33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Suguhkan Limang Ewu Penari Topeng Lengger

Semarak Hari Jadi Ke-193 Wonosobo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Puncak Hari Jadi ke-193 Wonosobo Selasa (24/7) kemarin berlangsung meriah. Prosesi upacara hari jadi dipimpin langsung oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo serta dihadiri ribuan warga. Menariknya untuk mengangkat daya tarik wisata, puncak upacara diisi dengan tari Topeng Lengger khas Wonosobo melibatkan 5.000 (limang ewu) penari.

Ribuan warga sejak pagi mulai memadati Alun-alun Wonosobo. Acara dimulai dengan kirab. Para anak muda membawa bendera serta deretan foto para mantan tumenggung dan Bupati Wonosobo. Selain itu, dibawa air suci tujuh sumber mata air serta pataka, songsong agung serta tumpeng hasil bumi.

Barisan tersebut, bermuara di Alun Alun Wonosobo. Bupati Eko Purnomo, Ketua DPRD Afif Nurhidayat, kapolres serta dandim menerima empat simbol meliputi tombak, pataka, songsong agung  serta bendera merah putih. Keempat benda pusaka tersebut sebelumnya sudah berkeliling ke 15 kecamatan di Wonosobo dan dikembalikan ke pendopo kabupaten.

Sebagai puncak acara, 5.000 penari dari berbagai desa dan sekolahan menari tari Topeng Lengger. Sehingga praktis semua ruang alun-alun penuh dengan penari. Menariknya para pejabat ikut menari bersama pasangan masing-masing. Meliputi bupati dengan istri, wakil bupati dengan istri, ketua DPRD dengan istri, kapolres beserta istri serta dandim dengan istri. Pertunjukan tari khas Wonosobo ini menyita ribuan pasang mata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo mengatakan, tarian yang dibawakan 5.000 penari ini sudah dipersiapkan lama. Melibatkan pelajar dan kelompok kesenian dari tiap desa. Dihelat  sebagai upaya pihaknya untuk melestarikan kesenian khas Wonosobo tersebut agar terus diminati masyarakat dan tidak punah.

“Tari Topeng Lengger merupakan tari perpaduan pria wanita. Tari ini merupakan tarian rakyat Wonosobo yang sudah turun temurun,”katanya.

Dikatakan Andang, kesenian merupakan salah satu potensi wisata. Untuk itu pihaknya berharap agar kesenian ini terus lestari dari generasi ke generasi. Dalam HUT Wonosobo ke 193 ini sengaja disuguhkan secara masal agar mampu mendongkrak berbagai even yang digelar selama rangkaian hari jadi tahun ini. Dengan suguhan tari ini, mampu memanfaatkan pariwisata dan pendidikan sekaligus memupuk budaya gotong-royong. “Aset budaya ini bagian dari magnet wisata, maka harus terus kita suguhkan,” tandasnya. (ali/adv/lis)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Daerah Diminta Garap Potensi Wisata Alam

SEMARANG - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Sri Adiningsih meminta Pemprov Jateng menggali potensi objek wisata, terutama yang berbasis alam. Apalagi, Jateng punya tipografi...

Prihatin Komik Vulgar, Buat Serial Sarat Pesan Moral

RADARSEMARANG.COM - Geliat komik di Indonesia, Semarang punya seorang komikus yang berusaha berkarya sembari berdakwah. Istilahnya, sambil menyelam minum air. Sembari menyalurkan hobi, ia...

Sehari, Tujuh Warga Menjanda

KEBUMEN—Kasus perceraian di Kebumen mengalami lonjakan. Gugat cerai dari pihak istri masih mendominasi. Panitera  (PA) Kebumen, Miftahul Jannah mencatat, kasus perceraian meliputi cerai talak...

Jugun Ianfu Termuda Meninggal Dunia

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Elizabeth Sri Sukanti, 84, eks jugun ianfu paling muda pada masanya, meninggal dunia Rabu (20/12) malam. Jenazah telah dimakamkan di Pemakaman...

Dua Petani Tersambar Petir

DEMAK - Hujan deras disertai kilatan petir kemarin memakan korban jiwa. Mukhlasin, 50, warga Dukuh Gempol, RT 4 RW 2, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang...

Kartu Tani Justru Bebani Petani

DEMAK-Keberadaan kartu tani oleh sebagian petani dinilai justru membuat ruwet dan membebani petani. Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi mereka harus memiliki tabungan yang cukup untuk...