33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Proyek BKT Terkendala Pipa Gas, PDAM dan Kabel PLN

Sudah Disurati, Tidak Digubris

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SULISTIONO/JAWA POS RADAR SEMARANG
SULISTIONO/JAWA POS RADAR SEMARANG

Kita sudah surati, tapi tidak ada tindaklanjutnya di lapangan, dengan alasan menunggu anggaran 2019.

Ruhban Ruzziyatno
Kepala BBWS Pemali-Juana

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Upaya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana untuk menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang, masih terkendala adanya pipa gas,pipa PDAM dan kabel listrik.

Kepala BBWS Pemali-Juana, Ruhban Ruzziyatno saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (23/7), mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat ke tiga instansi tersebut, yakni PGN, PDAM dan PLN untuk membantu memindahkan dari kawasan proyek lantaran cukup berisiko jika terkena alat berat. Sayangnya, hingga kini belum mendapat respon dari ketiga instansi tersebut.

“Kita sudah surati, tapi tidak ada tindaklanjutnya di lapangan, dengan alasan menunggu anggaran 2019,” ungkap Ruhban.

Padahal, tambah dia, jika PGN, PLN dan PDAM baru memindahkan asetnya pada 2019, sama saja tidak ada artinya. Karena proyek normalisasi Sungai BKT ditarget selesai tahun ini atau maju satu tahun.

“Pak Menteri PUPR minta agar dipercepat, karena tidak ingin melihat warga Semarang terus-menerus terkena banjir dan rob, karena itu minta dipercepat proyeknya,”katanya,

Namun keinginan Kementerian PUPR itu, ternyata tidak diimbangi dengan instansi lainnya, yang tidak segera merespons permintaan pihak BBWS Pemali-Juana. Karena kondisi itulah, pihak BBWS mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Tengah.

“Sepuluh hari lalu kita sudah berkirim surat ke Pak Gubernur. Intinya meminta bantuan Pak Gub untuk mengkomunikasikan kepada ketiga instansi itu agar tahun ini bisa selesai memindahkan,”tandas Ruhban.

Terkait progres normalisasi Sungai Banjirkanal Timur yang ground breaking-nya dimulai 5 Januari 2018, Kepala BBWS Pemali-Juana ini mengatakan, dari 3 paket pengerjaan tahap 1,telah melampau target yang ditetapkan.

“Semua paket yang kami kerjakan rata-rata sudah di atas target, antara 10 hingga 15 persen,” beber Ruhban.

Ia optimistis, jika PGN, PLN dan PDAM serta Pemkot Semarang lebih proaktif, maka proyek senilai Rp 485 miliar ini bisa selesai tepat waktu. Apalagi sejak seminggu lalu, pihak kontraktor menambah jam kerja hingga malam hari. “Kita lembur sampai pukul 11 malam dengan harapan bisa selesai sesuai yang diminta Pak Menteri tahun ini,” katanya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan Kota Semarang menepati janjinya melakukan pembongkaran bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito yang masih berdiri di sepanjang bantaran Sungai BKT, Senin (23/7). Sedikitnya 75 bangunan PKL dan hunian liar di Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo Semarang Timur dirobohkan menggunakan alat berat.

Pembongkaran ini merupakan tindaklanjut dari pemberian kelonggaran waktu pada pembongkaran sebelumnya, yakni Rabu (11/7) lalu. Sejumlah PKL mengaku akan membongkar sendiri bangunannya. Kendati demikian, Dinas Perdagangan tetap hadir untuk mempercepat pembongkaran. Kegiatan ini pun berjalan lancar.

Meski begitu, sebagian warga dan para pedagang mengaku kebingungan terkait pemindahannya. Sebab, rumah susun sewa (rusunawa) di Kudu, Genuk yang dijanjikan sebagai tempat pindah belum tersedia. Selain itu, pembangunan tempat relokasi PKL di Pasar Barito Baru dan Penggaron, juga belum selesai.

“Saya bingung mau pindah kemana? Katanya dipindah ke Rusunawa Kudu, tapi sampai sekarang belum dapat kunci. Apalagi informasinya di sana sudah penuh,” ujar warga Mlatiharjo, Sumarti.

Sumarti memang tidak menolak dipindahkan dengan adanya proyek normalisasi Sungai BKT. Namun, ia berharap segera mendapat tempat tinggal pengganti yang layak. Sebab, ia enggan tinggal bersama saudaranya lantaran tidak muat untuk menampung keluarganya.

Hal serupa disampaikan PKL Barito di Kelurahan Bugangan, Sugiyono. Ia pun tidak menolak dipindahkan, namun meminta waktu hingga akhir Juli mendatang sampai selesai memindahkan barang dagangannya.

“Mau saya pindahkan langsung ke Pasar Klitikan (Pasar Barito Baru, Red), tapi kios di sana belum jadi. Jadi bingung mau naruh barang di mana,” katanya.

Sugiyono mengaku, sementara akan menggunakan tempat di rumah temannya di daerah Tlogosari untuk meletakkan barang dagangannya. Nantinya jika kios di Pasar Barito Baru selesai, ia akan kembali memindahkannya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, ditemui di lokasi menyampaikan, pembongkaran kios PKL dan hunian liar di kedua kelurahan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pembongkaran yang dilakukan pertengahan Juli lalu.

Fajar membeberkan, sebanyak 75 bangunan yang terdiri atas 40 bangunan di Kelurahan Mlatiharjo dan 35 bangunan di Bugangan dibongkar. Dari perhitungannya, masih ada sekitar 50 bangunan di dua kelurahan tersebut yang belum dibongkar.

“Sisanya minta waktu untuk membongkar sendiri bangunannya. Kami beri waktu. Kami sudah bersyukur para pedagang mau dipindah, sehingga sementara ini yang belum dibongkar agar dipindahkan dulu barang-barangnya,” terang Fajar.

Fajar optimistis, seluruh bangunan akan bersih dan dibongkar seluruhnya pada akhir Juli mendatang. Sehingga nanti hanya menyisakan PKL yang berada di Kelurangan Karangtempel. Ia mengapresiasi kesadaran para penghuni bangunan liar di bantaran Sungai BKT yang mau pindah secara mandiri, apalagi bagi warga yang tidak kebagian rumah susun. Karena itu, pihaknya menyediakan lapak di Pasar Banjardowo untuk dijadikan hunian sementara. “Untuk sementara yang tidak dapat tempat tinggal, karena kami peduli, maka kami sediakan tempat di Pasar Banjardowo sembari menunggu pembangunan rusunawa di Kudu selesai,” tandasnya. (ae1/tsa/aro)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Finalis Duta Wisata Korban Tabrak Lari

MAGELANG—Dua kecelakaan terjadi di dua lokasi berbeda di wilayah eks karesidenan Kedu pada hari yang sama, Sabtu (25/11) pekan lalu. Di ruas Jalan A....

Dewan Sepakati 40 Raperda

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Demak bersama tim Pembentukan Produk Hukum Daerah Pemkab Demak berhasil menyepakati usulan pembahasan sebanyak...

Rem Blong, Truk Masuk Jurang

BATANG - Diduga akibat rem blong, truk tronton yang sarat muatan kertas rol masuk jurang di jalur pantura Alas Roban, Gringsing, Kabupaten Batang. Kondisi...

Warga Protomulyo Tuntut Ganti Rugi Tol

KENDAL—Sejumlah warga di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan (Kalsel) yang terdampak jalan tol menuntut ganti rugi agar segera dibayarkan. Pasalnya aktivitas pengerjaan tol oleh...

KSPN Anggap Gugatan Apindo Tak Wakili Perusahaan

SEMARANG – Ketua DPD Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jateng, Heru Budi Utoyo menuding Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tidak mewakili kepentingan para pengusaha. Sebab...

Jajanan Berformalin Masih Beredar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Dinas Kesehatan Kota Magelang memeriksa kualitas berbagai jajanan yang dijual di sekolah-sekolah. Gerobak jajanan keliling yang telah lolos uji bahan berbahaya...