Belajar Persamaan Akuntansi lewat Permainan

spot_img

RADARSEMARANG.COM – MINDSET peserta didik ketika mendengar akuntansi adalah menghitung “duit setan” yang artinya menghitung uang banyak tapi tidak ada uangnya. Dari mindset tersebut, peserta didik merasa ketakutan dan merupakan kesulitan bagi guru untuk menyampaikan pembelajaran akuntansi.

Akuntansi adalah proses pencatatan, pengelompokan, pengikhtisaran dan pengomunikasian transaksi-transaksi keuangan sebagai kewujudan kegiatan ekonomi suatu perusahaan, sehingga dimungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan bagi pemakainya.

Persamaan akuntansi juga disebut persamaan neraca adalah hubungan harta, kewajiban, dan ekuitas pemilik dari sebuah bisnis. Ia adalah dasar untuk pembukuan berpasangan setiap transaksi total debit sama dengan total kredit.

Pada awalnya pengenalan akuntansi lewat penjelasan di papan tulis maupun slide powerpoint. Namun dengan kegiatan itu ternyata peserta didik kurang memahami. Penulis mencoba inovasi baru dengan mengajak mereka bermain. Penulis menyebut bermain persamaan akuntansi.

Pada pembelajaran materi persamaan akuntansi, penulis memberikan contoh transaksi yang terjadi pada bengkel Usman. Tanggal 2 Januari 2017, Usman menyetor Rp 8.000.000 pada rekening terpisah untuk mendirikan Bengkel Usman, dan peralatan sebesar Rp 14.500.000. Pada tanggal 3 Januari 2017, Bengkel Usman membeli secara kredit oli, minyak rem, dan bermacam-macam perlengkapan seharga Rp 1.300.000. Tanggal 5 Januari 2017, menerima pendapatan dari reparasi kendaraan sebesar Rp 1.600.000, dan pada tanggal 7 Januari Bengkel Usman membayar utang sebesar Rp 1. 000.000.

Baca juga:   Dengan Literasi IPS Semakin di Hati

Dalam permainan ini peserta didik dibagi menjadi 6 kelompok dan masing-masing kelompok 6 orang. Anak pertama diberi nama kas, anak kedua diberi nama perlengkapan, anak ketiga diberi nama peralatan, anak keempat diberi nama utang, anak kelima diberi nama modal, dan anak keenam sebagai pembaca soal sekaligus memberikan keterangan.

Agar permainan lebih menyenangkan, masing-masing anak diberikan tanda pengenal dari kertas asturo yang memiliki macam-macam warna atau sering disebut kertas pelangi, dan dikalungkan di leher dengan tali rafia. Dalam kertas itu diditulisi Kas, Perlengkapan, Peralatan, Utang, dan Modal sesuai pembagian dalam kelompok masing-masing.

Sampai pada saat permainan pembaca keterangan akan membacakan contoh soal yang telah dibuat penulis. Tanggal 2 Januari 2017 Usman menyetor Rp. 8.000.000 pada rekening terpisah untuk mendirikan Bengkel Usman, dan peralatan sebesar Rp 14.500.000, maka Kas akan berkata atau bernyanyi dengan kata-kata saya bertambah Rp 8. 000.000, Peralatan akan berkata saya bertambah Rp 14. 500.000 dan Modal berkata saya bertambah Rp 22.500.000 sebagai modal awal.

Baca juga:   Mengatasi Kesulitan Pembelajaran IPA dengan Permainan

Tanggal 3 Januari 2017, Bengkel Usman membeli secara kredit oli, minyak rem dan bermacam-macam perlengkapan seharga Rp 1.300.000. Maka Perlengkapan berkata saya bertambah Rp 1.300.000, dan Utang berkata saya bertambah Rp 1.300.000.

Tanggal 5 Januari 2017, menerima pendapatan dari reparasi kendaraan sebesar Rp 1.600.000, maka Kas akan berkata saya bertambah Rp 1.600.000 sekarang saya menjadi Rp 9. 600.000. Modal berkata saya bertambah Rp 1.600.000 dan jumlah saya menjadi Rp 24.100.000.

Tanggal 7 Januari 2017, Bengkel Usman membayar utang sebesar Rp 1. 000.000, maka Kas berkata saya berkurang Rp 1.000.000 jumlah saya menjadi Rp 8.600.000, dan  Utang berkata saya berkurang Rp 1. 000.000 dan jumlah saya menjadi Rp 300.000.

Masing-masing kelompok diberikan contoh soal yang berbeda agar mereka belajar memecahkan masalah dalam pembelajaran. Masing-masing kelompok juga diberikan kebebasan boleh dengan kata-kata atau boleh dinyanyikan, meskipun bermain masing-masing peserta didik tetap konsentrasi dan paham untuk materi pesamaan akuntansi.

Model pembelajaran ini sederhana bahkan mungkin seperti anak SD, tapi membuat peserta didik cepat paham dan menyukai akuntansi. (kpig1/aro)

Guru Ekonomi MA Sunan Kalijaga Bawang

Author

Populer

Lainnya