33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

425 Anak Korban Kekerasan

Sri Merasa Prihatin

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dituntut serius menangani kasus kekerasan anak di Jateng. Sebab, sampai Juli 2018 ini, tercatat sebanyak 425 kasus kekerasan anak. Mulai dari kekerasan seksual, kekerasan fisik sampai kekerasan dalam bentuk aksi bullying.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jateng, Sri Winarna mengatakan bahwa jumlah terbanyak adalah kasus kekerasan seksual dan fisik. Parahnya, justru orang-orang terdekat yang kerap melakukan aksi tersebut. “425 kasus kekerasan itu terjadi hampir di setiap daerah di wilayah Jateng,” katanya.

Ia menambahkan, tahun 2017 di Jateng terjadi sebanyak 1.337 kasus kekerasan dengan anak-anak menjadi korban. Pihaknya terus melakukan berbagai cara agar angka kekerasan anak turun. Salah satunya, sosialisasi tentang pentingnya kesadaran dan peduli terhadap anak-anak terus dilakukan sampai tingkat desa atau kelurahan. “Masyarakat sudah mulai terbuka. Jika ada kekerasan sekecil apapun, sudah berani melapor. Sehingga kami bisa memantau dengan mudah dan bisa mencarikan solusi,” ucapnya.

Sri Winarna tidak menampik jika persoalan anak sangat kompleks dan harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota. Tetapi seluruh elemen masyarakat harus bersama sengkuyung agar persoalan kekerasan anak bisa diatasi. “Bagaimanapun anak-anak aset masa depan, jadi harus dijaga dan disayangi. Jangan ada kekerasan sekecil apapun yang terjadi pada anak-anak kita,” tambahnya.

Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid mengatakan bahwa ancaman terhadap anak harus diantisipasi sejak dini. Hal itulah yang membuat DPRD Jateng sudah membuat Perda nomor 2 tahun 2018 tentang Ketahanan Keluarga. Ia mendesak agar Pemprov Jateng dan pemerintah daerah bisa memaksimalkan perannya dalam membuat kebijakan ramah anak. “Jika keluarga harmonis, tentu anak akan merasa nyaman dan terlindungi. Itu penting, agar anak-anak tidak merasa terancam,” katanya.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi juga mendesak Pemprov Jateng untuk segera menuntaskan sejumlah kasus pelecehan seksual terhadap perempuan maupun anak. Dia berharap, Jateng bisa menjadi pelopor penuntasan segala kasus pelecehan tersebut. “Kasus pelecehan perempuan dan anak ibarat gunung es. Hanya terlihat di permukaan. Karena itulah, pemerintah dan masyarakat harus proaktif bisa menuntaskan kasus tersebut,” katanya.

Rukma menegaskan, secara hukum perbuatan pelecehan seksual tersebut harus dijerat pidana dengan diberi hukuman yang sepadan. Bagi korban pun harus dilakukan pendampingan supaya secara psikologis bisa terbantu. “Harus ada ketegasan dan sanksi berat bagi pelaku kekerasan anak. Sehingga ada rasa takut untuk mengulanginya dan bisa mengantisipasi kasus serupa agar tidak terulang terus,” tambahnya. (fth/ida)

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Ajak Ortu Bacakan Buku

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Mendukung gerakan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku), Pemerintah Kota Pekalongan mendonasikan 2 ribu buku. Selain itu meminta orang...

Brigjen Wirana Wagub Akmil

MAGELANG- Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi secara resmi menjabat Wakil Gubernur Akademi Militer (Akmil) setelah melaksanakan acara serah terima jabatan dengan Brigjen TNI Wisnoe...

RSI Sultan Agung Gelar Donor Darah

RADARSEMARANG.COM - RSI Sultan Agung akan mengadakan donor darah pada Kamis, 28 Desember 2017, bertempat di hall UGD samping laboratorium. Donor akan dimulai mulai...

Relokasi Pedagang Yaik Baru Tak Jelas

”Sampai saat ini masih menunggu kepastian mengenai prosesi, mekanisme, termasuk perencanaan pembangunan Pasar Johar.” Danur Rispriyanto SEMARANG - Rencana relokasi pedagang Pasar Yaik Baru masih belum...

Berebut Motret Barongsai Makan Angpao

MAGELANG – Kelincahan tiga barongsai singa emas dari TITD Liong Hok Bio Kota Magelang menghipnotis penonton yang memadati atrium Artos Mall Magelang, Sabtu lalu....

Wali Kota Hendi Turunkan PBB 2018

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Banyaknya keluhan masyarakat yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Semarang atas kenaikan PBB pada tahun 2018, ditindak lanjuti oleh Wali Kota Semarang,...