33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Perbanyak Bank Sampah, Sulap menjadi Produk Tas

Wisanggeni Damar Panuluh, Aktivis yang Peduli dengan Sampah Rumah Tangga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Tidak hanya mengajak membuang sampah pada tempatnya, Wisanggeni Damar Panuluh juga mengarahkan orang-orang di sekitarnya untuk memilah dan memanfaatkan sampah. Salah satunya dijadikan produk tas. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

MENGURANGI tumpukan sampah. Itulah yang menjadi misi Wisanggeni Damar Panuluh. Alumnus Psikologi Unika Soegijapranata Semarang ini  tidak ingin sampah yang ada menumpuk tak berguna dan justru menjadi sumber bencana.

Awalnya, ia memulai dari dirinya sendiri. Ia memanfaatkan sampah yang ada di sekitarnya untuk diubah menjadi barang berguna. Berbagai produk diciptakan dari bahan sampah bekas di sekitar rumahnya. Salah satunya, tas punggung yang hingga kini dipakai. Ia membuatnya dari potongan sampah yang dilapisi dengan kain. Jadilah, tas yang kekuatannya tidak diragukan.

”Saya awalnya memang membuat sendiri. Tapi, karena saya ingin membuat perubahan lebih besar, saya ajak ibu-ibu untuk bergerak bersama memanfaatkan sampah menjadi barang berguna, serta memberikan tambahan penghasilan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kini, fokus Damar tidak lagi membuat barang-barang berguna dari bahan barang bekas. Untuk urusan itu, ia sudah menyerahkannya kepada ibu-ibu rumah tangga yang menjadi binaannya. Di Jawa Tengah, ia mengaku sudah mengampu kurang lebih 5.000 ibu-ibu untuk mengelola sampah rumah tangganya.

”Sekarang saya serahkan ke mereka untuk membuat karya dari barang bekas. Malah saya yang mengambili sampah dari mereka sekarang,” ujarnya.

Tidak hanya ibu-ibu, kebiasaan memilah dan menabung di bank sampah juga ia tanamkan kepada siswa sekolah. Sedikitnya, 30 sekolah sudah ia dorong untuk membentuk bank sampah yang hasilnya juga dapat dinikmati oleh mereka.

”Perusahaan-perusahaan juga saya minta untuk membuat bank sampah. Karena memang itu tadi, sebisa mungkin hanya sedikit sampah yang ke TPA,” tegas pria yang sejak dulu suka dengan kegiatan sosial ini.

Ditanya mengenai suka duka bergelut di dunia sampah, Damar mengaku hampir tidak ada duka selama ia berupaya berpartisipasi mengatasi persoalan lingkungan. Semua duka, ujarnya, hilang terbalut rasa senang yang didapatkan.

”Senang karena sejauh ini banyak juga dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dari pemerintah kota dan provinsi,” ucap penggagas bank sampah Lestari Magenta ini.

Pernah juga, ia diusir ketika hendak memberikan sosialisasi terkait pemanfaatan sampah. Meskipun dengan halus, ia tahu bahwa warga tidak menghendaki kehadirannya. ”Coba bayangkan kalau diusir begini. Tapi saya senang bisa tahu berbagai karakteristik masyarakat. Dan makin semangat lagi tentunya,” akunya. (*/aro)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Instansi Pemkot Diminta Hemat Energi dan Air

MAGELANG – Pemkot Magelang terus mengkampanyekan hemat energi dan air ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. Salah satu cara untuk menyosialisasikan komitmen...

Mengenal Komunitas Ketimbang Ngemis Semarang

Sekelompok anak muda dari berbagai profesi tergabung dalam Komunitas Ketimbang Ngemis Semarang. Mereka memiliki tujuan yang mulia. Yakni, ingin mengajak dan membantu warga agar...

Lebih Mudah

Ahmad Yani (46 Tahun) saat makan bersama dengan keluarga di rumahnya jalan Kampung Ngembun RT 02 RW 05 Kelurahan Mlati Baru Kota Semarang, 23/11/2017....

Gula Semut Go International

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Usaha pembuatan gula semut di Kabupaten Purbalingga diklaim berkontribusi menyumbang Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 8 persen. “Gula semut ataupun gula...

Pemandaman Listrik Dikeluhkan Warga

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Gangguan pemadaman listrik di Kendal mulai menuai keluhan. Pasalnya akhir-akhir ini sering terjadi pemadaman tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Terlebih pemadaman dilakukan...

Kebhinekaan di Peringatan HUT RI

SALATIGA - Upacara pengibaran bendera sebagai puncak peringatan HUT ke-72 RI Tingkat Kota Salatiga diikuti oleh berbagai etnis dan golongan yang ada di Kota...