31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Pernikahan Anak di Jateng Masih Tinggi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pernikahan anak di bawah umur, meski berisiko tinggi, masih sangat tinggi di Jateng. Terbukti, tahun 2016 lalu ada sekitar 30.000 pengajuan nikah di bawah umur. Dari jumlah itu, ada sekitar 2 ribu yang dikabulkan.

”Kalau ini pasangan anak-anak, maka ada 4000 anak di Jateng yang melakukan perkawinan. Padahal dampak pernikahan di bawah umur berkaitan langsung dengan kesehatan. Belum lagi mengenai persoalan KDRT dan angka kemiskinan. Juga pendidikan dan kemampuan bersosialisasi di masyarakat yang tentu belum cukup,” kata Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan HAM (LRC-KJHAM) Dian Puspitasari di sela workshop konsultasi daerah bertajuk Mewujudkan SDG’s yang Responsif Gender,Inklusif dan Transformatif dalam Kebijakan Pemerintah Daerah di kantor Bappeda Jateng Semarang, Senin (23/7) kemarin.

Menurutnya, jika perhatian pemerintah tinggi terhadap pernikahan di bawah umur ini, akan menjadi salah satu upaya menekan angka kematian ibu. Pernikahan anak dapat di-counter dengan memberikan pendidikan pada anak perempuan. ”Sebab kalau dia masih anak-anak hamil, akan ada risiko ini. Dan perkawinan anak yang digarap matang akan berkontribusi pada penekanan Angka Kematian Ibu (AKI),” imbuhnya.

Kendati begitu, Gubernur Ganjar Pranowo mengklaim program Nginceng Wong Meteng sudah berhasil, meskipun belum memenuhi target. AKI sudah menurun, meski belum mencapai angka SDGs. Namun demikian, pemerintah terus berupaya mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak.

Melihat beberapa persoalan AKI dan Angak Kematian Bayi (AKB), Ganjar menarik kesimpulan sementara bahwa ibu hamil tidak terdeteksi dengan baik. Menurutnya, ada persoalan yang saat itu perlu diperhatikan, yakni komunikasi untuk menangani ibu hamil.

Selanjutnya, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng dijalankan dengan menggandeng sejumlah pihak seperti bidan, kades, dan perguruan tinggi. Program ini, dikatakan Ganjar, mengajak semua orang untuk peduli pada ibu hamil. ”Berbagai cara dibuat untuk memberikan perhatian pada orang hamil. Hasilnya mampu menurunkan angka kematian ibu secara signifikan,” katanya. (sga/ida)

Latest news

Related news