33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Menabung Tiap Hari, Saat Daftar Jual Sepeda Motor 

Tukang Tambal Ban Naik haji

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Meski hanya tukang tambal ban dan penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran, akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji 6 Agustus mendatang kloter 70. Adalah pasangan Sofyan Aziz, 65, dan Musyarofah, 54, warga RT 2 RW II Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

M NUR WAHIDI

SOFYAN dan istrinya Musyarofah, menabung di rumah dan menjual sepeda motor untuk mendaftar atau membayar uang muka haji tahun 2011 silam. Bersyukur, setelah menunggu tujuh tahun lamanya, kini bisa berangkat haji berdua.

“Kami mengumpulkan uang, memang tidak menabung di bank, tapi di rumah. Kekurangannya ditambahi dengan menjual beberapa peralatan milik pribadi seperti sepeda motor saat mendaftar,” kata Sofyan.

Sofyan mengaku sebelum menjadi tukang tambal ban, dirinya bekerja sebagai tukang batu. Rumahnya yang semula reot dan tidak layak huni, dia perbaiki sendiri hingga bagus tanpa jasa tukang. “Tadinya rumah ini jelek dan tidak layak huni. Karena saya memiliki keahlian bertukang, akhirnya saya perbaiki sendiri dan sekarang bisa ditempati dengan layak,” katanya.

Sofyan memiliki empat anak yang semuanya sudah berkeluarga. Praktis, hanya dirinya dan sang istri yang menempati. Sesekali ada cucu atau anak yang mampir untuk kangen-kangenan. “Kini rumah ini jadi jujugan anak dan cucu,” imbuhnya.

Setelah tak jadi tukang kayu, Sofyan mengaku dibantu oleh empat anaknya untuk memulai usaha tambal ban. Mulai membeli peralatan kunci sampai kompresor sehingga bisa membuka usaha tambal ban di depan rumah yang lokasinya strategis di depan jalan raya.

“Waktu beralih profesi dari tukang batu menjadi tukang tambal ban, membutuhkan biaya untuk membeli peralatan sebagai sarana pendukung. Semuanya dipenuhi oleh anak-anak,” paparnya.

Dalam sehari Sofyan bekerja menambal ban mendapatkan uang sebesar Rp 70 ribu sehari. Jika ramai, bisa mencapai Rp 80 ribu. Tetapi untuk tambah angin ban, semuanya diserahkan kepada istrinya sehari bisa mendapatkan Rp 40 ribu. “Lumayan sehingga biaya untuk hidup sehari-hari menggunakan uang tambah angin. Sedangkan uang dari tambal ban ditabung untuk haji,” imbuhnya.

Demikian juga dengan keuntungan hasil jualan BBM di rumah, digunakan untuk biaya hidup. “Biasanya keuntungan satu liter Rp 1000 dan sehari mampu menghabiskan 140 liter,” tambahnya.

Dari jumlah tersebut, uang yang digunakan untuk biaya hidup sehari-hari dan uang yang harus ditabung sudah jelas. Setiap kali ada pemasukan dari tambal ban, maka uang harus dimasukkan tabungan secara rutin dan dipaksakan. “Kalau dipaksakan, maka ada keinginan dan semangat untuk mengumpulkan uang yang tujuan akhirnya adalah berangkat haji,” jelasnya.

Diakuinya, menabung tersebut harus diawali adanya keinginannya untuk pergi haji. Selain itu, anak-anak sudah berumah tangga semua, sehingga bisa menabung penghasilan untuk haji. “Kalau dulu masih menyekolahkan anak-anak, sekarang dialokasikan ke yang lain yakni untuk berhaji,” tuturnya penuh syukur.

Istrinya, Musyarofah mengaku sebelum bekerja sebagai tambal ban, Sofyan merupakan tukang batu atau tukang kayu. Berhubung sering sakit-sakitan, beralih profesi sebagai tukang tambal ban di depan rumah. “Waktu itu, mandornya saat jadi tukang batu dan kayu, menyarankan untuk istirahat,” tambahnya.

Berangkat haji kali ini, Sofyan dan Musyarofah ikut manasik haji di KBIH Muhammadiyah. Meski kondisi lemah, tetap semangat untuk berangkat. “Memang kondisinya sakit-sakitan, tetapi selama mengikuti manasik haji menjadi sehat. Semoga kesehatan ini dilanjutkan sampai dengan kembali ke Semarang lagi,” katanya. (*/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

2018 Imlek Celebration

RADARSEMARANG.COM - KLENTENG Sam Poo Kong menggelar 2018 Imlek Celebration, Jumat – Minggu (16-18/2) pukul 09.00 – 21.00 di Kleteng Sam Poo Kong Semarang....

Tunggu Dibangun Kembali

RADARSEMARANG.COM - Bekas jembatan bersejarah di Sungai Progo Kabupaten Temanggung yang ambruk pada 21 Februari 2018 karena tergerus arus sungai. Jembatan yang menjadi saksi...

Penderita HIV/AIDS Capai 356

"Mereka nggak mau mengonsumsi ARV. Alasannya mungkin dampak negatif tidak mengkonsumsi obat, tidak bisa dirasakan sekarang." Sukini, Petugas P2P Puskesmas Selomerto WONOSOBO—Efektivitas sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS...

Jembatan Pringgodani Ditutup Untuk Kendaraan Berat

KAJEN – Jembatan Pringgodani atau yang dikenal juga dengan nama jembatan Surabayan, penghubung wilayah Kecamatan Kedungwuni dan Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, sejak Kamis ( 6/4)...

Yenuarso: Itu Hoax dan Fitnah

RADARSEMARANG.COM - MESKI dituding terlibat dalam dugaan pungli parkir, Camat Mijen HM Yenuarso, menanggapi dengan santai. Ia merasa dirinya clean, dan tidak terlibat. Kepada koran...

Motor Sport GSX 150 Tingkatkan Daya Saing Suzuki

Kehadiran motor Suzuki GSX 150 dengan tipe R dan S di awal tahun 2017 mendorong daya saing brand Suzuki dalam industri kendaraan roda dua...