31 C
Semarang
Minggu, 29 November 2020

Dari Bantu Teman, Jadi Ladang Bisnis

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM – HANITA Masithoh tak pernah menyangka sebelumnya, jika dirinya bisa membuka bisnis jasa penerjemahan Bahasa Arab dan Inggris. Alumni Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang dan Raudlatul Ulum Guyangan ini semula hanya membantu teman-teman kuliahnya untuk menerjemahkan manuskrip untuk jurnal internasional atau konferensi internasional. Atas dorongan teman-temannya, akhirnya menekuni usaha jasa penerjemah dua bahasa yang diberi nama Toptranslation. Tepatnya sejak masuk S2 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, atau dua tahun lalu.

“Awalnya, saya sering diminta teman-teman menerjemahkan manuskrip. Soalnya mahasiswa Pascasarjana diwajibkan membuat publikasi. Terus teman-teman pada menyuruh aku untuk membuka jasa penerjemah. Akhirnya, tak pikir-pikir boleh juga,” kata Hanita kepada Radar Jawa Pos Semarang.

Tidak hanya mendapatkan fee, tujuan awal Hanita membuka jasa penerjemahan adalah mengasah kemampuan dan ilmu yang didapatkan dari bangku perkuliahan. Sebagai team leader, perempuan kelahiran Pati ini mengakomodasi anggota dari beberapa kampus ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Surakarta (UNS), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Saat ini, Hanita memiliki lima freelancer yang membantu menerjemahkan jika job banyak dan bebarengan. “Dulunya, saya bikin jasa penerjemah sendiri. Tapi pas ada beberapa job dengan deadline bebarengan, akhirnya saya merekrut tim dengan sistem freelance, jadi bisa tetap aktif dengan kegiatan lain,” ucapnya.

Hanita terbilang memiliki segudang prestasi membanggakan. Beberapa karya tulisannya dimuat di beberapa media lokal maupun internasional. Salah satu artikel penelitiannya yang berjudul Communication Strategies Used by the Students on the Perspective of Oral Proficiency dimuat di International Jurnal of Multicultural and Multireligious Understanding, Jerman di tahun 2018. (mg15/ida)

More articles

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...