33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Menjauh dari Zona Degradasi

PSIS Taklukkan Persebaya 1-0

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – PSIS akhirnya sukses mengamankan tiga poin kandang pada matchday ke-17. Haudi Abdillah dkk berhasil menang tipis 1-0 atas Persebaya dalam laga yang digelar di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu (22/7) sore. Gol semata wayang tim berjuluk Mahesa Jenar disumbangkan oleh winger mereka, Komarudin di menit ke-50. Gol tersebut sekaligus membawa PSIS untuk sementara menjauh dari zona degradasi, yaitu di peringkat ke-15 dengan raihan 19 poin.

Berlaga di bawah dukungan ribuan suporter setia, PSIS langsung mencoba menekan sejak awal laga. Head coach Vincenzo Alberto Annese juga menurunkan komposisi persis seperti laga sebelumnya, yakni minus Bruno Silva sebagai starter.

Trio Hari Nur, Komarudin dan Aldaier Makatindu mampu membuat repot barisan pertahanan Persebaya. Namun di menit ke-39, coach Vinzenco akhirnya nenurunkan Bruno Silva di menit ke-39 menggantikan Aldaier dengan harapan mampu menambah daya gedor.

Benar saja, masuknya pemain berpaspor Brasil membuat fokus barisan pertahanan Persebaya terbagi. Mahesa Jenar mendapatkan keuntungan setelah kapten Persebaya, Oktafianus Fernando, diganjar kartu kuning kedua alias kartu merah di menit ke-40. Namun keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan oleh tim tuan rumah, sehingga kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua dominasi belum berubah. Mahesa Jenar yang unggul jumlah pemain terus menggempur dari semua sisi permainan. Hasilnya, di menit ke-50, Komarudin membawa tuan rumah unggul setelah barisan pertahanan Persebaya gagal menerapkan jebakan offside.

Ketinggalan satu gol Persebaya ingin menambah tekanan. Bomber David da Silva dan winger Rendi Irwan diturunkan untuk menambah daya gedor. Benar saja, kecepatan sayap yang dimiliki Rendy Irwan, Irfan Jaya maupun Dabid da Silva membuat pertahanan PSIS kalang kabut.

PSIS praktis hanya mengandalkan serangan balik sepanjang akhir babak kedua. Beberapa kali Bruno Silva dan Hari Nur mendapat peluang emas meski gagal mengkonversikan menjadi gol, sehingga keunggulan PSIS 1-0 bertahan hingga laga usai.

Pertandingan berjalan cukup fight. Bahkan wasit Fariq Hitaba asal Jogjakarta harus mengeluarkan sembilan kartu kuning yang terdiri atas tiga kartu kuning untuk pemain PSIS, dan 6 untuk Persebaya.

“Beberapa pemain kami, seperti Komarudin, Hari Nur dan Bayu Nugroho menjadi kunci permainan. Mereka bermain bagus. Tapi tetap kemenangan itu karena kerja keras tim,” beber Vincenzo usai laga.

Laga versus Persebaya sekaligus menjadi laga pamungkas putaran pertama Liga 1. Setelah ini, Mahesa Jenar akan menjamu PSM Makassar di Magelang, Senin (31/7) mendatang.

Di kubu Persebaya, rotasi sejumlah pemain yang dilakukan head coach Alfredo Vera membuat keropos beberapa lini permainan mereka. Termasuk menurunkan winger Oktafianus Fernando sebagai full back.

Coach Alfredo Vera membantah rotasi tersebut dilakukan untuk menyimpan tenaga, karena Green Force harus kembali melakoni laga versus Persib Kamis (26/7) mendatang.”Rotasi kami lakukan memang karena sejumlah pemain dalam kondisi kurang bagus,” katanya. (bas/aro)

Berita sebelumyaPemilih Batang Bertambah
Berita berikutnyaKebanjiran Endorse

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sudirman Menang Telak di TPS Kampung Halamannya

RADARSEMARANG.COM, BREBES - Pasangan calon (Paslon) Gubernur Jateng  nomor urut 2, Sudirman Said- Idza Fauziyah menang telak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 20. Di...

Karaoke Ilegal Digeruduk Warga

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN – Razia di bulan suci ini tidak hanya dilakukan aparat keamanan, tetapi oleh warga. Diduga untuk tempat mesum, sebuah tempat karaoke di...

PGN–Pertagas, Optimalisasi Holding BUMN Migas

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA–PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) akan melakukan integrasi atas kelanjutan dari pembentukan Holding BUMN Migas. Hal itu...

Kebersamaan lewat Tradisi Tok Panjang

SEMARANG - Tradisi Tok Panjang atau jamuan makan bersama di meja panjang kembali digelar saat pembukaan Pasar Imlek Semawis (PIS) 2568/2017, Selasa (24/1) tadi...

Geliat UMKM

RADARSEMARANG.COM - Pengunjung memilih Batik Sibori di sentra industri batik Jangli Krajan, Semarang, Jumat (5/1). Proses pembuatan batik ini dengan cara kain diikat kemudian...

Pesta Miras, 12 Pelajar Diamankan

KAJEN-Sebanyak dua belas pelajar SMP dan SMA pada sekolah swasta di Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/2) kemarin, diamankan oleh petugas Polsek Wiradesa Polres Pekalongan. Yakni,...