33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Tiga Kunci Memimpin Perguruan Tinggi

Ir Eko Muh Widodo MT, Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM Dua periode memimpin perguruan tinggi swasta terbesar di Magelang, bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan komitmen dan tanggung jawab yang besar. Ir Eko Muh Widodo MT mengemban amanat itu dengan sepenuh hati. Hasilnya, kini Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang menjadi salah satu perguruan tinggi terdepan dengan capaian prestasi yang membanggakan.

TAHUN 2012 Eko Muh Widodo diangkat sebagai Rektor UM Magelang hingga 2016. Selama itu banyak kemajuan pesat dicapai perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah tersebut. Eko membawa UM Magelang memiliki jaringan luas dan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri. Dan kembali 2016 hingga 2020 ayah dua putri itu mendapat amanah menakhodai UM Magelang. Tantangan ke depan yang semakin berat justru membuatnya terpacu untuk terus berinovasi.

Pada masa jabatan pertama tahun 2012 hingga 2016, ada empat landasan yang dilakukannya Yakni pengembangan insfrastruktur, penguatan kelembagaan, pengembangan program studi serta penyempurnaan tata kelola.

Baca Juga: Traveling, Kuliner dan Komunikasi Intens

“Pada periode ini (2016-2020) kami mengembangkan landasan berikutnya. Yaitu peningkatan kualitas kelembagaan, penyempurnaan insfrastruktur, kualitas layanan kemahasiswaan, serta peningkatan kesejahteraan pegawai UMMagelang,” papar dosen yang menamatkan S2 di Prodi Teknik Industri Institut Teknologi Surabaya itu.

Lanjut dia, landasan lain adalah peningkatan kualitas akademik. Termasuk kurikulum, pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat. Pengingkatan kualitas dan prestasi mahasiswa termasuk PKM. Peningkatan kualitas dakwah dan layanan umat dengan pembangunan masjid kampus

Untuk mencapai target tersebut, suami dari Sri Wulan Ambarwati ini mengaku memiliki tiga kunci dalam membawa perguruan tinggi yang dipimpinnya lebih maju. Yakni kebersamaan, saling percaya dan kerja keras kerja iklas kerja cerdas.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kebersamaan ini menjadi kunci. Bersama-sama dengan civitas akademika memajukan universitas dengan tugas dan bidang masing-masing. Kebersamaan itu dipupuk dengan saling percaya. Kalau tidak ada kepercayaan, tidak akan bisa maju,” tandas ayah dari Alvin Firdausy Widowati dan Jihan Azzahra Widowati itu.

Lanjut dia, bekerja keras juga harus disertai cara-cara cerdas dan dilandasi keiklasan sehingga hasilnya lebih optimal. Dia juga merangkul semua kalangan agar kemajuan kampusnya terus meningkat. Termasuk dengan mahasiswa, Eko, tidak membuat jarak. Masukan dari mahasiswa maupun civitas akademika yang bertujuan untuk membangun diterima dengan tangan terbuka.

Kini, berkat kerja kerasnya, universitas yang dipimpinnya terus berkembang. Menebarkan jejaring kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi di Asia, Eropa dan Australia. Kemitraan dengan perguruan tinggi di luar negeri itu untuk meningkatkan kapasitas para tenaga pengajar juga untuk kepentingan penelitian. Tidak sedikit tenaga pengajar UM Magelang yang menimba ilmu di perguruan tinggi luar negeri.

Kini, dari sekitar 180 tenaga pengajar, sudah belasan yang bergelar doktor, bahkan UM Magelang sudah memiliki pengajar bertitel profesor. Dengan sumber daya manusia (SDM) yang qualified diharapkan semakin meningkatkan kredibilitas universitas.

Tahun 2018 ini, dari program kreativitas mahasiswa (PKM), sebanyak 41 proposal PKM lolos Kemenristek Dikti. Dengan jumlah tersebut UM Magelang menempati ranking 2 PTS Kopertis Jawa Tengah, ranking 3 PTS seluruh Indonesia, dan ranking 24 PTN PTS seluruh Indonesia. Tahun 2017, UM Magelang masuk 100 besar daftar perguruan tinggi Indonesia nonpoliteknik. Tahun yang sama peringkat 8 PTS terbaik di Jateng dan 40 besar terbaik nasional pengabdian masyarakat.

Sekitar 5000-an mahasiswa yang aktif, berasal dari berbagai kota di Indonesia. “Mahasiswa kami tidak hanya sekitar Magelang maupun Jawa Tengah. Tetapi dari Aceh hingga Papua ada,” imbuhnya.

Era globalisasi sudah berjalan menuju revolusi industri 4.0. Menjawab tantangan ini, pihaknya sudah menyiapkan diri. Menyiapkan sumber daya manusia baik tenaga pengajar, mahasiswa maupun perangkatnya agar mampu berdaya saing.

Sebab era industri 4.0 akan menimbulkan perubahan pada karakter pekerjaan. Era ini teknologi informasi menjadi basis dalam kehidupan manusia. Dunia kerja di era revolusi industri 4.0 merupakan integrasi pemanfaatan internet dengan lini produksi di dunia industri yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi.

“Harus mengubah mindset mahasiswa ke era industri 4.0. Industri yang akan banyak berkembang berbasis digital. Maka akan berdampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja yang baru,” papar pria kelahiran 13 September 1965.

Untuk itu, lulusan UM Magelang harus memiliki keterampilan dan kompetensi mumpuni sehingga terserap oleh pasar kerja. Menurutnya, kualitas SDM harus sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang sudah berbasis digital. (lis.retno.wibowo)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Berharap Progres Positif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Laga uji coba akan kembali dilakoni tim PSIS Semarang sebelum turun di ajang Liga 1 musim 2018. Kali ini tim berjuluk...

Juru Parkir Liar Disikat

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Dua pemuda tepergok menjadi juru parkir liar di Jalan RSU dan Jalan Kartini. Mereka langsung diciduk anggota Polsek Wonosobo Polres Wonosobo...

Kades Rampok Warganya Sendiri

KEBUMEN – Kelakuan Kepala Desa Jatiluhur, Kecamatan Rowokele Ponco Sujatmiko, 40, sungguh tak patut dicontoh. Sebagai kades yang harusnya mengayomi warganya, ia malah merampok...

Manfaatkan Sela Sawah dengan Ikan

WONOSOBO--Babinsa Koramil 08/Sapuran beserta PPL Sapuran melaksanakan pengiriman ikan Nila kepada empat kelompok tani. Yaitu, Rukun Tani, Karya Tani, Bendosari, dan Mangir. Bibit ikan...

Budi Kaget Orang Telanjang Jatuh Dari Atap

SEMARANG - Warga Kelurahan Kembangarum, Manyaran, Semarang Barat digegerkan dengan seorang pemuda telanjang di dalam rumah warga. Pemuda tanpa identitas tersebut diduga mabuk dan...

Cetak Model Berkepribadian Cantik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Untuk menjadi model tidak hanya dibutuhkan kecantikan fisik, tetapi juga harus cantik pribadinya. Kecantikan batin akan memancarkan pesona tersendiri. Sas Center,...