33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Kades Dituding Monopoli Dana Desa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN—Puluhan warga Desa Langensari Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan menggelar protes terkait pembangunan talud senilai Rp 282 juta di Dusun Gintung yang menggunakan Dana Desa. Kepala Desa Langensari Laila Nur azizah dituding melakukan monopoli proyek dan diminta membongkar talud yang sudah rusak.

Warga menilai, pembangunan talud tidak melibatkan warga dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa. Selain itu, talud sepanjang 727 meter dengan lebar 40 sentimeter dan tinggi 90 sentimeter tidak sesuai standar kualitas mutu. Warga mengancam akan melapor ke Polres Pekalongan dan Kejari Pekalongan jika tidak ada perbaikan pembangunan.

Ketua TPK Desa Langensari Edisud mengatakan, proyek pembangunan desa yang menggunakan anggaran Dana Desa seharusnya dilakukan oleh TPK Desa dengan melibatkan warga masyarakat sebagai pekerjanya. Namun selama 2 tahun terakhir, semua proyek pembangunan Dana Desa dikerjakan oleh kepala desa dan suaminya. TKP dan warga desa tidak dilibatkan.

“Secara tertulis memang saya sebagai Ketua TPK Desa, namun dalam pelaksanaan di lapangan, saya tidak dilibatkan langsung, baik dalam hal pelaksanaan pembangunan maupun pembelanjaan material,” ungkap Edisud, Minggu (22/7).

Pelibatan TPK hanya sebatas formalitas, namun tidak diberi kewenangan apa pun. Termasuk mengawasi uang Dana Desa yang digunakan oleh pihak desa. Menurut Edisud, semua uang dana desa dipegang penuh oleh kades, termasuk dalam pembelanjaan material dan pembayaran tukang.

Edisud juga menjelaskan,yang membuat warga kecewa, kualitas talud sangat buruk. Padahal proyek ini telah menggunakan Dana Desa sebesar Rp 118.617.200 pada tahap pertama dan Rp 93.282.800 di tahap dua. “Coba lihat kualitas bangunan talud ini. Hanya dengan diremas dengan tangan kosong sudah rusak, apalagi kena air hujan apa tidak ambrol semua. Bangunan mudah rapuh dan pecah,” jelas Edisud.

Sementara itu, Kepala Desa Langensari Laila Nur Azizah membantah jika dinilai tidak melibatkan TPK. Bahkan ia juga memfungsikan BPD maupun LPMD, agar tidak terjadi kesalahan spek atau kualitas bangunan.

Sedangkan keterlibatan suaminya yang ikut dalam hal pembelanjaan dan pelaksanaan proyek tersebut, atas nama LPMD, bukan pribadi. Sehingga tidak benar kalau semua uang dana desa dipegang oleh kepala desa. “Kami sudah melaksanakan sesuai dengan RAB dan memfungsikan semua lembaga desa. Kalau ada bagian yang rusak, itu karena kemarin tertimpa pohon yang roboh dan akan segera kami perbaiki lagi,” tegas Laila. (thd/ton)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jateng Selangkah Lagi ke Final

SEMARANG - Tim basket putra dan putri Jawa Tengah berhasil lolos ke babak semifinal pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) 18, yang berlangsung...

Polisi Capai Rp 38 Juta Perbulan

DEMAK-Zakat profesi di lingkungan Polres Demak setiap bulannya bisa mencapai Rp 35 juta hingga Rp 38 juta perbulan. Zakat yang dikumpulkan dari sekitar 800...

John Richard Tawarkan Perdamaian TITD 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kuasa hukum Pembina Tempat Ibadah Tri Dharma Grajen (TITD) Grajen Semarang, Edhi Setiawan, John Richard Latuihamallo, tawarkan perdamaian antara kubu kliennya dengan Djohan...

HUT Dewa Keadilan dan Kejujuran

RADARSEMARANG.COM - Klenteng Kwan Sing Bio akan mengadakan Jud Bio atau arak-arakan dalam perayaan HUT Dewa Namo Cia Lan Phu Sa atau Dewa Keadilan...

Kerja Sama dengan Universitas Tiongkok

MUNGKID—Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang intens meningkatkan kerja sama dengan universitas di luar negeri. Terbaru, universitas terbesar di Magelang ini melakukan kerja sama dengan Hebei...

Sekolah Sewa Genset, Khawatir Server Ngadat

Ujian Nasional (Unas) dari tingkat SD hingga SMA dan sederajat tahun ini akan digelar berbasis komputer. Padahal tahun sebelumnya, ujian nasional berbasis komputer (UNBK)...