33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Pedagang Ayam Mogok, Konsumen Cemas

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Aksi mogok tak berjualan yang dilakukan pedagang ayam potong di beberapa pasar di Kota Magelang, Minggu (22/7) membuat konsumen kelabakan. Pada pedagang ini mogok jualan karena protes harga ayam yang tidak stabil.

Salah satu pedagang bubur ayam di kawasan Kuliner Kartika Sari, Aceng, 47, mengaku bingung mencari bahan baku ayam karena para pedagang mogok. “Ya tetap nyari. Karena hari ini (kemarin) belum belanja bahan baku ayamnya. Kalau ndak dapat ya nggak tahu, mungkin ndak buka dagangan,” keluh Aceng.

Ia sebelumnya sudah mendengar rencana adanya aksi mogok tersebut. Namun ia mengira hanya sehari. “Ternyata saya dengar sampai tiga hari dan se-Jawa Tengah. Saya harus nyari di mana ini,” keluh Aceng.

Menurut dia, sejak berjualan selama 10 tahun, baru kali ini mengalami kenaikan harga ayam potong yang cukup tinggi. Selama ini harga ayam potong paha per kilogram rata-rata Rp 45.000 sampai Rp 50.000.

Salah satu petugas keamanan Pasar Rejowinangun, Agus S, mengaku aksi mogok para pedagang ayam potong berlangsung sejak pukul 02.00. “Sekitar 50 pedagang ayam tidak ada yang jualan. Ternyata mereka melakukan aksi mogok karena harga ayam dari peternak sudah tinggi. Saya dengar sampai tiga hari aksi mogoknya,” ujar Agus.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Kebonpolo, Maesaroh, 49,mengatakan aksi dilakukan karena pasokan dari peternak sejak empat hari terakhir berkurang. “Sejak empat hari terakhir, pasokan ayam pedaging dari sejumlah peternak mengalami pengurangan dan harganya sudah melambung tinggi,” kata Maesaroh. Harga beli dari peternak mencapai Rp 25.000 per kilogram ayam hidup. Dengan harga tersebut, pedagang akan rugi. Apabila dijual mahal kepada konsumen dipastikan tidak laku.

Lanjut dia, harga jual ayam potong/pedaging kepada konsumen mencapai titik tertinggi yakni Rp 45.000 per kilogram. Sebelumnya, harga menjelang hingga sesudah Lebaran, berkisar di angka Rp 35.000 per kilogram hingga Rp 36.000 per kilogram. “Aksi para pedagang ayam tidak tahu kapan berakhir, sambil menunggu harga ayam turun di tingkat peternak saja,” tukasnya.

Aksi mogok jualan juga berlangsung di Pasar Blauran Salatiga. Hanya saja, kemarin masih ada pedagang yang menjual daging ayam karena tidak tahu ada aksi mogok. “Sebelumnya saya tidak tahu kalau mogok jualannya itu hari ini. Jadi hari ini yang jualan daging ayam potong cuma saya saja, yang lainnya pada libur. Ini saja saya nyepaki pelanggan saya yang biasanya beli di sini,” kata Retno di sela melayani pembeli.

Ia mengungkapkan, harga daging ayam saat ini mengalami kenaikan yang cukup drastis. Meskipun demikian, masih banyak pelanggan yang mencari daging ayam potong di lapaknya. “Biasanya harga normal cuma Rp 20.000 sampai Rp 25.000 per kilogram. Sekarang bisa sampai Rp 45.000 per kilogram. Biasanya usus cuma sampai Rp 15.000 sekarang bisa sampai Rp 20.000 ke atas,” terangnya.

Sementara itu, pedagang ayam potong yang tergabung dalam Asosiasi Broiler Salatiga sebenarnya akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kota Salatiga, Sabtu (21/7). Namun karena belum ada izin, aksi ditunda Senin (23/7) ini. (had/mg7/mg8/mg10/lis)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Doakan Lulus 100 Persen

SALATIGA - Pj Wali Kota Salatiga Achmad Rofai turut berdoa agar proses ujian nasional (unas) tingkat SD berjalan lancar dan nantinya siswa bisa lulus...

Pawai Budaya Srawung Keberagaman Lintas Agama

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Perayaan Karnaval Paskah 2018 di Kota Semarang diikuti ribuan peserta dari lintas agama. Jumat (27/4) sekitar pukul 13.30, mereka berkumpul di...

Rumah Makan Paon Rasa

KOTA Semarang memiliki segudang rumah makan dengan beragam kuliner yang ditawarkan. Tidak sedikit yang menonjolkan citarasa nusantara dari Sabang sampai Merauke, namun sedikit yang...

Pelajar Diberi Pendidikan Politik

WONOSOBO – Sedikitnya 300 pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Wonosobo mengikuti sosialisasi Pembinaan Pendidikan Politik Bagi Pelajar yang diprakarsai oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)...

Pelayanan Kesehatan Harus Ditingkatkan

SEMARANG- Pelayanan kesehatan di Jateng sampai saat ini masih saja terdapat beberapa kendala di lapangan. Mulai dari pelayanan kurang memuaskan, masyarakat kecil kurang mendapat...

Lahan Terbuka di Jateng Minim

SEMARANG - Lahan terbuka di wilayah Jateng tergolong minim. Kurangnya daya dukung lingkungan di daerah aliran sungai ini dituding menjadi alasan terjadinya bencana banjir....