Mengajar IPS Terpadu Menyenangkan

spot_img

RADARSEMARANG.COM – SALAH satu mata pelajaran yang diajarkan di tingkat MTs yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS-Terpadu). Dikatakan terpadu karena dalam satu mata pelajaran ada beberapa cabang ilmu pengetahuan  (pelajaran) yang dibahas, dikaji, dan dipraktikkan, akan tetapi semuanya dipadukan dalam satu mata pelajaran.

Untuk pelajaran IPS-Terpadu, di dalamnya ada beberapa cabang ilmu pengetahuan  yang diintegrasikan, yaitu ilmu geografi, sejarah, sosiologi dan ekonomi. Keempat cabang ilmu pengetahuan itu harus diajarkan oleh guru IPS.

Karena seorang guru IPS Terpadu harus menguasai minimal empat cabang ilmu pengetahuan, idealnya guru IPS Terpadu harus sudah siap, menguasai materi dan memiliki strategi mengajar yang tepat untuk disampaikan ke seluruh peserta didik. Namun di lapangan  banyak masalah yang dihadapi guru IPS dalam proses belajar-mengajar di kelas. Sehingga proses dan hasil belajar mengajar terkadang kurang maksimal.

Masalah pertama, hampir seluruh guru IPS Terpadu secara khusus bukan berasal dari lulusan sarjana dari jurusan IPS Terpadu, melainkan sarjana lulusan dari jurusan geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi bahkan ada yang sarjana hukum dan sarjana pendidikan Agama Islam mengajar pelajaran IPS Terpadu.

Baca juga:   Mengukur Ketercapaian Kompetensi Siswa Melalui UKK

Masalah kedua, ketika guru IPS Terpadu tidak menguasai materi, tidak menarik dalam mengajar, maka minat, motivasi, prestasi, respon, partisipasi dan penghargaan terhadap pelajaran IPS dan gurunya dari peserta didik rendah, biasanya terjadi distrust.

Masalah yang ketiga, ada asumsi dalam benak masyarakat dan peserta didik khususnya, bahwa pelajaran IPS pelajaran yang tidak diujiannasionalkan (UN/UNBK) adalah pelajaran kasta kedua, maksudnya bukan pelajaran yang harus diutamakan untuk dipelajari.

Betapapun masalah yang dihadapi para guru IPS Terpadu cukup rumit, namun jika ini dianggap sebagai suatu tantangan, justru dapat membangkitkan semangat untuk terus memupuk kompetensi agar tujuan belajar dapat tercapai.

Forum seperti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) salah satu yang diharapkan dapat membantu para guru untuk meningkatkan kompetensinya. Di forum itu, para guru dapat berbagi ilmu, pengalaman, berdiskusi, menggagas konsep, bahkan dapat menghasilkan gagasan-gagasan untuk diimplementasikan dalam mengajar.

Dalam mengajar, guru IPS Terpadu bisa memanfaatkan media belajar sederhana. Di depan kelas, bercerita tentang berbagai kenampakan di muka bumi dan tenaga yang membentuknya. Ia mengilustrasikan dengan spidol di papan tulis berbagai kenampakan di muka bumi  dengan gambar-gambar atau sketsa berupa lingkaran globe dan di dalamnya ada gambaran gunung, pegunungan, laut, sungai dataran tinggi, dataran rendah, hewan, matahari dan batuan (Geografi). Pertemuan selanjutnya sang guru bercerita tentang perkembangan fisik dan kebudayaan manusia dari masa ke masa (Sejarah).

Baca juga:   WAG Sarana Memahami Distribusi Peluang Binomial dan Fungsi Peluang Binomial

Pertemuan selanjutnya, sang guru bercerita bagaimana hubungan interaksi antar manusia di bumi, apa saja bentuk-bentuk hubungan interaksi manusia, dampak dari hubungan interaksi itu. Sang guru mengilustrasikannya dengan hubungan antara murid dan guru dalam kelas, murid dengan murid, interaksi kelas yang satu dengan kelas yang lainnya dan seterusnya (Sosiologi).

Pertemuan berikutnya dengan penuh semangat sang guru berbagi cerita tentang berbagai upaya manusia dalam memenuhi barbagai kebutuhan hidupnya (Ekonomi).  Demikianlah, dengan semangat walaupun dengan kesederhanaan media belajar, mengajar IPS-terpadu tetap menyenangkan. (kpig1/aro)

Guru IPS Terpadu MTs Hasyim Asy’ari Bawang

Author

Populer

Lainnya