33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Boyke untuk Dampak Ma’erot

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Oleh: Dahlan Iskan

Saya seperti tidak sabar. Ingin segera kembali ke Samarinda. Ketemu dokter Boyke Soebhali lagi. Yang akan mencopot ‘selang’ yang masih tertinggal di saluran kemih istri saya.

Juga untuk melihat apakah di dalam ginjal istri saya sudah nenar-benar bersih. Dari sisa-sisa pecahan batunya. Yang dihancurkan tiga minggu lalu.

Istri saya pernah pingsan beberapa hari. Gara-gara batu ginjal. Yang sudah keluar sendiri dari ginjal. Tapi nyanggrok di saluran kemih. Berhenti di situ. Bikin luka. Dan bernanah. Dan tidak ketahuan.  Tiba-tiba pingsan.

Di Surabaya istri saya sudah berhasil mengatasi yang gawat itu: meski harus lewat pingsan.

Tapi untuk mengeluarkan batu ginjal yang lain tidak mudah. Alat yang cocok hanya ada di RS A.W. Syachranie Samarinda.  Dokter Boyke Soebhali yang ahli menjalankannya.

Belakangan sudah ada beberapa RS lain yang punya alat itu. Tapi saya sudah memutuskan ke Samarinda. Sekalian pulang kampung.

Ternyata masih ada dua batu lagi di ginjal istri saya. Semua sudah dikeluarkan. Di Samarinda itu. (Disway tanggal… ).

Dari mana dokter Boyke belajar mengoperasikan alat itu? Ia memang urolog alumni Unair. Tapi alat itu belum ada saat ia lulus spesialis ginjal.
”Saya ini suka magang,” ujar Boyke.

Untuk keahliannya itu ia magang di Korea.

Tapi mengapa dokter Boyke masih ambil PhD di Erasmus University Rotterdam, Belanda?

”Profesor Doddy, guru saya di Unair juga bertanya seperti itu,” ujar Boyke.

Padahal di Indonesia untuk ambil doktor urologi tidak kalah baiknya.

”Tapi disertasi saya nanti kan di bidang rekonstruksi saluran kencing. Termasuk rekonstruksi alat kelamin laki-laki,” katanya.

Di Indonesia, kata Boyke pada gurunya itu, belum ada yang bisa jadi pembimbing. Prof Doddy akhirnya setuju. Berangkatlah dokter Boyke ke Rotterdam. Membawa proposal penelitian bidang rekonstruksi. Diterima.

Maka Boyke harus mondar-mandir Samarinda-Rotterdam.
Alasan lainnya: Boyke akan menggunakan penelitian klinis. Bukan penelitian ilmu dasar.

Di Indonesia, katanya, kini  sudah beda: sudah sulit. Tidak bisa lagi mengajukan proposal yang bukan penelitian ilmu dasar.

Dokter Boyke memang banyak punya bahan dari prakteknya sehari-hari.

Samarinda itu, katanya, memiliki pasien yang sangat banyak. Yang memerlukan rekonstruksi alat kelamin laki-laki. Banyak pasien yang mengalami kerusakan kelamin.

”Di Riau teman saya hanya menangani pasien jenis ini beberapa saja. Di Samarinda dalam waktu yang sama saya menangani ratusan kasus,” katanya.

Waktu yang sama itu, maksudnya, enam tahun.
Mengapa Samarinda begitu tidak membanggakan? Kampung istri saya itu? Di bidang penis?

Ternyata praktek memperbesar penis lebih banyak terjadi di Kaltim. Dampak jangka panjang pembesaran penis itu negatif. Bagian luar penis jadi mengeras. Kulit penis rusak.

Dokter Boyke sendiri kelahiran Samarinda. Sampai SMA masih di tepian Mahakam itu: tahu persis mengapa orang Samarinda begitu.

Begitu lulus dari Unair dulu ia langsung bertugas di Samarinda. Selesai spesialisasi urologi pun balik lagi ke Samarinda. Tahu persis budaya orang Kaltim. Termasuk budaya peninggalan suku pedalaman.

Awalnya memperbesar kemaluan itu untuk emosi kenikmatan. Termasuk atas keinginan pihak wanita. Tapi keburu nafsu. Kurang bijak.
Dokter Boyke menemukan begitu banyak kasus kerusakan penis itu.

Ia pun memperdalam itu: bagaimana merekonstruksi fisik penis yang rusak. Kalau tidak, ini akan menyiksa. Wanitanya kesakitan. Laki-lakinya begitu juga.

Praktik memperbesar kemaluan itu umumnya dengan cara suntik. Dilakukan oleh pedagang obat. Bukan oleh tenaga medis.

Yang disuntikkan itu ternyata sejenis minyak. Banyak macamnya. Ada yang dibilang minyak kasturi. Minyak bulus. Minyak Ma’erot.

Suatu kali dokter Boyke mendapatkan pasien korban Ma’erot. Pertanyaan detilnya: benarkah Ma’erot hanya memijit-mijit penis? Hanya mengoleskan minyak? Tidak adakah Ma’erot minta pasien  memejamkan mata? Lalu adakah dirasakan sakit seperti ditusuk? Saat Ma’erot memijit-mijit penis?

Si pasien ternyata mengakui  semua itu. Hanya saja ia tidak tahu. Tidak menyadari. Karena lagi terpejam. Saat dipijat-pijat itu ternyata ada rasa sakit.

Seperti disuntik. Bukan hanya rasa nikmat. Nikmat campur sakit. Tapi dikira itu bagian dari keahlian Ma’erot memijit.

Rupanya jarum suntiknya disembunyikan. Dirahasiakan. Agar si empunya penis tidak  takut. Kalau sejak semula diberitahu akan ada suntikan ia tidak akan percaya lagi pada Ma’erot. Yang terlanjur dipercaya punya keahlian misterius.

Tapi apa hubungannya Ma’erot dengan ilmu urologi? Ternyata kasus seperti itu masuk ranah ilmu urologi. Karena, definisi urologi, adalah: ilmu yang mempelajari saluran kemih pria dan wanita serta saluran reproduksi pria.

Itu bukan berarti Anda boleh ke Ma’erot lagi. Dengan alasan: toh sudah ada dokter Boyke. (dis)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ziarah Wali Doakan Ibu Pertiwi

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Jelang bulan suci Ramadan, sejumlah ormas dan klub motor di Kendal melakukan touring ziarah makam wali se-Kendal. Acara dikemas dalam Ngaji...

Kerangka Baja

PEMUGARAN Pasar Johar yang dirancang oleh Herman Thomas Karsten pada era 1920-an penuh kehati-hatian. Kompleks bangunan cagar budaya penanda sejarah perekonomian Kota Semarang itu...

Kembangkan Potensi Wisata Religi

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Untuk mendongkrak ekonomi lokal, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan pemerintah dan masyarakat bisa terus menggali potensi ekonomi yang ada di sekitar...

Pemohon SKTM Harus Mendapat Izin dari 10 Unsur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Mengantisipasi adanya penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang salah sasaran, Kecamatan Semarang Utara, menerapkan 10 unsur untuk menyeleksi pemohon SKTM. “Jadi pemohon SKTM...

Penyebar Hoax Dapat Dipidanakan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Para penyebar hoax yang bermain di media sosial (medsos) bisa dipidanakan. Mereka bisa dijerat dengan pasal 28 ayat 1 UU Nomor...

Ingin Satukan Komunitas Fotografi

SEMARANG - Dunia fotografi di Kota Semarang dari tahun ke tahun bertambah maju. Hal ini berbanding lurus dengan tumbuhnya komunitas fotografi di Kota Lunpia...