32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Pertumbuhan Tak Sepesat Tahun Lalu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Industri jasa pengiriman terus menunjukkan pertumbuhan. Namun demikian, hingga semester I tahun ini, pertumbuhan tak sepesat bila dibanding dengan tahun sebelumnya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno mengatakan, jumlah pengiriman di semester I ini mengalami pertumbuhan hingga 15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, diakuinya pertumbuhan tersebut tidak sepesat dengan perbandingan antara tahun 2017 dengan 2016. Para periode tersebut, pertumbuhan mencapai hingga 30 persen, seiring dengan boomingindustri e-commerce.

“Tahun 2016 ke 2017 industri e-commerce benar-benar booming, pertumbuhannya luar biasa. Dan memang industri e-commerce memberi andil cukup besar pada industri jasa pengiriman. Sekarang tetap tumbuh, tapi lonjakannya tidak sebesar saat e-commerce mulai booming,”ujarnya, kemarin.

Sedangkan bila dilihat dari segi revenue, lanjutnya, semester I tahun ini, tidak menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Salah satunya disebabkan oleh kenaikan biaya operasional yang dipicu naiknya harga bahan bakar minyak.

“Kenaikan bahan bakar berpengaruh pada biaya operasional armada kami. Sedangkan hingga saat ini kami masih belum menaikkan ongkos kirim. Sehingga meskipun jumlah pengiriman bertambah, untuk revenue ya masih belum tumbuh signifikan,”ujarnya.

Selain mengupayakan sejumlah terobosan guna meningkatkan pertumbuhan, pihaknya juga mendorong Jawa Tengah untuk difungsikan sebagai gerbang ekspor impor e-commerce. Hal ini didukung dengan perangkat yang telah siap serta posisi Jawa Tengah yang dinilai cukup strategis.

Selama ini, ujarnya, produk-produk e-commerce kebanyakan keluar dan masuk ke dalam negeri melalui Jakarta terlebih dahulu, baru didistribusikan ke daerah-daerah tujuan. Banyaknya barang yang masuk dan keluar dinilai kurang efisien bila hanya melalui satu pintu.

“Volume keluar masuk barang e-commerce ini cukup besar. Jakarta sudah terlalu hectic, dikhawatirkan akan terjadi antrean dan penumpukan. Alangkah baiknya bila di split, salah satunya melalui Jateng,” ujarnya. (dna/zal)

Latest news

Related news