33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Pakai Suplemen Organik, Stok Ayam Berkurang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Harga daging ayam terus dipantau oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Kendati sempat turun pada harga Rp 36.400/kg, ternyata harga tersebut hanya bertahan seminggu. Minggu ini, kenaikan harga daging ayam kembali menyentuh Rp 40.000/kg.

Terjadinya kenaikan tersebut, ditanggapi Dinas Perdagangan Kota Semarang dengan melakukan sidak ke sejumlah pasar tradisional dan supermarket. Jumat (27/7), dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menyambangi Pasar Johar MAJT, Pasar Suryokusumo dan Supermarket Giant Tlogosari.

“Kami mem-follow up terkait apa yang dikeluhkan oleh masyarakat terkait kenaikan harga daging ayam. Kami temukan di pasar yang kami kelola (Johar MAJT dan Suryokusumo, red), standar kisaran Rp 38 ribu – Rp 40 ribu,” ungkap Fajar kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Fajar menjelaskan bahwa kenaikan harga ayam tersebut lantaran pedagang mengalami kekurangan stok kiriman distributor. Hal tersebut, ditengarai adanya aturan dari pemerintah pusat yang mengimbau peternak ayam untuk membesarkan ayam secara organik. “Sebelumnya pakai suplemen, ini diganti organik. Jadi yang biasanya 25 hari sudah didistribusikan, ini mundur sampai 40 hari,” terangnya.

Selain itu, naiknya harga bahan pakan ayam yakni jagung yang sempat naik juga mempengaruhi kenaikan harga ayam tersebut. Namun, Fajar mengklaim harga bahan pakan saat ini mulai turun sehingga kendala utama adalah lamanya proses pembesaran oleh peternak ayam.

Di sisi lain, Fajar menyebut lamanya proses distribusi ayam yang kini sampai 40 hari diikuti dengan kualitas ayam yang jauh lebih baik. Menurutnya, waktu tersebut sudah termasuk proses pemotongan untuk dikirim. Sehingga kondisinya seolah-olah timbul kelangkaan.

“Tinggal bagaimana para pedagang kami mensikapi. Karena pasti akan seperti ini, standarnya antara 35 sampai 40 hari. Jika kami turunkan, kelihatannya tidak mungkin, karena untuk stok pemasoknya sudah berkurang,” pungkasnya.

Untuk mengatasi hal itu, Fajar mengatakan, pihaknya akan segera mengirimkan surat dan mengundang para peternak untuk bersama-sama mencari solusi supaya anjuran pemerintah tetap dilaksanakan, namun tidak mempengaruhi distribusi ke pasar maupun mal. “Kalau di supermarket ini, harganya mulai Rp 45.000/kg sampai Rp 50.000/kg itu mungkin karena perbedaan kemasannya,” tandas Fajar.

Sementara untuk bahan pokok lainnya, Fajar mengklaim harganya mulai turun dan cenderung stabil. Dari sejumlah pasar dan pedagang yang diajaknya berdialog, ia mendapati harga-harga bahan pokok mulai dari cabai, bawang, bahkan telur mulai turun.

“Saya jual Rp 39.000/kg – Rp 40.000/kg, dulunya Rp 33.000/kg – Rp 35.000/kg. Saya tahunya ya karena harga pakannya lebih mahal, terus jadi organik. Tapi stoknya masih aman kok,” kata salah satu penjual daging ayam, Wati warga Pedurungan. (tsa/ida)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...