33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Pernikahan Anak di Jateng Masih Tinggi

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pernikahan anak di bawah umur, meski berisiko tinggi, masih sangat tinggi di Jateng. Terbukti, tahun 2016 lalu ada sekitar 30.000 pengajuan nikah di bawah umur. Dari jumlah itu, ada sekitar 2 ribu yang dikabulkan.

”Kalau ini pasangan anak-anak, maka ada 4000 anak di Jateng yang melakukan perkawinan. Padahal dampak pernikahan di bawah umur berkaitan langsung dengan kesehatan. Belum lagi mengenai persoalan KDRT dan angka kemiskinan. Juga pendidikan dan kemampuan bersosialisasi di masyarakat yang tentu belum cukup,” kata Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan HAM (LRC-KJHAM) Dian Puspitasari di sela workshop konsultasi daerah bertajuk Mewujudkan SDG’s yang Responsif Gender,Inklusif dan Transformatif dalam Kebijakan Pemerintah Daerah di kantor Bappeda Jateng Semarang, Senin (23/7) kemarin.

Menurutnya, jika perhatian pemerintah tinggi terhadap pernikahan di bawah umur ini, akan menjadi salah satu upaya menekan angka kematian ibu. Pernikahan anak dapat di-counter dengan memberikan pendidikan pada anak perempuan. ”Sebab kalau dia masih anak-anak hamil, akan ada risiko ini. Dan perkawinan anak yang digarap matang akan berkontribusi pada penekanan Angka Kematian Ibu (AKI),” imbuhnya.

Kendati begitu, Gubernur Ganjar Pranowo mengklaim program Nginceng Wong Meteng sudah berhasil, meskipun belum memenuhi target. AKI sudah menurun, meski belum mencapai angka SDGs. Namun demikian, pemerintah terus berupaya mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak.

Melihat beberapa persoalan AKI dan Angak Kematian Bayi (AKB), Ganjar menarik kesimpulan sementara bahwa ibu hamil tidak terdeteksi dengan baik. Menurutnya, ada persoalan yang saat itu perlu diperhatikan, yakni komunikasi untuk menangani ibu hamil.

Selanjutnya, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng dijalankan dengan menggandeng sejumlah pihak seperti bidan, kades, dan perguruan tinggi. Program ini, dikatakan Ganjar, mengajak semua orang untuk peduli pada ibu hamil. ”Berbagai cara dibuat untuk memberikan perhatian pada orang hamil. Hasilnya mampu menurunkan angka kematian ibu secara signifikan,” katanya. (sga/ida)

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Pemindahan Empat Sekolah Belum Jelas

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Pembangunan tol Semarang-Batang di wilayah Kendal menerjang empat sekolah. Hingga kini belum ada kejelasan untuk lahan pengganti maupun pembangunan gedung baru...

Siasati Persaingan, Pengusaha Rental Mobil Bentuk MRC

MAGELANG - Pengusaha rental mobil se-Kota/Kabupaten Magelang membangun siasat untuk menghadapi persaingan dengan transportasi online atau taksi. Minggu (16/4) lalu bertempat di Kafe Kongkow...

Horison Jadi Grand Arkenso Park View Hotel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Hotel Horison Semarang resmi berubah nama menjadi Grand Arkenso Park View. Hotel bintang 4 yang terletak di Kawasan Simpang 5 ini, siap melayani...

Ribuan Jamaah Hadiri Khoul Akbar

KAJEN-Ribuan umat Islam dari jamaah Al Khidmah dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang dan Batang, serta Kota Pekalongan, berduyun-duyun berdatangan di Pendopo Rumah Dinas...

Kreativitas Difabel Undang Kekaguman

SEMARANG – Hasil kreatibitas tenaga kerja khusus atau difabel mampu mengundang kekaguman. Hal ini terlihat saat Pameran Inovasi dan Kreativitas Tenaga Kerja Khusus yang...

Komplotan Penipu Diringkus

SLEMAN—Komplotan pelaku penipuan bermodus bisa menggandakan duit, kemarin, diringkus Polresta Yogyakarta. Pelaku bernama Yudi Suwandi, 58, alias Asun, warga Purwokerto, Jawa Tengah. Satu lagi,...