33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Tahun 2019, Guru Semarang Dapat TPP

Rp 90 Miliar Sejahterakan 4.600 Pendidik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Senyum merekah di wajah Endang Rahayu Astuti, kala mengetahui bahwa di tahun depan (2019, red) dirinya bersama seluruh guru bersertifikasi, pengawas sekolah, dan kepala sekolah negeri di Kota Semarang, akan mendapatkan tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Astuti yang merupakan kepala SD Negeri Tembalang, Kota Semarang menyatakan sangat bersyukur dengan kebijakan yang diambil oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi tersebut. “Selama ini, tunjangan kepala sekolah dengan guru selisihnya hanya Rp 125 ribu, sehingga dengan adanya kebijakan ini menambah semangat kami semua,” tutur Astuti. “Dan saya yakin ini akan berimbas pada peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang, karena pendidik dapat lebih optimal dan fokus dalam menjalankan tugas,” yakinnya.

Perihal kebijakan tambahan tunjangan penghasilan bagi pendidik pada sekolah negeri di Kota Semarang itu diketahui Astuti ketika Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau SD Negeri Tembalang yang dipimipinnya, Selasa (24/7). Selain berbincang dengan para guru, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut juga menyempatkan diri berdialog dengan para murid.

Terkait kebijakan pemberian tambahan penghasilan kepada para pendidik sekolah negeri di Kota Semarang, Hendi menuturkan jika prosesnya sudah sampai pada pengajuan ke DPRD Kota Semarang. “Hari ini, sedang kami ajukan ke DPRD. Bila pola ini disetujui oleh teman-teman dewan, dipastikan seluruh guru bersertifikasi, pengawas sekolah, dan kepala sekolah mulai tahun 2019 akan mendapatkan tambahan tunjangan penghasilan,” jelasnya.

Dalam usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terkait tambahan tunjangan penghasilan sendiri, tak kurang dari anggaran sebesar Rp 90 miliar dirancang guna menyejahterakan lebih dari 4.600 tenaga pendidik di bawah Pemkot Semarang. Hendi sangat optimistis kebijakannya tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Semarang. Hal itu disampaikannya dalam rapat paripurna sehari sebelumnya di hadapan seluruh anggota dan pimpinan DPRD Kota Semarang, Senin (23/7).

Selain memberikan tambahan tunjangan penghasilan, Hendi saat di SD Negeri Tembalang juga menegaskan akan intensif berkeliling mengecek kondisi fasilitas pendidikan di Kota Semarang. “Tidak boleh ada lagi sekolah di Semarang yang infrastrukturnya jelek. Maka, untuk SD dan SMP khususnya yang negeri, saya tekankan kepada kepala Dinas Pendidikan yang baru bahwa fasilitasnya harus baik,” tegas Hendi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri yang baru dilantik beberapa hari lalu (19/7) menyatakan realisasi program SD dan SMP swasta gratis telah dirancang oleh Wali Kota Hendi. Nantinya juga akan menjadi upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang. “Dengan tanpa biaya, pasti peminat sekolah swasta juga akan bertambah, sehingga bisa turut mendorong peningkatan kualitas pendidikannya. Terkait ini akan kami realisasikan juga mulai 2019 dengan bertahap pada beberapa sekolah,” jelas Gunawan. (zal/tsa/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

KPPU  Banyak Tangani  Kasus Persekongkolan Tender Proyek

SEMARANG- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) paling banyak menangani kasus persekongkolan tender. Aduan terbanyak adalah persekongkolan tender proyek infrastruktur. Persekongkolan tender ini bahkan berlanjut...

10.573 Civitas Orang Kompak Goyang Konservasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ada pemandangan menarik di Lapangan Atletik Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (1/3) kemarin. Sebanyak 10.573 civitar UNNES,...

Masih Sering Naik Motor Sambil Menelepon

SALATIGA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga menggelar Sosialisasi Kebijakan di Bidang Perhubungan dan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)....

Tak Ada Istilah Slow Respon Untuk Tanggapi Aduan

SEMARANG- Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang harus memberi ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi pelaksanaan program pembangunan...

Sempat Vacum, Kini Kerap Tampil di Acara Kampus

Sejumlah dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang melestarikan kesenian tradisional dengan membentuk komunitas karawitan dosen. Seperti apa? AYUK FITRIANA PL-WARDAH HAMRA KOMUNITAS Karawitan Dosen...

Tinju Harus Puas Satu Emas

SEMARANG - Jateng akhirnya hanya mampu meraih satu medali emas cabang tinju Popnas  dari tiga petinju yang tampil di babak final di Auditorium Unnes,...