31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Tawarkan Anggaran Berbasis Lingkungan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Buku berjudul Menuju Green Budgeting yang ditulis Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih dibedah dalam acara “Safari gerakan nasional pembudayaan kegemaran membaca di Provinsi Jateng tahun 2018 di Wisma Perdamaian, Semarang, Sabtu (21/7).

“Safari gerakan membaca ini merupakan program Perpusnas yang dilaksanakan keliling di seluruh Indonesia. Salah satunya membedah buku Fikri Faqih,” kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng M Masrofi disela-sela acara.

Dalam paparannya, Abdul Fikri menyampaikan, bukunya ditulis 140 halaman, yang bermula saat dirinya menulis rubrik wacana salah satu media cetak di Jateng, tentang Anggaran Responsif Lingkungan. Ternyata dari tulisan tersebut, mendapatkan perhatian serius dari Rektor Undip saat itu, Sudharto P Hadi.

”Berawal dari situ, lantas saya mengembangkan penelitian lebih mendalam tentang anggaran berbasis lingkungan di Provinsi Jateng. Kemudian dikenal green budgeting,” kata Fikri.

Selain Fikri, dalam acara itu juga menghadirkan Debuti Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan pada Perpusnas, Woro Titi Haryanti, kemudian Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono, Dosen Undip Semarang, Hartuti Purnaweni dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, M Masrofi.

Sri Puryono sendiri menilai buku tersebut sangat luar biasa. Ia menyarankan bukunya harus dinasionalisasi, dan bisa juga diglobalisasikan. Ia menilai buku tersebut memberikan penjelasan penting, terkait green budgeting atau anggaran berbasis lingkungan.

Ia menyampaikan, dalam pembangunan fisik pemerintah seperti jalan, jembatan, maupun bendungan, orang hanya bicarakan aspek ekonominya. Karena belum banyak bicara satu hal penting, yakni lingkungan.

”Buku ini sangat penting dan luar biasa, namun soal judulnya, Pak Fikri masih terlalu santun. Harusnya menggugat green budgeting, ini karena kenyataan di lapangan pelaksanaannya jalan ditempat,” tandasnya.

Sementara itu, Hartuti Purnaweni, menilai penyusunan APBD di Jateng belum memperhatikan aspek lingkungan. Sehingga dengan semangat buku tersebut diharapkan dapat memberikan ide, karena dapat diketahui penyusunan anggaran tidak hanya berdasar ekonomi, melainkan lingkungan dan sosial. (jks/zal)

Latest news

Related news