Terjang Larangan, Tak Peduli Risiko

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Kondisi lalu lintas di Jalan KH Agus Salim dan Kauman cukup krodit. Badan jalan menyempit. Salah satu penyebabnya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nekat berjualan di jalur tersebut. Padahal kawasan tersebut larangan bagi PKL.

Mayoritas PKL tersebut merupakan pedagang Pasar Yaik yang seharusnya berjualan di tempat penampungan sementara di kawasan MAJT. Sosialisasi yang selama ini dilakukan oleh Pemkot Semarang rupanya tidak digubris para pedagang. Hingga akhirnya, Petugas Satpol PP mengambil tindakan tegas dengan membongkar lapak dan kios di jalur tersebut.

“Kawasan ini (Agus Salim) harusnya bebas dari PKL. Semestinya selama pembangunan pasar (Johar dan Yai) para pedagang berada di tempat relokasi, di kawasan MAJT. Tidak bisa berjualan di sini karena sangat menggangu lalu lintas,” kata Kabid Tibum dan Tranmas Satpol PP Kota Semarang Titis Sarwo Pramono, kemarin.

Sebelum melakukan pembongkaran, pihaknya telah menyampaikan surat peringatan kepada pedagang melalui pemangku wilayah, baik lurah maupun camat, sebanyak tiga kali. “Harusnya pedagang menaati aturan. Tapi ini justru tidak mengindahkan teguran. Apalagi banyak masyarakat yang merasa terganggu,” tandasnya.

Salah seorang pedagang, Suyatmi, 53, menyadari jika kawasan tersebut merupakan larangan PKL. Bahkan ia sudah mendapatkan surat dari kecamatan sebanyak tiga kali agar pindah ke kawasan MAJT. Ia tidak mau pindah karena di tempat relokasi sepi pembeli. Sehingga ia nekat berjualan di titik larangan meski tahu risikonya akan dibongkar.

“Kalau jualan di (kawasan) MAJT tidak ada pembelinya. Saya tahu jualan di sini (Jalan Agus Salim) penuh risiko. Tapi tetap saya jalani demi mendapat rezeki,” katanya. (hid/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -