WE THE YOUTH : Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (dua dari kanan) saat menghadiri talkshow bertajuk
WE THE YOUTH : Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (dua dari kanan) saat menghadiri talkshow bertajuk "Youth X Public Figure Vol. 5: Connecting Indonesia" di Epicentrum XXI, Jakarta, Sabtu (21/7). Hadir juga dalam kegiatan tersebut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan aktris muda, Prilly Latuconsina. (IST)

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI), Basuki Hadimuljono memotivasi ratusan mahasiswa di event We The Youth bertajuk “Youth X Public Figure Vol. 5: Connecting Indonesia” di Epicentrum XXI, Jakarta hari ini, Sabtu (21/7).

Pada talkshow yang juga dihadiri Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dan aktris muda, Prilly Latuconsina, Menteri PUPR berbagi pengalaman dan memacu semangat generasi muda untuk turut berkontribusi memajukan Indonesia.

Dihadapan generasi muda, Menteri Basuki mengatakan dalam melakukan sesuatu baik belajar maupun melakukan hobi harus sepenuh hati. “Sekecil apapun yang saya lakukan, saya selalu menjalaninya sepenuh hati. Jadi buat anak muda apapun yang Anda lakukan harus maksimum, dan harus berkaliber,” ujar Menteri PUPR Basuki di sesi talkshow.

Misalnya hobinya dalam bermain musik dan fotografi, Basuki mengatakan serius menekuninya bahkan belajar dalam kelas fotografi hingga level advance.

Di kesempatan yang sama, Basuki sedikit menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan hingga menjadi seorang menteri. Ia berusaha keras dan melakukan banyak hal agar bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Agar berhasil dalam mengapai cita-cita, Basuki menyampaikan pesan yakni berjuang sepenuh hati, berdoa, dan hilangkan iri dengki terhadap orang lain. “Saya ingin kalian tahu hidup ini harus fight jangan lembek. Kalian hari ini terlihat berteman tapi nanti kalian akan salin berkompetisi,” kata Menteri Basuki yang sudah 37 tahun berkarir.

Infrastruktur Berperan Dalam Pemerataan Pembangunan

Dalam kesempatan itu Menteri Basuki juga menyampaikan pembangunan infrastruktur yang kini menjadi program prioritas nasional bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan Indonesia dibandingkan negara lain.

Dalam membangun infrastruktur diperlukan Feasibility Study (Studi Kelayakan). Mulai dari teknik perancangan bangunan hingga kondisi geologis disekitaran bangunan.

“Dalam hal ini kebijakan pemerintah juga diperlukan. Anggaran pembangunan yang harus ditentukan secara pasti. Semua harus dikaji, tidak sembarangan,” kata Menteri Basuki.

Seperti dicontohkan Menteri Basuki, Dalam mengejar ketimpangan wilayah dibagian Barat dan Timur juga diperlukan membangun infrastruktur yang berkeadilan. Ini bertujuan agar pertumbuhan ekonomi bukan hanya disumbang dari wilayah Sumatera dan Jawa.

“Contohnya, setelah terbangunnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di Papua, orang banyak datang ke perbatasan untuk melakukan perdagangan. Lalu di PLBN Entikong di Kalimantan Barat, sekarang kita buatkan pasar di perbatasan. Itu semua dilakukan untuk membangun wilayah perbatasan sebagai pusat ekonomi baru,” kata Menteri Basuki. (*/adv/zal)