33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Pemerintah Diminta Ikut Campur Tangan

Turunkan Harga Ayam Pedaging

Another

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Ratusan peternak dan pedagang ayam se-Kabupaten Magelang berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Magelang, Jumat (27/7). Mereka menuntut adanya campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah kenaikan harga dan kekurangan stok ayam. Para pengunjuk rasa meminta pemkab segera turun memastikan kestabilan harga daging ayam.

“Kami ingin menemui pemerintah, bagaimana upaya mereka terhadap masalah kenaikan harga yang jor-joran ini. Jujur saja, kami dari peternak dan pedagang saja mengalami kesusahan, apalagi masyarakat,” kata Koordinator Aksi Panut Sudarno  saat berorasi.

Panut menuturkan, kenaikan harga ayam terasa sejak Lebaran lalu hingga saat ini. Ayam potong dari tangan peternak saja sudah dihargai Rp 24 ribu per ekor. Kemudian, harga ayam semakin melonjak di tingkat pedagang menjadi Rp 35ribu setelah ditambah biaya operasional.

“Tentunya hal ini membuat kami peternak kecil menjadi merugi, karena dari hitung-hitungan, BEP sudah tidak masuk,” tandas Panut.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Magelang Sri Hartini mengatakan menampung semua keluh kesah dari kalangan pedagang, peternak, dan masyarakat terkait harga ayam. Sri mengaku, semua keluh kesah para pengunjuk rasa akan dibicarakan dengan Bupati, Sekda dan juga dinas-dinas terkait sehingga dapat diberikan solusi.

Sri memastikan, akan mempertimbangkan usulan dari kalangan peternak ayam yang meminta adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk DOC (day old chick) ayam pedaging.

Dalam audiensi tersebut muncul kesimpulan bahwa harga daging ayam akan normal kembali mulai minggu depan. Kepastian ini, menurut Sri, dikarenakan stok daging ayam akan terus bertambah seiring dengan sejumlah produsen yang berproduksi kembali. “Minggu depan stok daging ayam sudah mulai banyak, jadi kami pastikan harga akan mengalami penurunan. Rekan-rekan dari mitra dan produsen sudah mengkonfirmasi hal tersebut,” janji Sri.

Sementara, perwakilan PT Tiara Tunggal Mandiri (TTM) selaku mitra produksi ayam di Kabupaten Magelang, Acky Sukmono mengatakan, ketersediaan ayam untuk minggu ini masih sulit akibat produksi DOC yang terganggu saat Lebaran lalu. Kapasitas produksi belum maksimal akibat libur Lebaran. “Pada hari biasanya kami dapat menyetor 30-40 ribu ekor ayam per hari, tetapi akibat tersendat menjadi berkurang 30-50 persennya saja. Selain sebab itu, faktor lain adalah cuaca yang tak bersahabat menyebabkan bobot ayam berkurang,” ujar Acky.

Namun demikian, Acky memastikan stok daging akan aman pada minggu depan, sebab produksi hanya tinggal menunggu 15 hari ke depan. (had/ton)

Latest News

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

More Articles Like This

Must Read

Belajar Enterpreneur Di Sekolah

RADARSEMARANG.COM,  ''Negara yang makmur adalah negara yang memiliki prosentase pengusaha  sebesar 17 %, namun di negeri kita ini bisa kita lihat sedikit sekali yang...

75 Karyawan Sri Ratu Tolak Pesangon Dicicil

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Karyawan PT Pasaraya Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang yang merasa menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tampak kecewa. Pasalnya, hasil mediasi yang...

2 Gudang Terbakar, 3 Orang Luka

SEMARANG – Kurun waktu sehari, terjadi dua kasus kebakaran di Kota Semarang. Pada peristiwa ini juga mengakibatkan tiga orang warga terluka dan harus dilarikan...

Promosi Lewat Pameran Dinilai Kurang Efektif

SEMARANG – Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan potensi besar untuk dikembangkan di Jateng. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah peruashaan di Jateng...

Hukum Berpuasa Sunah pada Hari-hari Haram Berpuasa

Pertanyaan: Assalamualaikum pak kiai Dr. Ahmad Izzuddin M.Ag yang saya hormati, ada dua pertanyaan yang ingin saya tanyakan: Karena tidak mampu bayar fidyah, apakah utang...

Wali Kota Terus Monitoring Layanan BRT

SEMARANG –Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terus memonitoring Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, terkait beberapa fakta dan keluhan di lapangan yakni keamanan hingga...