Warga Windurojo Kesulitan Air

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 3.000 warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, kabupaten Pekalongan, saat ini kesulitan air bersih. Pasalnya dari lima sumber mata air yang ada di desa tersebut, hanya dua mata air yang dapat digunakan.

Untuk mendapatkan air bersih, warga harus mencari air bersih ke desa lain dengan mengendarai motor sejauh 10 kilometer dari Desa windurojo atau harus antre bersama ratusan warga desa lainnya, pada satu sumber air yang ada di tepi jalan Desa Windurojo.

Kepala Desa Windurojo, Seherman mengungkapkan bahwa setiap musim kemarau Desa Winduro selalu kesulitan air bersih, karena ada beberapa sumber yang mengalami kekeringan seperti mata air yang ada di Dukuh Larangan.

Menurutnya ada beberapa mata air di Desa Windurojo, namun karena lokasinya sangat jauh dan hanya bisa dijangkau dengan jalan kaki, maka warga enggan untuk mengambil air tersebut.“Warga hanya mau ambil air yang ada di tepi jalan Desa itu, atau keluar desa dengan mengambil naik motor, ya memang kami kesuiltan dengan air bersih,” ungkap Suherman.

Suherman juga mengatakan untuk mengatasi kesulitan air bersih itu, pihaknya sudah berusaha membuat terobosan dengan membuat Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) kemudian mengajukan anggaran ke Kemeterian Lingkungan Hidup. Namun hingga saat ini belum disetejui oleh Pemerintah Pusat.

“Dalam pembuatan Pamsimas membutuhkan dana sekitar Rp 600 juta dan warga sudah melakukan iuran sebesar Rp 100 ribu perkepala keluarga sebanyak 3.000 orang. Sehingga ada kekurangan dana sekitar Rp 260 juta,” kata Herman.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko menegaskan, Desa Windurojo termasuk salah satu desa yang mengalami kekeringan yang sangat parah, sehingga ada ribuan warga yang kesulitan akan air bersih.

Untuk itu, pihaknya akan membantu memberikan bantuan air bersih dan akan bekerjasama dengan PDAM untuk memberikan babantuan air secara rutin. Sehingga bisa mengurangi beban warga akan kesulitan air bersih.“Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM dalam waktu dekat kami akan memberikan batua air bersih secara rutin,” tegas Bambang. (thd/bas)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -