membuat konsep yang cukup matang. Mulai dari seragam, sajian, tampilan menu hingga sempat bikin brosur promosi.

“Awal job bahkan langsung dikasih orderan 1.000 orang, Alhamdulillah sukses,” ceritanya.

Sukses tersebut ternyata berlanjut. Laela bersyukur dapat pelanggan yang senang memberi masukan dan motivasi. Bisnis yang awalnya dikelola dengan batuan seorang asisten rumah tangga dan beberapa saudara, kini sudah memiliki 49 pegawai tetap. Selain itu ada sekitar 80 orang yang rutin membantu ketika ia mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak. Alat-alat katering yang dulu sewa, kini sudah punya komplit dengan armadanya.

“Kompetitor kini semakin banyak, namun bagi kami tidak masalah. Prinsip kami, senang menjadi manusia berguna, karena beri harapan hidup bagi banyak orang yang kerja di kami, sehingga kami lebih banyak inovasi daripada mengeluh,” ujarnya.

Agar terus bertahan, inovasi dan kreativitas menjadi senjata ampuh bagi Laela. Dari memperbanyak menu kuliner yang ditawarkan, hingga memperindah tampilan saat melayani pelanggan setia.

Banyak menu andalan yang terus menjadi favorit pelanggan. Seperti soto iga bakar, mie jowo, lidah cabai hijau hingga varian steak yang selalu dipesan sejak 2008. Untuk memperkuat cita rasa dan standar sajian berkelas, pihaknya juga memiliki chef khusus. “Kami kadang juga membuat menu kuliner sendiri, namun juga sering belajar dari katering yang sudah terkenal walaupun kemudian dimodifikasi,” bebernya.

Dengan tim yang solid, hingga kini Prambanan Catering menjadi favorit masyarakat. Baik kantor-kantor pemerintah, perusahaan swasta hingga pelanggan pribadi. Karena banyak diorder perusahaan-perusahaan besar, bahkan sering dapat asumsi bahwa Prambanan Catering mahal dan eksklusif. Bisa terlihat eksklusif dan mewah, karena dalam setiap pelayanan katering pihaknya bekerja maksimal.

“Padahal kita melayani semua harga dan semua layanan, kadang warga belum kenal saja. Kalau sudah datang dan melihat harga kita akhirnya cocok,” ungkapnya.

Laela berharap, ke depan bisnisnya terus langgeng. Selain itu, ia membuat sistem profesional dan kekeluargaan. Dengan maksud agar karyawan juga memiliki bisnis ini dan menjadi sandaran hidup lebih banyak orang. “Kedepan semoga Prambanan Catering bisa lebih diterima di masyarakat. Kami yakin bisa hidup dari katering ini,” harapnya. (han/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

37 Rawan Banjir dan Bencana Longsor

PURWOREJO—Hujan deras yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan longsor dan banjir di wilayah Kecamatan Bruno dan Purwodadi. Terkait hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...

Hendi Geram, Kursi Roda Tak Boleh Dipinjam

SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi geram mendapat keluhan warga di media sosial terkait fasilitas kursi roda di RSUD KRMT Wongsonegoro, Jalan Fatmawati...

Monopoli Taksi Bandara Dikeluhkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Monopoli taksi Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang kembali dikeluhkan warga. Sebab, warga tak bisa bebas saat akan naik taksi di area...

Sulap Sampah Jadi Gaun Indah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Sampah tak terpakai, biasanya langsung masuk tong sampah atau tempat pembuangan. Tapi di tangan para siswi SMA 1 Kaliwungu, sampah plastik...

Dorong Pengembangan Sektor Agrowisata

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD Jateng memuji hasil kerja Yayasan Obor Tani yang telah berhasil mengembangkan kebun hortikultura Plantera Fruit Paradise di Desa Sidokumpul, Kecamatan...

Menaker Himbau Perusahaan Bina TKA

UNGARAN – Perusahaan di setiap daerah diminta melakukan pembinaan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) khususnya terkait dengan pemahaman budaya lokal. Hal tersebut dikatakan oleh...