31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Baru 2000 Perusahaan Update Tenaga Kerja

Total Perusahaan di Jateng 23 Ribu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perusahaan yang selama ini diwajibkan update atau wajib melaporkan kondisi terakhir tenaga kerjanya, tak perlu lagi datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan (TK). Sebab Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng dan BPJS TK telah menyediakan aplikasi online Wajib Lapor Ketenagakerjaan sejak April 2018 untuk pembaharuan data jumlah pekerja yang sudah diikutkan BPJS TK.

Sayangnya, kata Kepala Disnakertrans Provinsi Jateng, Wika Bintang, belum semua perusahaan menggunakan aplikasi tersebut. Sebab dari 23 ribu lebih perusahaan dengan 1,7 juta tenaga kerja, yang mengisi baru 1.500-2000 perusahaan.

“Karena itu, kami terus mendorong update data secara online dengan melakan beragam sosialisasi,” kata Wika Bintang seusai Rapat Pelaksanaan Pengawasan Terpadu dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng-DIJ dengan Disnakertrans Provinsi Jateng, di Hotel Gumaya, Kamis (26/7) kemarin.

Menurutnya, dengan sistem online tersebut, Disnakertrans Provinsi Jateng dan BPJS TK Kanwil Jateng-DIJ akan bersinergi dan cross data serta mendorong perusahaan wajib lapor. “Kami akan membangun link data sebagaimana Nawacita Presiden Jokowi. Sehingga data BPJS TK, Pemprov Jateng maupun pemerintah pusat sama, satu data,” tandasnya.

Sementara itu, dengan kerjasama tersebut, kata Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIJ, Moch Triyono, pihaknya akan giat menjaring perusahaan yang belum mengikutsertakan tenaga kerjanya ke BPJS TK. Hal itu akan meningkatkan kepesertaan hingga 100 persen pekerja di Jateng. “Kami terus menyosialisasikan bahwa ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja, maka perusahaan harus membayar seluruh hak-hak pekerja. Kendalanya, masih banyak perusahaan yang merasa keberatan, tapi kami terus tekankan kewajibannya,” katanya.

Menurutnya, dari 1,7 juta tenaga kerja, 60 persen di antaranya adalah tenaga non formal dan 40 persen tenaga formal. Saat ini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan memang sudah sebesar 94 persen untuk tenaga kerja formal, yakni pekerja yang bekerja di perusahaan. Sedangkan yang nonformal masih jauh di bawah itu. (ida)

Latest news

Related news