30 C
Semarang
Jumat, 23 April 2021

Ajak Pemuda Kelola Bank Sampah

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Berbagai cara di lakukan Pemerintah Kabupaten Batang untuk mendukung program terciptanya 1.000 wirausaha baru, tak terkecuali Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengajak kaum muda di Kabupaten Batang berbisnis dari sampah. Dengan memberikan pelatihan bank sampah menjadi subuah usaha yang menjanjikan.

“Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah ini dalam rangka mendukung program pencetakan 1.000 pemuda berwirausaha yang sedang dicanangkan oleh Bapak Bupati,” jelasnya  Kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Batang Agus Riyadi, Kamis (26/7).

Pelatihan tersebut jelasnya, dengan mengajak mengelola sampah menjadi bisnis yang menjanjikan. Yang mana, sampah organik dibuat kompos dan yang anorganik bisa dibuat kerajinan tangan yang semuanya dapat dijual sehingga sampah dapat menjadi ada nilai ekonomi bagi keluarga. “Tahun 2018 ini DLH akan mencetak 40 orang yang diharapkan dapat berwirausaha baru dalam bisnis persampahan,” lanjutnya.

Pelatihan tersebut sudah dilaksankan sejak Selasa (24/7) yang bertempat di Bank Sampah Resik Assik Dracik Kramat. Lebih lanjut, peran masyarakat mengelola sampah bisa menjadi edukasi dan secara tidak langsung ikut mensukseskan program strategis pemerintah, seperti wirausahawan baru dan menjaga lingkungan.

Dikatakan juga bahwa permasalahan sampah saat ini sudah menjadi masalah nasional bahkan global, dimana harapan pemerintah adalah zero waste atau Indonesia Bebas Sampah yang diharapkan dari sampah tiap rumah tangga sudah terlaksana pemilahan sampah antara sampah organik dan anorganik dengan prinsip 3R (reuse, reduce dan recycle).

Lebih lanjut, pada pelatihan ini sementara baru mengundang 40 peserta hanya dari kota Batang yang bekerjsama denaan Forum Komunikasi Bank Sampah (FKBS) Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang.

“Kita masih fokus pada kebersihan dan pengurangan sampah di kota dalam rangka mendukung terlaksananya program Adipura dimana Batang beberapa kali pernah mendapatkan penghargaan tersebut,” jelas Agus Riyadi

Sementara itu Kepala bidang PPKLH Edy Widyarto, menambahkan Pelatihan tidak hanya berlatih bagaimana mengelola bisnis sampah yang menguntungkan tetapi juga dilatih bagaimana memproses sampah organiknya yaitu dengan sistem kompos anaerob. (han/bas)

spot_img

Latest news

Related news