31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Jateng Sasaran Narkoba Thailand

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wilayah Jawa Tengah rupanya menjadi sasaran penyelundupan narkotika dari negara-negara tetangga, terutama Thailand. Hal ini terbukti dari banyaknya pengungkapan kasus narkotika tiap tahun yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng bersama Bea Cukai Tanjung Mas Semarang. Setidaknya, dalam kurun waktu tiga tahun ini, penyelundupan narkotika terbanyak dari negara Thailand.

“Memang dari pengungkapan kasus, dari pengiriman paket, tersangka yang kita tangkap, kurir-kurir itu kebanyakan dari Thailand. Jadi wilayah Jawa Tengah ini menjadi sasaran peredaran gelap narkotika jaringan internasional khususnya dari Thailand menyumbang paling banyak narkotika,” ungkap Kepala BNN Jateng, Tri Agus Heru Prasetyo saat kegiatan pemusnahan narkotika di kantornya, Selasa (24/7).

Tercatat, pada 13 Oktober 2016, pihaknya telah melakukan penangkapan di Semarang terhadap seseorang penerima paket narkotika sabu dengan berat 180 gram. Barang tersebut disembunyikan dalam paketan barang berisi sepatu yang dikirim oleh seseorang beralamat di Lupipini Ville Shukumit II 247, Phomenupin Bangkok Thailand.

“Kemudian pada 15 Maret 2017, BNN Jateng bersama Bea Cukai Tanjung Mas menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dengan berat 57 gram dari Thailand melalui jasa pengiriman kantor pos,” bebernya.

Pada kasus terbaru, petugas juga berhasil mengungkap penyelundupan narkotika seberat 1,162 kg sabu di terminal kedatangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, pada, 1 Juli 2018 sekitar pukul 17.00. Barang tersebut dibawa seorang penumpang bernama Wilaiwan Boonyiam, warga Lamphaya Nokhan Pathom Thailand.

“Terbanyak memang dari Thailand, kedua dari Malaysia, ada yang dari Singapura. Kemarin beberapa kasus pengiriman paket dari Jerman, kemudian Hongkong, itu sudah berhasil kita ungkap,” tegas.

Saat ini, perkara kasus Wilaiwan Boonyiam sedang dilakukan penyelidikan oleh penyidik. Berdasarkan surat penetapan Kejaksaan Negeri Semarang, barang bukti 1.162,37 kg disisihkan kurang lebih 34,35 gram untuk kepentingan barang bukti di persidangan. “Sedangkan sisanya 1,128 02 kg dimusnahkan,” katanya.

Tri Agus menambahkan, selain itu pihaknya juga telah menangani 2 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berasal dari bisnis narkotika, dengan melibatkan 6 tersangka dan disita berbagai aset meliputi tanah, rumah, sepeda motor, emas batangan, uang tunai, termasuk properti lainya dengan total Rp 1,6 miliar. (mha/zal)

Latest news

Related news