33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Hendi Ingin ‘Hompimpa’ Terdengar di Taman-Taman

Dapat Predikat Kota Layak Anak Tingkat Madya

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Komitmen Kota Semarang sebagai Kota Layak Anak terus dibuktikan. Salah satunya Kota Semarag akan menyelesaikan 16 taman dan tujuh lapangan olahraga di tahun 2018 ini. Sebelumnya, tahun 2017, Kota Semarang telah berhasil membangun 20 taman dan lima lapangan olahraga yang dapat digunakan sebagai tempat berkumpul bagi anak-anak Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan hal tersebut dalam puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 tingkat Kota Semarang bertajuk Dolanan Sebagai Interaksi Sosial di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kamis (26/7). Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang berharap keberadaan taman tersebut dapat menjadi arena anak-anak Kota Semarang untuk bermain dengan mainan tradisional. “Sehingga tidak hanya disibukkan dengan gadget saja,” imbuhnya.

Hendi menegaskan, permainan tradisional saat ini penting untuk dipopulerkan kembali kepada generasi milenial. Menurutnya, di dalam permainan tradisional banyak nilai moral yang bisa membentuk karakter anak-anak menjadi lebih positif. Seperti Hompimpa Alaihum Gambreng, kata Hendi, berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti dari Tuhan kembali ke Tuhan. “Permainan tersebut memberi pesan untuk kita supaya selalu legowo. Pernah melihat anak-anak kalah Hompimpa terus pukul-pukulan? Kan tidak ada. Kalah ya pasrah saja, legowo dan tetap tersenyum,” ujarnya.
Selain Hompimpa, lanjut Hendi, masih ada ratusan nilai moral yang bisa diajarkan sedikitnya dari 212 permainan tradisional yang ada di dalam budaya Jawa. Contoh lainnya seperti dalam permainan engklek yang harus melompati 7 kotak. Pesan yang dapat diambil adalah selama seminggu setiap orang harus terus bekerja keras untuk mencapai tujuan.

“Sesuai dengan peringatan Hari Anak Nasional 2018 di Kota Semarang yang bertema dolanan sebagai wadah interaksi sosial, kami ingin anak-anak didorong secara serius untuk memainkan permainan tradisional. Ini bagian dari upaya kami melakukan pembentukan karakter bagi anak-anak di Kota Semarang,” jelasnya.

Sementara, pada peringatan Hari Anak Nasional tahun 2018 tingkat Nasional di Surabaya, Kamis (26/7), Kota Semarang dinobatkan sebagai Kota Layak Anak tahun 2018 di Indonesia tingkat Madya. Penghargaan tersebut menjadi capaian baru bagi Kota Lumpia yang pada tahun 2017 lalu mendapatkan predikat Kota Layak Anak tingkat Pratama.

Hendi mengatakan, untuk mempertahankan Semarang sebagai Kota Layak Anak pihaknya membutuhkan dukungan seluruh stakeholder secara serius. Pasalnya, persoalan yang berkaitan dengan anak, tidak sama dengan yang dihadapi orang dewasa. Orang dewasa dalam hal ini orang tua, jangan menganggap sama pemikirannya dengan anak.

“Karena cara pendekatannya berbeda. Inilah yang kemudian terus kita bedah urusannya satu per satu, supaya bisa menciptakan suasana yang mendukung tumbuh kembang anak,” pungkas Hendi.

Pemenang lomba pantomim yang digelar dalam peringatan HAN 2018 tingkat Semarang, Devano Bagus Pamungkas mengaku senang dapat berpartisipasi dalam puncak peringatan HAN 2018. Penampilannya di panggung HAN 2018 memicu gelak tawa penonton. Selain lomba pantomim, peringatan HAN 2018 juga menggelar lomba macapat, lomba tari Semarangan, menggambar hingga pidato bahasa Jawa.

Direktur Program Perlindungan Anak Yayasan Antaka, Tsaniatus Solihah menjelaskan bahwa peringatan HAN 2018 tingkat Kota Semarang sendiri telah dimulai sejak 6 Juli lalu. Pengambilan tema Dolanan Sebagai Wadah Interaksi Sosial ini turunan dari tema besar pemerintah pusat Indonesia Anak Genius (Gesit Empati Berani Unggul Sehat).

“Tema ini kami ambil dari kata Empatinya, bagaimana aak-anak di Kota Semarang menumbuhkan rasa empatinya melalui permainan tradisional sehingga mereka bisa melakukan interaksi sosial kemudian tumbuh empatinya,” jelas dia.

Tsaniatus membeberkan, sedikitnya 500 anak berpartisipasi dalam peringatan HAN 2018 tingkat Kota Semarang. Selain itu, peringatan tersebut juga dimeriahkan dengan pelaksanaan minum susu secara serentak. Tak hanya itu, terdapat sejumlah stan yang berisi permainan tradisional dari para komunitas yang dapat dimainkan anak-anak yang datang. (tsa/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Wardah yang ITB dan ITB

Oleh: Dahlan Iskan “Saya ini hanya menanam akarnya,” ujar Bu Nurhayati, pemilik kosmetik Wardah. “Anak-anak kami yang membesarkannya,” tambahnya. Bu Nurhayati punya tiga anak. Yang dua,...

Singkirkan Tengkulak, Tingkatkan Nilai Tawar Petani

SEMARANG – Pemprov Jateng resmi meluncurkan aplikasi regopantes.com. Layanan berbasis e-commerce itu digadang-gadang mampu meringkas rantai distribusi produk pertanian agar konsumen bisa mendapatkan harga...

Buka Gerai Multi Ekspres

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) bekerjasama dengan PW Muhammadiyah Jawa Tengah membangun bisnis jasa pengiriman dengan...

Jajaki Penerbangan ke Tiongkok

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah mengkaji rencana pembukaan rute penerbangan langsung Semarang – Tiongkok dan sebaliknya. Hal ini mengingat besarnya...

Beda Varian Teh, Beda Hidangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Racikan teh belakangan terus berkembang. Aneka variannya menjadikan ritual minum teh semakin nikmat bila dicecap bersama sajian tepat. Coffee & Tea Specialist,...

SBMPTN Aman dari Wanna Cry

MAGELANG - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang dilaksanakan Sub Panlok Magelang, Selasa (16/5), berjalan aman dan tidak terkendala virus atau malware....