33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Pemerintah Diminta Ikut Campur Tangan

Turunkan Harga Ayam Pedaging

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Ratusan peternak dan pedagang ayam se-Kabupaten Magelang berunjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Magelang, Jumat (27/7). Mereka menuntut adanya campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah kenaikan harga dan kekurangan stok ayam. Para pengunjuk rasa meminta pemkab segera turun memastikan kestabilan harga daging ayam.

“Kami ingin menemui pemerintah, bagaimana upaya mereka terhadap masalah kenaikan harga yang jor-joran ini. Jujur saja, kami dari peternak dan pedagang saja mengalami kesusahan, apalagi masyarakat,” kata Koordinator Aksi Panut Sudarno  saat berorasi.

Panut menuturkan, kenaikan harga ayam terasa sejak Lebaran lalu hingga saat ini. Ayam potong dari tangan peternak saja sudah dihargai Rp 24 ribu per ekor. Kemudian, harga ayam semakin melonjak di tingkat pedagang menjadi Rp 35ribu setelah ditambah biaya operasional.

“Tentunya hal ini membuat kami peternak kecil menjadi merugi, karena dari hitung-hitungan, BEP sudah tidak masuk,” tandas Panut.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Magelang Sri Hartini mengatakan menampung semua keluh kesah dari kalangan pedagang, peternak, dan masyarakat terkait harga ayam. Sri mengaku, semua keluh kesah para pengunjuk rasa akan dibicarakan dengan Bupati, Sekda dan juga dinas-dinas terkait sehingga dapat diberikan solusi.

Sri memastikan, akan mempertimbangkan usulan dari kalangan peternak ayam yang meminta adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk DOC (day old chick) ayam pedaging.

Dalam audiensi tersebut muncul kesimpulan bahwa harga daging ayam akan normal kembali mulai minggu depan. Kepastian ini, menurut Sri, dikarenakan stok daging ayam akan terus bertambah seiring dengan sejumlah produsen yang berproduksi kembali. “Minggu depan stok daging ayam sudah mulai banyak, jadi kami pastikan harga akan mengalami penurunan. Rekan-rekan dari mitra dan produsen sudah mengkonfirmasi hal tersebut,” janji Sri.

Sementara, perwakilan PT Tiara Tunggal Mandiri (TTM) selaku mitra produksi ayam di Kabupaten Magelang, Acky Sukmono mengatakan, ketersediaan ayam untuk minggu ini masih sulit akibat produksi DOC yang terganggu saat Lebaran lalu. Kapasitas produksi belum maksimal akibat libur Lebaran. “Pada hari biasanya kami dapat menyetor 30-40 ribu ekor ayam per hari, tetapi akibat tersendat menjadi berkurang 30-50 persennya saja. Selain sebab itu, faktor lain adalah cuaca yang tak bersahabat menyebabkan bobot ayam berkurang,” ujar Acky.

Namun demikian, Acky memastikan stok daging akan aman pada minggu depan, sebab produksi hanya tinggal menunggu 15 hari ke depan. (had/ton)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kapolres Turun Tangan Gendong Lansia

DEMAK - Ada yang menarik dengan bakti sosial pengobatan gratis yang digelar Polwan Polres Demak di Kampung Nelayan Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, kemarin. Kapolres...

Rayakan HUT, Prioritaskan Infrastruktur

BANJARNEGARA–Pemkab Banjarnegara semakin memperkokoh program pembangunan kerakyatan. Dua misi yang akan diwujudkan adalah perbaikan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan. “Kami bertekat pembangunan infrastruktur cepat selesai...

Semangat Berkurban di Hari Raya Idul Adha

UMAT muslim Kota Semarang kemarin merayakan Hari Raya Idul Adha dengan menggelar salat Ied di lapangan, halaman kantor, termasuk di Masjid Agung Jawa Tengah...

Tiga Mahasiswa UHT Bikin Obat Penyembuh Luka Ekonomis

BERAGAM inovasi di bidang kesehatan terus bermunculan dari para generasi muda. Salah satunya, inovasi yang dibuat tiga dara dari Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya....

Unissula Pererat Kerjasama dengan Kyung Dong

SEMARANG- Unissula terus mengembangkan kerjasama internasional dengan kampus-kampus ternama di dunia, salah satunya dengan Kyung Dong University Korea. Pada 6 November 2017 lalu, Rektor...

Kepala Daerah Bawa Rombongan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jumat (11/5) malam ini, Hotel Aston Semarang akan menjadi saksi berlangsungnya pemberian apresiasi yang digelar manajemen Jawa Pos Radar Semarang. Berlabel Malam Puncak...