33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Pembangunan Insfrastruktur Harus Lebih Merata

Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, KEMAJUAN – suatu daerah tidak bisa dilepaskan dari pembangunan infrastruktur. Sebab pembangunan infrastruktur yang baik bisa mendukung pergerakan ekonomi masyarakat.

Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo menyoroti pemerintah daerah dalam mencari terobosan untuk menangani pemerataan pembangunan di Wonosobo. Karena dinilai pembangunan infrastruktur belum merata.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo Wahyu Nugroho menyampaikan bahwa peran pemerintah dalam melakukan proses pembangunan sudah cukup baik, hanya perlu untuk terus didorong agar segera tercipta pemerataan pembangunan.

Ketimpangan pembangunan di kota dan desa, menurutnya, masih sangat mencolok. Khususnya dalam bidang pembangunan insfratuktur jalan. Ini terlihat saat dirinya datang menemui masyarakat pedesaan di daerah perbatasan.

Menurut Wahyu, dalam peningkatan pembangunan Kabupaten Wonosobo masih tertinggal dari kabupaten lain. “Kita masih di angka 65 persen dibanding kabupaten lain di mana mereka sudah mencapai angka 85 persen. Jangan sampai pembangunan jalan kabupaten itu dilimpahkan pada pihak desa, karena tentu akan sangat memberatkan mereka,” imbuhnya.

Sebagai contoh, pada Maret 2018 lalu, Komisi C meninjau jalan penghubung antar Kecamatan Watumalang dan Leksono yang rusak. Padahal jalur tersebut merupakan akses utama warga dua kecamatan tersebut. Warga telah mengadukan hal tersebut ke DPRD dan meminta agar pemerintah memperbaikinya.

Menurut Wahyu, jalan penghubung tersebut merupakan akses utama penyangga kegiatan ekonomi dan sosial antar dua kecamatan, dampak nyata yang dirasakan setelah kerusakan jalan tersebut di antaranya kondisi pasar tradisional kecamatan menjadi sepi. “Kalau hancur seperti itu ya sepi, kendaraan bermotor maupun angkutan malas melintas, bahkan menurut kami sudah membahayakan apalagi saat musim hujan,” katanya.

Selain menyoroti soal pembangunan infrastruktur jalan yang belum dirasa merata ini, Wahyu juga menyampaikan perlunya pembangunan pasar untuk bisa menjadi prioritas.

“Dana sudah ada, tetapi mengapa sampai sekarang belum tampak adanya pembangunan. Memang di pemerintah masih sempat terganjal karena proses relokasi. Tapi saya kira tetap ada solusi dari permasalahan ini,” tandasnya.

Sementara itu, dari eksekutif sendiri mengakui bahwa proses itu masih terus diikhtiarkan. Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Wonosobo, Agus Suryatin, pemerintah terus berusaha dalam meningkatkan pemerataan pembangunan. “Kita masih berada dalam zona merah sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Untuk itu prioritas kita tentu tidak hanya pada pembangunan jalan saja, tetapi juga merambah dalam sektor yang lainnya.” (cr1/lis)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pekalongan Utara Prioritas Bebas RTLH

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Wilayah Pekalongan Utara yang kumuh akibat rob, akan menjadi prioritas Program bebas RTLH (Rumah Tak Layak Huni) tahun 2018. Dan ditargetkan...

Siasati Ketidakjelasan Jadwal Kompetisi

SEMARANG – Belum jelasnya jadwal kompetisi membuat tim-tim harus memutar otak di masa waktu persiapan ini. termasuk tim PSIS Semarang yang bakal memperbanyak agenda...

Harga Bawang Putih Naik 100 Persen

KENDAL - Harga sejumlah komoditas mulai merambat naik jelang ramadan. Disejumlah pasar tradisional di Kendal pedagang mulai menaikkan harga sejumlah bahan makan tersebut. Yang paling...

Kebut Persiapan

SEMARANG – Setelah memastikan diri promosi ke kompetisi kasta tertinggi musim depan, tim PSIS Semarang saat ini diburu waktu untuk segera mempersiapkan diri sebelum...

Telkomsel Dorong Adopsi Mobile Banking

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA–Gencarkan penggunaan layanan mobile banking, khususnya berbasis layanan SMS, Telkomsel menggelar program Racing Weekend Banking. Program yang ditujukan bagi pengguna layanan SMS banking...

Pemilihan Ketua RW V Ngaliyan

RADARSEMARANG.COM - WARGA Kelurahan Ngaliyan RW V Kecamatan Ngaliyan, Semarang akan menggelar Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua RW periode 2018-2021. Rangkaian kegiatannya dimulai 11 Maret...