33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Traveling, Kuliner dan Komunikasi Intens

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Mengawali karir dari bawah menjadi bekal bagi Eko Muh Widodo menakhodai Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang. Ia menjadi paham berbagai hal yang berkaitan dengan lembaga pendidikan yang dipimpinnya tersebut.

Bergelar sarjana teknik industri tahun 1990, Eko diminta Rektor UM Magelang kala itu, Drs Sidik Supomo, untuk mengabdi di almamaternya di Fakultas Teknik. “Saya lulus kuliah tahun 1990 kemudian menjadi dosen PNS yang dpk (dipekerjakan, Red) di UM Magelang sampai sekarang ini,” tuturnya.

Tahun 1991 penyuka traveling ini menjadi Kepala Tata Usaha Fakultas Teknik UM Magelang. Hanya dua tahun menjabat kepala TU, pria kelahiran Magelang ini dipercaya sebagai Wakil Dekan 2 dan Wakil Dekan 3 Fakultas Teknik. Setelah menamatkan studi S2 Teknik Industri ITS pada tahun 2000 diangkat sebagai Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik. Kemudian pada tahun 2002 hingga 2004 menjadi Dekan Fakultas Teknik.

Baca Juga: Tiga Kunci Memimpin Perguruan Tinggi

Begitu selesai menjabat dekan, Eko dipercaya sebagai Ketua Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik. Karirnya melesat cepat. Tahun 2008 ia ditetapkan sebagai Wakil Rektor I. Dan mulai 2012 penghobi kuliner ini diangkat sebagai rektor hingga sekarang.

Mengiringi jabatan yang diembannya, tentu saja kesibukan sehari-harinya cukup padat. Namun Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jateng Komisariat IV ini tetap memiliki waktu luang bersama keluarga. Menurut dia membangun komunikasi dengan keluarga sangat penting. Sebab di keluarga lah peletak dasar karakter pada anak.

Bersama istri, Sri Wulan Ambarwati, ia mendidik 2 anaknya, Alvin Firdausy Widowati dan Jihan Azzahra Widowati secara demokratis. Namun tetap menekankan nilai-nilai agama.

“Waktu untuk keluarga tetap ada meskipun saya kerja, istri juga kerja. Kami sama-sama hobi kuliner. Menjajal kuliner di luar kota. Kebersamaan semacam ini kita manfaatkan untuk membangun komunikasi,” papar pria yang menjabat 2 periode sebagai rektor UM Magelang itu.

Bila tidak ada agenda khusus, pada akhir pekan ia sempatkan untuk jalan-jalan bersama keluarga. Menikmati kuliner khas di kota yang dikunjungi. Meskipun tampaknya sederhana, kata Eko, itu akan merekatkan ikatan masing-masing anggota keluarga. Pada momen semacam itulah ia terkadang memberikan nasihat-nasihat untuk anak-anaknya.

Di balik kesuksesan seorang pria ada wanita hebat di belakangnya. Eko pun mengakui keluarga, khususnya sang istri, sangat mendukung karirnya. Sebaliknya, dia pun tidak menghalangi istrinya yang sehari-hari berkantor di Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang untuk beraktualisasi diri.

Berkat keluarga pula dia mampu menjalankan tugasnya dengan baik di lembaga pendidikan yang dipimpinnya maupun di organisasi-organisasi yang diikutinya. Saling mendukung dan saling percaya satu sama lain membuat kehidupan keluarganya harmonis. Ia memberikan kepercayaan pada anak-anaknya untuk beraktivitas positif. Dengan begitu, anak-anaknya dilatih untuk bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan.

Ia pun sering mengajak diskusi istri dan anak-anaknya tentang berbagai hal yang faktual sehari-hari. Ini akan semakin merekatkan hubungan emosional di antara mereka. “Istri bisa jadi teman diskusi. Anak-anak juga memberi masukan dari kacamata anak muda. Semua mengalir begitu saja. Kita saling mengingatkan apabila ada yang salah. Dan saling mendukung untuk hal positif,” tandasnya. (lis retno wibowo)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Larang Masyarakat Buat Perlintasan Sebidang

SEMARANG–Masyarakat ataupun pengembang perumahan dilarang membuat perlintasan sebidang atau perpotongan dengan jalur Kereta Api (KA) secara sembarangan. Pasalnya saat perjalanan KA menggunakan model double...

Kinerja Pejabat Tak Maksimal, Pemkab Gandeng Kejari

UNGARAN – Pemkab Semarang menggandeng kejaksaan untuk melakukan pendampingan terhadap dinas dalam menjalankan proyek pembangunan. Hal tersebut dilakukan mengingat selama ini masih banyak pejabat...

Warga Syukuran, Banjir Rob Menyusut

KAJEN-Sebagai rasa syukur karena sudah selesai dibangunnya bendungan melintang di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Selasa (20/6) kemarin, ratusan warga dari 3 desa,...

Kampanye lewat Struk Telepon, Yaris Dilaporkan

SALATIGA - Pasangan calon Wali Kota - Wakil Wali Kota Salatiga, Yuliyanto – Muh Haris (Yaris) diduga melakukan kampanye terselubung dengan menggunakan fasilitas negara....

Phapros Dukung Revitalisasi Kota Lama

SEMARANG – PT Phapros Tbk yang merupakan anak perusahaan PT RNI (Persero) turut mendukung program revitalisasi kawasan Kota Lama. Yaitu dengan mempercantik salah satu...

AIPI Diharapkan Hapus Kesenjangan Teori dan Praktik

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Dr H Musthofa berharap ke depan Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Semarang dapat menjadi sebuah rumah besar yang dapat...