Bangkitkan Rasa Kebangsaan melalui Ziarah ke Makam Pahlawan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – RASA kebangsaan adalah suatu perasaan rakyat dan masyarakat terhadap kondisi bangsa Indonesia dalam perjalanan hidupnya menuju cita-cita bangsa, yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD’45.  Rasa kebangsaan tercipta dan timbul karena adanya keinginan untuk mempertahankan keutuhan bangsa, menjaga solidaritas antarmasyarakat, serta menguatkan persatuan dan kesatuan yang telah dibangun oleh para pahlawan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawan. Ungkapan itu mengingatkan kita untuk selalu menghargai jasa para pahlawan. Para pahlawan telah berjuang dengan mengorbankan harta, benda, jiwa, bahkan nyawanya untuk meraih kemerdekaan seperti yang sekarang ini kita nikmati. Berkat pengorbanan dan pengabdiannya, bangsa kita bisa terlepas dari penjajahan dan menjadi negara yang merdeka, bebas, dan berdaulat.

Para pejuang kemerdekaan yang masih hidup, masih mau berpikir untuk bangsa, masih ingin menegakkan Pancasila, masih ingin menegakkan UUD 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Kebinekaan.

Indonesia tidak mungkin merdeka tanpa adanya usaha dan perjuangan para pahlawan. Maka dari itu  kaum muda harus menghargai apa yang telah mereka lakukan terhadap negara ini. “Jasmerah. Jangan sekali-kali meningggalkan sejarah,” pesan Bung Karno.

Ungkapan ini mempunyai makna mendalam agar semua bukti kebesaran sejarah dan semangat para pahlawan tetap kita pelihara dan terus kita kenang, kita wariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu cara untuk mengingat dan menghargai jasa para pahlawan adalah dengan mengajak kaum muda terutama peserta didik untuk menziarahi kuburnya. Karena para pahlawan tersebut sudah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia juga rela mengorbankan nyawanya untuk membela tanah air Indonesia.

Dengan ziarah kubur ke makam pahlawan, diharapkan kaum muda bisa membangkitkan rasa kebangsaan, yang semakin lama semakin luntur karena kaum muda tidak tahu sejarah. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah merupakan suatu kewajiban untuk meneruskan perjuangan itu. Tentu saja bentuk perjuangan itu harus disesuaikan dengan keadaan zaman dan kemampuan kita masing-masing. Yang jelas, kita berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berguna.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan kaum muda untuk meneruskan jasa pahlawan, di antaranya: Pertama, menjalankan Pancasila, peraturan perundang-undangan yang berlaku, aturan agama, serta budaya dalam masyarakat dengan baik dan benar. Kedua, memupuk semangat untuk maju dan menyetarakan diri dari bangsa-bangsa yang telah maju dengan cara-cara yang baik demi terciptanya tujuan nasional seperti kesejahteraan rakyat dan terciptanya kedamaian di dunia.

Ketiga, serius dalam melaksanakan peringatan kemerdekaan dan juga dalam mengheningkan cipta untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Tak lupa berikan doa kepada para pahlawan agar Tuhan Yang Maha Esa menerima mereka di sisi-Nya. (kpig1/aro)

Guru PKn MTs Nurul Huda Banyuputih

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -