33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Bawaslu Perlu Transformasi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Ida Budhiati menyampaikan disertasi miliknya yang berjudul Rekonstruksi Politik Hukum Penyelenggara Pemilihan Umum di Indonesia dalam ujian promosi Doktor Ilmu Hukum Universittas Diponegoro (Undip).

Sedikitnya ada 8 orang yang menguji dirinya. Salah satunya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Mahfud MD.

“Disertasi itu saya pilih berangkat dari pemahaman, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara yang mengadopsi sistem politik demokrasi,” ujar Ida usai menjalani ujian disertasi di Gedung Program Doktor Ilmu Hukum Lantai I Jalan Imam Bardjo, Pleburan Semarang, Sabtu (21/7).

Ida menjelaskan, sistem politik tersebut mensyaratkan adanya pemilihan umum (pemilu) yang dilaksanakan secara berkala sebagai pengejawantahan kedaulatan rakyat. Pemilu adalah sarana menuju kedaulatan rakyat itu. Karena itu negara wajib melayani hak politik setiap warga negara.

“Dalam rangka itu, penyelenggara pemilu seyogyanya mencerminkan nilai-nilai demokratis. Yakni adanya kepastian hukum, diselenggarakan oleh lembaga independen, melibatkan partisipasi masyarakat, dann adanya penegakan hukum pemilu,” tuturnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Periode 2008-2013 itu menyampaikan, dalam hal ini setidaknya ada 2 pokok permasalahan yang diangkat. Pertama yakni pertanyaan mengapa politik hukum perundang-undangan penyelenggara pemilu selalu mengalami perubahan di tiap periode.

“Kedua adalah bagaimanakah rekonstruksi politik hukum penyelenggara pemilu berbasis pada nilai-nilai demokrasi. Untuk menjawab pertanyaan kedua itu, satu di antara cara yang saya usulkan adalah pemerintah bisa mentransformasi kelembagaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),” bebernya.

Ditegaskan, transformasi yang dapat dilakukan itu yakni menjadikan Bawaslu hanya sekadar atau berfokus pada hal pengadilan pemilu. Tidak lagi menjalankan fungsi lain seperti pengawasan. Untuk fungsi tersebut lebih baik diserahkan kepada masyarakat sebagai wujud partisipasi.

“Bagaimanapun Bawaslu sudah terkonstruksikan selain pengawas, juga sebagai hakim. Ketika dalam suatu persoalan Bawaslu telah memiliki sikap, akan mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” terangnya. (tsa/zal)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...