33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Kirab Budaya Dimeriahkan Artis Ibukota

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sejumlah artis ibukota mengikuti kirab budaya peringatan HUT ke-1268 Kota Salatiga, Minggu (22/7). Limbad, Rena KDI, Ratna Antika, Eva Puka, Yogie KDI, Gamma dan pentolan grup dangut Sera, Shodiq ikut dalam kirab yang dimulai dari Rumah Dinas Wali Kota dan berakhir di Kantor Wali Kota. Kirab budaya bertemakan “Perjanjian Salatiga” ini juga diramaikan beberapa kelompok berkostum budaya, prajurit, hingga pertunjukan barongsai.

Masyarakat menyambut antusias kirab ini. Mereka berdiri di tepi jalan menyambut rombongan. Wali Kota Salatiga Yuliyanto dengan mengendarai andong tak henti-hentinya tersenyum dan melambaikan tangan pada warga yang menyambutnya.

“Meskipun Salatiga termasuk kota kecil, namun seperti yang tertulis dalam Prasasti Plumpungan, masyarakat bisa melihat lagi sejarah Salatiga melalui parade kirab budaya,” terang Yuliyanto seusai kirab.

Komunitas Salatiga Iconic Costume (SIC) unjuk diri menggunakan pakaian unik bertemakan budaya dan kerajaan. Beberapa kelompok juga mengenakan kostum prajurit, busana Tionghoa yang menunjukan rasa toleransi di Salatiga.

Sejumlah dinas juga tak mau kalah. Mereka menampilkan berbagai hal yang berhubungan dengan tugasnya. Seperti Dinas Kesehatan yang membawa mobil ambulans, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menunjukkan papan slogan ajakan membaca, Dinas Pangan membawa bakul berisi sayur mayur. Kelompok kesenian drumblek, reog dan penari juga menampilkan kebolehan mereka di hadapan tamu undangan dan masyarakat.

Acara juga dilanjutkan dengan panggung hiburan di Lapangan Pancasila. Masyarakat begitu antusias mengikuti rangkaian acara. Bahkan ada juga masyarakat luar Salatiga sengaja mendatangi Salatiga untuk melihat perayaan kirab budaya. “Saya sengaja datang buat nonton kirab, soalnya ada artis dari Jakarta juga kan,” ujar Wati salah seorang pengunjung dari Tengaran, Kabupaten Semarang. (mg7/mg8/mg10/mg13/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jual Produk Kedaluwarsa Hanya Ditegur

SEMARANG - Sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional di Kota Semarang tepergok menjual produk makanan kemasan yang sudah kedaluwarsa alias tidak layak konsumsi. Para...

PNS Diimbau Tak Gunakan Gas Melon

TEMANGGUNG—Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) atau terkenal dengan sebutan gas melon, diperuntukan bagi warga miskin. Karena itu, warga berkecukupan seperti Pegawai Negeri...

Kesadaran Rendah, Angka Putus Sekolah Tinggi

PEKALONGAN - Angka putus sekolah masih tinggi, bukan karena tidak mampu membayar biaya sekolah, melainkan karena kesadaran untuk menempuh pendidikan formal rendah. Lurah Klego,...

Ubah Mindset, Sampah Bisa Jadi ‘Mata Uang’

Reanes Putra Tito M mengembangkan bisnis sampah lewat sistem berbasis digital. Melalui startup yang dibuatnya, siapapun bisa ikut membantu menjaga lingkungan dengan menjual sampahnya...

Diker Ariandas Juarai 10K

SALATIGA - Diker Ariandas, pelari asal klub Persatuan Atletik Angkatan Darat (PAAD) berhasil masuk garis finish di urutan pertama kategori 10K nasional dalam kejuaraan...

Kerangka Baja

PEMUGARAN Pasar Johar yang dirancang oleh Herman Thomas Karsten pada era 1920-an penuh kehati-hatian. Kompleks bangunan cagar budaya penanda sejarah perekonomian Kota Semarang itu...