33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Tekan KLB, DKK Lakukan ORI

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang telah menerjunkan tim untuk melakukan imunisasi di Kelurahan Genuksari dan Bangetayu Wetan, menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di dua daerah tersebut. Imunisasi dilakukan kepada anak  dengan batasan umur di bawah 12 tahun.

“Mulai Jumat kemarin Dinas Kesehatan sudah mengimunisasi anak-anak usia di bawah 12 tahun yang ada di Kelurahan Genuksari dan Bangetayu Wetan. Ini dilakukan karena warga di sana yang sering berinteraksi dengan penderita,” kata Kepala DKK Semarang Widoyono, Sabtu (21/7).

Widoyono menjelaskan, upaya tersebut merupakan Outbreak Respons Immunization (ORI) yaitu upaya imunisasi dilakukan setelah KLB wabah difteri, tanpa memandang status imunisasi. Menurutnya, dengan jalan imunisasi penyakit difteri akan terlindungi.

“Penyakit difteri kalau sudah diimnunisasi InsyaAllah terlindungi meski tidak 100 persen. Tapi perlindunganya ada. Penularan peyakit ini melalui kontak bicara dengan orang difteri secara intens dan terus menerus,” terangnya.

Widoyono menceritakan, kasus difteri pernah terjadi di Kelurahan Mijen pada tahun lalu dan di Kelurahan Dadapsari pada 2014 lalu. “Kasus di Mijen tidak ada korban yang meninggal dan di Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara korban meninggal kakak adik,” ujarnya.

Imunisasi direspon positif salah satu warga Genuk Sari, Yani. Ia menuturkan telah membawa putranya yang berumur 9 tahun untuk di imunisasi difteri. Menurutnya difteri ini bahaya apabila tidak diobati secara dini, salah satunya dengan imunisasi.

“Wabah difteri menurut saya bahaya juga, namun kalau sudah di imunisasi penyakit ini sudah ada perlindungannya,” kataYani.

Sementara itu, sebanyak 170 siswa sekolah Ma’had Ta’zhiimus Sunnah dipastikan sudah diberi vaksin difteri untuk mengantisipasi agar tidak ada siswa lain yang mengidap penyakit serupa. “Selama ini pihak sekolah tidak pernah menolak untuk diimunisasi, bahkan pihak kami berinisiatif menghubungi puskesmas untuk melakukan imunisasi setelah kejadian meninggalnya salah satu siswa kami karena Difteri,” kata Kepala Sekolah Ma’had Ta’zhiimus Sunnah, Abu Yahya.

Abu Yahya menambahkan, pihak sekolah akan bekerjasama dengan DKK Semarang untuk mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya imunisasi kepada seluruh orang tua murid, dan akan melakukan sterilisasi menyeluruh terhadap lingkungan sekolah Ma’had Ta’zhiimus Sunnah.

Sementara itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kembali menegaskan bahwa informasi yang viral melalui WA tersebut adalah tidak benar. “Itu Hoax ! Memang ada kasus difteri di sana, tapi itu sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Sehingga tidak ada yang namanya zona merah apalagi sampai tidak boleh lewat di daerah itu,, jelas Wali Kota Semarang yang biasa disapa Hendi tersebut. (cr2/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ratusan Kendaraan Polisi Diperiksa

MAGELANG – Menjelang Operasi Lilin Candi untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, aparat Kepolisian Resor Magelang Kota mulai memeriksa kendaraan bermotor (ranmor) seluruh personel,...

Romantisnya Uluwatu dan Magetan

Oleh: Dahlan Iskan Mumpung edisi minggu. Saya isi dengan hal yang ringan: perkawinan. Baru sekali ini saya menghadiri pesta kawin di pinggir cliff: Uluwatu. Bali. Saya...

Blangko KTP-el Masih Kurang

WONOSOBO - Warga pemegang surat keterangan (suket) KTP elektronik (KTP-el) diminta untuk lebih bersabar dan tidak terlalu menuntut untuk segera memiliki KTP-el asli. Sebab,...

Penyerahan Penghargaan Prasidatama

SELASA (28/11), penyerahan penghargaan prasidatama dan peluncuran antologi puisi Merawat Kebinekaan. Kegiatan dilaksanakan di Wisma Perdamaian, Jl Imam Bonjol, Semarang, pukul 09.00 – 14....

Istri Bos Pil PCC Ikut Diperiksa

SEMARANG-Polda Jateng terus mengusut kasus penggerebekan pabrik pil PCC di Jalan Halmahera, Karang Tempel, Semarang, Minggu (3/2) lalu. Selain memeriksa dan menahan 20 tersangka,...

Mata Siswa Minus, Dibantu Kacamata

WONOSOBO - Lions Club Wonosobo Dieng kembali menggulirkan program bantuan bagi para pelajar sekolah dasar. Bekerjasama dengan Optik Sambas, Lions Wonosobo-Dieng meluncurkan program Mataku...