33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Jalan Antar Desa dan Pasar Harus Segera Selesai

Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, PEMBANGUNAN – sektor ekonomi dan pelayanan ekonomi masih harus dipacu agar segera dilaksanakan Pemkab Wonosobo. Memasuki HUT ke-193 Kabupaten Wonosobo, masih ada pekerjaan mendesak. Di antaranya pembangunan jalan antardesa yang sudah menjadi jalan kabupaten harus segera dibangun. Karena memiliki peran menyokong ekonomi. Selain itu pembangunan Pasar Induk harus segera terealisasi karena sudah dianggarkan sejak 3 tahun terakhir.

Ketua Komisi B DPRD Wonosobo Aziz Nuri Haryono mengaku, nyaris setiap pekan selalu ada pedagang yang mendatangi kantornya. Mereka berkeluh kesah terhadap proses pembangunan Pasar Induk Wonosobo. Padahal legislator sebagai pihak yang memiliki kewenangan mengusulkan anggaran sudah dilakukan. “Sekarang tinggal teknis pembangunan di eksekutif, kami mendorong segera terwujud pembangunan pasar,” katanya.

Aziz mengaku, hampir setiap pekan tersebut, pedagang secara bergantian menyampaikan asapirasi. Pihaknya juga menyambut baik masukan pedagang. Untuk itu, Pemkab harus jalan cepat dalam proses pembangunan Pasar Induk, karena pihaknya tidak memiliki wewenang sampai dengan mengeksekusi. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum yang memiliki fungsi tersebut segera mempercepat pembangunan Pasar.

“Karena pasar merupakan pusat perekonomian rakyat, kami berharap segera tuntas, sehingga tidak tiap pekan pedagang selalu mengeluh kepada kami dengan masalah yang masih sama,” katanya.

Konsentrasi sektor lain, Komisi B mendorong Pemkab agar membangun jalan penyambung antardesa yang sudah menjadi aset kabupaten. Karena fungsi jalan tersebut menjadi jalur transportasi ekonomi warga. Apabila jalan bagus akan mempermudah akses sehingga memacu pertumbuhan ekonomi. “Memang pembangunan jalan masuk dalam bidang komisi lain, tapi ini terkait dengan bidang kami terutama ekonomi,” katanya.

Selain mengkritik, Aziz juga mengapresiasi kinerja Pemerintahan di bawah pimpinan Bupati Eko Purnomo. Menurutnya, dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah, tahun lalu dari hasil audit BPK mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Menurutnya penilaian ini harus dipertahankan dengan tetap menempatkan sektor pembangunan pertanian dan UMKM menjadi target utama dalam pembangunan ekonomi. “Prestasi ini harus kita apreasiasi, maka ke depan harus dipertahankan,” katanya.

Aziz berharap, Pemkab serius dalam mewujudkan pembangunan Pasar Induk, sehingga tidak terus menerus pedagang mengeluhkan kondisi tempat berdagang pasca-kebakaran. Apabila ada hal teknis dalam pelaksanaan, pihaknya mendorong agar segera diselesaikan dengan baik. Sehingga masyarakat tumbuh kepercayaan dalam proses pembangunan.

“Kalau ada kendala segera ditangani. Karena kami masih ingat, kami anggarkan pembangunan pasar ini sudah sejak tiga tahun lalu, kami mohonlah segera diselesaikan,” pintanya. (ali/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Investasi Elektronik Masih Prospektif 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Besarnya jumlah penduduk Indonesia serta pendapatan perkapita yang meningkat dinilai sebagai salah satu daya tarik investasi jangka panjang. Khususnya bagi perusahaan-perusahaan...

Tak Bisa Tinggalkan Hobi

SEBAGAI Pemimpin, Albert Andy Santoso juga tidak lupa dengan hobi lamanya yaitu sepak bola. Bahkan, ia juga membangun gedung futsal yang tidak jauh dari...

Gali Ide dan Desain agar Tak Monoton

Banyaknya perayaan dalam berbagai momen istimewa menjadikan bisnis party planner kian berkembang. Penggalian ide serta kreativitas menjadi kunci dalam menjalankan usaha di bidang ini. Salah...

Pekan Raya Akutansi Polines

RADARSEMARANG.COM - HIMPUNAN Mahasiswa Jurusan Akutansi Politeknik Negeri Semarang akan menyelenggarakan Pekan Raya Akutansi berjudul “Celebration Of Ancient’s Glorious Eve”. Puncak acara digelar 29...

Siapkan Rusunawa di Wates

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Komisi C DPRD Kota Magelang mendukung langkah pemkot yang berencana merealisasikan satu rumah susun sewa (Rusunawa) lagi di daerah Wates, Magelang...

Normalisasi BKT Dipastikan Molor

"Infonya ada revisi dari Menteri Keuangan. Soal detilnya, saya tidak tahu. Yang jelas masalah anggaran," Prasetyo Budhie Yuwono Kepala Dinas Pusdataru Jateng PROYEK normalisasi Banjir Kanal...