33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Pemkab Harus Fokus Selesaikan Pasar Induk

Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PENGGUNAAN – APBD oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada tahun 2017 telah sesuai prosedur dan dinilai seimbang antara pemasukan dan pengeluaran. Sehingga laporan pertanggungjawaban APBD 2017 mendapat predikat wajar tanpa pengecualian.

Meski demikian, menurut Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro, di dalam pelaporan yang dilakukan oleh tiap-tiap dinas yang dibahas di masing-masing komisi, banyak ditemukan persoalan-persoalan yang krusial dan perlu adanya tindak lanjut. Salah satunya berkaitan dengan terhambatnya pembangunan Pasar Induk yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Hal ini diharapkan menjadi fokus utama bagi pemerintah daerah dalam penganggaran APBD 2018 ke depan.

“Kami merekomendasikan agar saudara bupati beserta jajarannya untuk fokus melakukan penyelesaian Pasar Induk Wonosobo. Bisa tertata dan roda ekonomi segera berjalan normal serta pusat kota ini bisa tertata kembali dengan baik,” ujar Suwondo Yudhistiro.

Selain itu, persoalan-persoalan yang diharapkan untuk segera diatasi oleh pemerintah daerah saat ini di antaranya renovasi alun-alun kota. Sehingga para pedagang kaki lima bisa melanjutkan roda perekonomiannya secara normal kembali.

“Tentu dengan catatan bahwa para PKL ini tidak mengganggu arus lalu lintas ataupun kepentingan-kepentingan masyarakat umum dalam pemanfaatan alun-alun sebagai ruang terbuka hijau,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Daerah sudah seharusnya melakukan upaya serius untuk mengembalikan fungsi utama Alun-alun sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang bisa menjadi pusat aktivitas olah raga, pertunjukan seni-budaya, rekreasi keluarga dan sekaligus sebagai penyangga lingkungan hidup. Banyaknya pohon Bramastana (Beringin) yang ditanam di seputar Alun-alun dan di tengah Alun-alun menjadi penyuplai oksigen yang menambah kesejukan kota dan sebagai penjaga mata air yang sangat dibutuhkan oleh warga.

Karena itu, sangat diperlukan ketegasan sikap Pemda Wonosobo dalam melakukan penertiban para pedagang sekaligus harus mencari solusi alternatif agar para pedagang musiman tersebut juga bisa tetap mengais rezeki dari keramaian kota tanpa menimbulkan kesan semrawut, kumuh dan liar tanpa aturan. “Pemda harus mengupayakan agar segera membuat pusat perbelanjaan di sekitar kota yang bisa menggantikan Alun-alun saat ini dan melakukan penataan parkir kendaraan bermotor di seluruh pusat kota.”

Tingginya angka kecelakaan di jalan Kertek, lanjut Suwondo, juga harus dicarikan solusi dan perencanaan yang matang agar tidak ada lagi kecelakaan, setidaknya angka kecelakaan berkurang.

Hal itulah yang menjadi pekerjaan rumah Pemkab Wonosobo ke depan dalam melaksanakan serta mengemban amanah masyarakat. Hal itu demi tercapainya kesejahteraan masyarakat serta tercapainya visi terciptanya lingkungan yang aman, sehat, rapi dan indah. (cr1/lis)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tersetrum, Satu Tewas

PEMALANG – Nasib sial dialami dua pekerja yang sedang memperbaiki genteng milik majikannya. Gara-gara itu keduanya kesetrum listrik. Satu masih beruntung selamat walaupun dengan...

Motot Antik Kota Lama

Sejumlah pengendara motor antik dan skuter dari seluruh Indonesia berkeliling kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (17/9). Mereka berkumpul dalam acara MOD VS Rockers Semarang,...

Penyebar Puisi Ganjar Dipolisikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim kuasa hukum pasangan calon Gubernur- Wakil Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo - Taj Yasin melaporkan pelaku penyebar isu suku, agama, ras,...

Petani Tembakau Kendal Merugi 

KENDAL—Para petani tembakau di Kendal tahun ini dipastikan merugi. Pasalnya, daun tembakau di Kendal pada musim panen tahun ini mengalami penurunan kualitas. Yakni banyak...

Ketahuan Pungli, Menteri Ancam Cabut SK Penyuluh

UNGARAN–Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman berjanji menindak tegas oknum pertanian yang bermain dan menarik pungutan liar (pungli) dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil...

Donor ASI Tak Boleh Asal-Asalan

SELAIN dikonsumsi buah hatinya sendiri, ada sebagian ibu berbagi ASI kepada bayi selain anaknya sendiri alias donor ASI.  Khususnya, ibu-ibu yang produksi ASI-nya melimpah....