Beranda Hukum dan Kriminal 425 Anak Korban Kekerasan

425 Anak Korban Kekerasan

Sri Merasa Prihatin

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dituntut serius menangani kasus kekerasan anak di Jateng. Sebab, sampai Juli 2018 ini, tercatat sebanyak 425 kasus kekerasan anak. Mulai dari kekerasan seksual, kekerasan fisik sampai kekerasan dalam bentuk aksi bullying.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Jateng, Sri Winarna mengatakan bahwa jumlah terbanyak adalah kasus kekerasan seksual dan fisik. Parahnya, justru orang-orang terdekat yang kerap melakukan aksi tersebut. “425 kasus kekerasan itu terjadi hampir di setiap daerah di wilayah Jateng,” katanya.

Ia menambahkan, tahun 2017 di Jateng terjadi sebanyak 1.337 kasus kekerasan dengan anak-anak menjadi korban. Pihaknya terus melakukan berbagai cara agar angka kekerasan anak turun. Salah satunya, sosialisasi tentang pentingnya kesadaran dan peduli terhadap anak-anak terus dilakukan sampai tingkat desa atau kelurahan. “Masyarakat sudah mulai terbuka. Jika ada kekerasan sekecil apapun, sudah berani melapor. Sehingga kami bisa memantau dengan mudah dan bisa mencarikan solusi,” ucapnya.

Sri Winarna tidak menampik jika persoalan anak sangat kompleks dan harus menjadi perhatian bersama. Tidak hanya Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota. Tetapi seluruh elemen masyarakat harus bersama sengkuyung agar persoalan kekerasan anak bisa diatasi. “Bagaimanapun anak-anak aset masa depan, jadi harus dijaga dan disayangi. Jangan ada kekerasan sekecil apapun yang terjadi pada anak-anak kita,” tambahnya.

Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid mengatakan bahwa ancaman terhadap anak harus diantisipasi sejak dini. Hal itulah yang membuat DPRD Jateng sudah membuat Perda nomor 2 tahun 2018 tentang Ketahanan Keluarga. Ia mendesak agar Pemprov Jateng dan pemerintah daerah bisa memaksimalkan perannya dalam membuat kebijakan ramah anak. “Jika keluarga harmonis, tentu anak akan merasa nyaman dan terlindungi. Itu penting, agar anak-anak tidak merasa terancam,” katanya.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi juga mendesak Pemprov Jateng untuk segera menuntaskan sejumlah kasus pelecehan seksual terhadap perempuan maupun anak. Dia berharap, Jateng bisa menjadi pelopor penuntasan segala kasus pelecehan tersebut. “Kasus pelecehan perempuan dan anak ibarat gunung es. Hanya terlihat di permukaan. Karena itulah, pemerintah dan masyarakat harus proaktif bisa menuntaskan kasus tersebut,” katanya.

Rukma menegaskan, secara hukum¬†perbuatan pelecehan seksual tersebut harus dijerat pidana dengan diberi hukuman yang sepadan. Bagi korban pun harus dilakukan pendampingan supaya secara psikologis bisa terbantu. “Harus ada ketegasan dan sanksi berat bagi pelaku kekerasan anak. Sehingga ada rasa takut untuk mengulanginya dan bisa mengantisipasi kasus serupa agar tidak terulang terus,” tambahnya. (fth/ida)

Stay Connected

12,293FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Huawei HSBC

Tanpa Angpao

Naik Lagi

Related News

Huawei HSBC

Tanpa Angpao

Naik Lagi

Penantian D-dimer