33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Geliat Industri Kreatif di Kecamatan Subah

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kecamatan Subah di Kabupaten Batang memiliki 17 kecamatan. Yakni Desa Adinuso, Karangtengah, Clapar, Durenombo , Gondang, Jatisari, Kalimanggis, Keborangan ,Kemiri Barat, Kemiri Timur, Kumejing, Kuripan, Mangunharjo, Menjangan, Sengon, Subah dan Tenggulangharjo.  Semua kecamatan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Baik dari bidang seni, kuliner, hingga potensi wisata alam.

Walaupun terletak di jalur pantura yang terkenal dengan banyak pabrik, namun warganya tidak mengandalkan bekerja di perusahaan atau menjadi buruh pabrik. Warganya justru lebih memilih mengembangkan diri dengan mengeksplor kekayaan alam di daerahnya.

PANEN : Setiap hari jamur tiram bisa dipanen dan langsung dipasarkan baik dalam kondisi segar maupuan dalam bentuk makanan siap saji.
PANEN : Setiap hari jamur tiram bisa dipanen dan langsung dipasarkan baik dalam kondisi segar maupuan dalam bentuk makanan siap saji.

Dari semua desa yang ada, hampir semua memiliki produk unggulan. Hal ini sesuai dengan semangat Pemerintah Batang, One Vilage one product atau satu desa satu produk. Seperti kelompok usaha jamur, kerajina ukir, keripik pisang, berbagai macam kuliner, pengusaha tempat perhiasan hingga kelompok sadar wisata yang mendirikan Jembatan Buntu.

“Kami mendirikan usaha budidaya jamur tiram. Kami berkumpul dan bertekad membangun usaha ini bersama,” ujar Cahyono, Ketua Kelompok Tani Jamur.

Pria yang hanya tamatan SMA ini juga belajar otodidak dalam budidaya jamur. Dengan modal seadanya, kelompoknya membuat rumah tanam dengan dengan slot 25 ribu lock atau media tanam jamur tiram.

“Kami masih terkendala modal, kini masih bisa membuat 15 ribu lock saja, kalau yang sekarang sudah untung akan kita buat sisanya,” sebutnya.

Usaha jamur ini cukup menguntungkan. Per bulan, warga bisa meraup Rp 15 juta untuk satu kelompok. Hasil budidaya selain dijual segar, juga dijual dalam bentuk siap makan berupa keripik.

“Satu log bisa kami panen 7 sampai 8 kali, minimal 3 ons tiap log kami sudah untung. Selain itu kami jual juga dalam bentuk makanan siap saji, agar nilai jual meningkat,” jelasnya.

Selain usaha budidaya jamur, salah satu warga lain Kustiah, juga membawa industri kreatif ke Subah,  dengan mendirikan usaha kotak perhiasan. Walupun terlihat sepele, produknya sudah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, terutama di kota besar Jakarta serta toko perhisaan di pantura.

“Saya belajar bikin kotak perhiasan saat kerja di Jakarta, kemudian pulang kampung dan mulai usaha sendiri,” jelas perempuan ramah ini.

Setelah usahanya mulai berkembang, dirinya mengajak hingga 13 orang warga kampungnya untuk membantu usahanya. Hal tersebut sangat membantu mengingat kebanyakan pekerjanya adalah ibu rumah tangga.

Kastiah menambahkan, pembuatan kotak perhiasan sudah berlangsung selama 10 tahun. Dengan omzet satu bulan Rp 15 juta, dengan harga jual satu lusin dari Rp 45 ribu hingga Rp 55 ribu.

“Saya berharap Pemkab Batang bisa membantu dalam permodalannya dan pemasaran melalui online, karena selama ini dalam pemasaran masih manual, dengan cara mendatangi toko – toko perhiasan,” ujarnya.

Industri kereatif lain yakni dari sektor wisata. Ide berawal dari Karang Taruna desa setempat. Melihat potensi alam yang begitu indah, para pemuda setempat membangun jembatan buntu sebagai gardu pandang.

“Melihat potensi alam yang bagus, akhirnya kami dirikan Jembatan Buntu ini,” jelas Ketua Pokdarwis Santoso.

Bupati Batang cukup mengapresiasi aneka kraetivitas warga Subah tersebut. Dikatakan Bupati  bahwa ekonomi kreatif menjadi bagian dari visi misi Pemkab dengan one vilage one product.

“Inilah yang akan kita gali dan kembangkan sebanyak – banyaknya,” seru Bupati Batang.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang mengatakan, pihaknya akan membantu mengoptimalkan industri kreatif yang dilakukan warga Subah. Mulai dari pemasaran hingga memberi penyuluhan.

“Produk  kotak perhiasan, jamur, seni ukir dan yang lain  akan kita branded melalui digital marketing dengan pemasaran online. Kami juga akan membantu menjembatani masalah permodalan,” katanya.(han/zal)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

14 Hari Menjelang Pelaksanaan Harlah NU ke 92 tingkat PCNU kota semarang

RADARSEMARANG.COM - PCNU Kota Semarang menggelar kegiatan pada 31 Januari 2018 di MAJT. Waktu dimulai Jam 17.00 WIB  s/d  22.00 WIB. Agenda acara, semaan...

Guru Perekat Kemajemukan

PERKEMBANGAN politik yang didramatisir melalui hiruk-pikuk sosial media tidak bisa dinafikan mempengaruhi pola berpikir dan cara pandang siswa terhadap rasa nasionalisme dan nilai-nilai persatuan...

Fokus Persiapan Wisata Sukorini

UNGARAN – Beberapa Desa di Kabupaten Semarang saat ini tengah mempersiapkan destinasi wisata yang akan ‘dijual’ kemasyarakat luas. Seperti halnya Desa Kemitir Kecamatan Sumowono. Desa...

18 UMKM Terima Sertifikat Halal

SALATIGA – Sebanyak 18 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kota Salatiga menerima sertifikasi halal dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM)...

Santuni Yatim dan Dhuafa

MUNGKID—Forum Koordinasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Sawangan menggelar kegiatan buka bersama dengan ratusan anak yatim piatu dan dhuafa. Kegiatan ini wujud kepedulian sosial,...

Tunggakan Capai Rp 8 Miliar

DEMAK-Nilai tunggakan pajak kendaraan bermotor mencapai Rp 8 miliar. Dari jumlah itu, petugas berhasil menagih sekitar Rp 3 miliar lebih. Setidaknya, hingga Juli tercatat...