Beranda Features Cover Story SIMGAKIN Persempit Manipulasi SKTM

SIMGAKIN Persempit Manipulasi SKTM

Others

RADARSEMARANG.COM – KETUA DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menilai di Kota Semarang sejauh ini tidak banyak ditemukan oknum orangtua yang menyalahgunakan SKTM demi anaknya bisa masuk SMA/SMK negeri pilihan. Hal ini  tak lepas dari adanya database Sistem Informasi Warga Miskin (SIMGAKIN).

“Karena terintegrasi semua, dan tidak ada yang namanya SKTM tiba-tiba muncul, apalagi manipulasi orang kaya yang mengaku miskin,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (21/7).

Supriyadi menjelaskan, Kota Semarang sebenarnya memiliki proses panjang dalam pendataan warga miskinnya. Hal ini tentunya berkaitan dengan isian database di SIMGAKIN yang terintegrasi secara online.

Di Kota Semarang, kata dia, pandataan warga miskin dilakukan oleh Pemkot dengan melakukan verifikasi secara faktual di lapangan. Selain itu, warga miskin yang didata juga melalui usulan dari RT/RW setempat.
Database ini diperbarui setiap 4 tahun sekali. Saya kira ini bagus juga jika diadopsi oleh kabupaten/kota di Jawa Tengah,” tegas politikus PDIP ini.
Ia menjelaskan, dalam pengurusan SKTM setidaknya harus ada pengecekan langsung dari perangkat terkait. Misalnya, di tingkat kelurahan, Kasi Kesejahteraan Sosial (Kessos) wajib untuk memverifikasi sebagai tanggung jawabnya mengeluarkan SKTM di kemudian hari.

“Itu biasanya RT/RW karena kasihan bisa mengeluarkan, terus ketika sampai di kelurahan mereka tidak mau mengecek, tapi atas dasar perasaan juga. Ini kan menjadi persoalan baru terkait penerimaan peserta didik baru ini dan harus ada sanksi hukumnya juga,” tandasnya. (tsa/aro)

Stay Connected

12,287FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News