33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

7 Wilayah Rawan Kekeringan

Pemkab Siapkan 308 Tangki Air Bersih

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyediakan 308 tangki air bersih untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau 2018 ini.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengungkapkan masing-masing tangki tersebut berkapasitas 5000 liter air bersih.“Itu penganggarannya melalui APBD kita sediakan untuk mengatasi kekeringan tahun ini,” ujar Heru disela-sela dropping air bersih di Dusun Sengkrik Desa Kalikurmo Kecamatan Bringin, Kamis (26/7).

Dikatakan Heru, ada tujuh wilayah di Kabupaten Semarang yang setiap tahun menjadi langganan kekeringan. Wilayah tersebut diantaranya, Kecamatan Ungaran Timur, Kecamatan Pringapus, Kecamatan Bringin, Kecamatan Bancak, Kecamatan Tengaran, Kecamatan Jambu, dan Kecamatan Getasan.

Sampai saat ini baru satu kecamatan yang megajukan pendistribusian air bersih, yaitu Kecamatan Bringin. Untuk Kecamatan Bringin, dopping air bersih sudah dilakukan di Dusun Kumpul Desa Pakis dan Dusun Sengkrik Desa Kalikurmo. “Untuk Desa Kalikurmo pada hari ini (26/7) kita lakukan dropping air bersih, dan Dusun Kumpul kemarin (25/7),” ujarnya.

Dijelaskan Heru, distribusi air bersih ke Dusun Sengkrik sebanyak 20 ribu liter. Pendistribusian menggunakan empat tangki air bersih. Dimana pendistribusian langsung kepada masyarakat. Adapun alur pendistribusian air bersih sendiri harus melalui pengajuan dari masyarakat yang mengalami kekeringan terlebih dahulu.

Dimana warga melalui kepala desa mengajukan langsung ke kantor BPBD Kabupaten Semarang. Kemudian pihak BPBD Kabupaten Semarang langsung melakukan droping air bersih.“Ini permintaan dari warga, melalui kantor kepala desa, dikirim ke kantor BPBD, baru kita drooping sesuai permintaan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut ratusan warga rela mengantre untuk mendapatkan air bersih. Beberapa warga di dusun tersebut juga mengaku jika air bersih mulai sulit di dapatkan sejak beberapa hari yang lalu.

Warga Dusun Sengkrik Desa Kalikurmo, Juweni, 37, mengaku jika semua sumur di dusun tersebut sudah mengering sejak beberapa minggu yang lalu. “Biasanya kalau untuk mencuci saya dan warga lain disini memang mengambil dari sungai,” ujar Juweni.

Apalagi, jarak antara sungai dan rumahnya cukup jauh hingga 3 kilometer. Untuk kebutuhan memasak dan minum, ia harus beli air kemasan 3 galon setiap dua hari sekali. “Ini saya antre dengan lima ember untuk mendapatkan air bersih dari BPBD,” tuturnya. (ewb/bas)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pengelolaan Keuangan Harus Akuntabel

DEMAK-Pengelolaan keuangan daerah di lingkungan Pemkab Demak terus ditata. Apalagi, saat ini, seluruh pemerintahan diwajibkan menerapkan standar akuntansi pemerintah (SAP) berbasis aktual. Ini untuk...

Akhirnya PSIS Pilih Magelang

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Rencana PSIS Semarang untuk memakai Stadion Moch Soebroto Kota Magelang sebagai homebase dalam mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2018, akhirnya menemui...

Sajikan Nasi Jagung Mirip di Desa

SULASTRI, pemilik Kedai Aprilia yang berlokasi di dekat jembatan Semagung, atau berhadap-hadapan dengan SMK Informatika, pantas disebut sebagai pekerja keras. Ia pernah dikenal sebagai...

Tanam 200 Pohon, Hijaukan Lapangan Desa Wonokerto

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kondisi alam pedesaan yang gersang memacu masyarakat untuk melakukan penyelamatan. Karena itu, warga bersama aparat TNI melakukan aksi tanam secara massal....

Lagi, Proyek Apartemen Amartha View Dikeluhkan

SEMARANG—Pembangunan Apartemen Amartha View kembali dikeluhkan warga Perumahan Permata Puri, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Semarang.  Pasalnya, pembangunan hunian bertingkat itu berdampak buruk pada lingkungan...

Gugatan Lawan Polda Jateng Ditolak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Perjuangan tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan merek yang menjerat Aril Kriastianto untuk bisa dibebaskan dan dilepaskan dari status tersangka akhirnya pupus. Pasalnya,...